Ciri-ciri Telinga Anda Tersumbat Kotoran dan Bagaimana Membersihkannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Bagi Anda yang jarang membersihkan telinga, Anda berisiko terkena impaksi serumen. Kondisi ini, biasanya disebabkan penumpukan kotoran yang menyumbat liang telinga Anda. Kira-kira apa yang menyebabkan kondisi impaksi serumen pada telinga? Bagaimana impaksi serumen bisa diobati?

Apa itu serumen?

Kotoran telinga atau juga disebut serumen, dihasilkan oleh tubuh untuk melindungi telinga. Serumen atau kotoran telinga ini bentuknya seperti cairan lilin berwarna kuning dan teksturnya lengket. Nah, kotoran yang ada di dalam liang telinga ini terbuat dari kelenjar seruminosa yang ada di dalam liang telinga.

Serumen ini sendiri punya fungsi untuk melapisi kulit liang telinga dan melindungi telinga dari kerusakan dan infeksi. Pada kondisi tertentu, serumen ini dapat menggumpal dan mengeras membentuk sumbatan serumen atau pun menjadi infeksi.

Apa itu impaksi serumen (penyumbatan kotoran telinga)?

Dalam kondisi tertentu, serumen dapat menimbulkan penyumbatan liang telinga yang dapat berujung pada gangguan pendengaran atau dapat juga disebut impaksi serumen. Penyumbatan semacam ini terkadang dapat pula menimbulkan rasa tertekan di telinga, penurunan kemampuan mendengar, hingga rasa berdengung.

Penurunan kemampuan pada kasus impaksi serumen biasanya disebabkan karena getaran suara tidak dapat mencapai gendang telinga akibat sumbatan serumen, maka dinamakan juga dengan impaksi serumen tersebut.

Gejala dan ciri-ciri telinga Anda tersumbat serumen

  • Ada dengungan di telinga
  • Telinga sakit
  • Kesulitan mendengar, yang mungkin terus memburuk
  • Dering di telinga (tinnitus)
  • Rasa gatal di telinga
  • Bau berasal dari telinga
  • Kepala pusing

Terlalu sering membersihkan telinga malah bisa menyebabkan penyumbatan

Indera pendengaran Anda juga bisa terinfeksi dengan cara lain, salah satunya karena Anda terlalu sering membersihkan telinga dengan cotton bud. Telinga yang sering dibersihkan dan dikorek terlalu dalam dapat membuat sisa serumen terdorong semakin ke dalam. Serumen atau kotoran telinga yang semakin masuk ke dalam tersebut akan menumpuk di dalam liang telinga, membentuk gumpalan dan akhirnya mengeras.

Gumpalan kotoran telinga yang mengeras itu terbuat sedikit demi sedikit dan akan menjadi banyak, banyak orang yang tidak menyadari hal ini. Gumpalan kotoran telinga, biasanya baru diketahui setelah menimbulkan dampak yang mengganggu berupa gangguan atau keluhan pada telinga Anda.

Sebetulnya, membersihkan telinga baiknya jangan sering-sering dilakukan, mengingat kalau telinga bisa membersihkan dirinya sendiri. Anda bisa membersihkan sekali-kali saja, dan membersihkan hanya pada bagian luar liang telinga. Tanpa dikorek-korek dan dibersihkan dengan alat apapun, contohnya dengan cotton buds, kotoran telinga dapat keluar sendiri.

Cara membersihkan kotoran telinga yang menyumbat

Ketika Anda mengalami gangguan yang diakibatkan oleh serumen, dokter atau ahli biasanya akan melakukan beberapa tindakan untuk mengatasi impaksi pada telinga. Berikut merupakan beberapa metode atau cara yang biasa dilakukan:

  • Dilakukan pembersihan liang telinga menggunakan pengait serumen (cerumen hook) atau sendok serumen (cerumen spoon). Biasanya dilakukan kalau kotoran telinga sudah mengeras
  • Kotoran telinga diambil dengan teknik irigasi, biasanya untuk serumen yang lunak dan menempel pada gendang telinga. Biasanya dilakukan pada serumen yang dalam dan lunak atau cerumen yang menempel pada gendang telinga
  • Serumen diambil menggunakan alat penghisap (suction)
  • Telinga ditetesi oleh cairan pelunak serumen. Lalu, serumen yang melunak akan diambil atau dikeluarkan menggunakan sendok serumen.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca