Yakin Cara Mencuci Tangan Anda Benar? Ini 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Cuci tangan adalah salah satu hal kecil tapi penting, karena dari kebiasaan ini Anda dan keluarga bisa mencegah penularan penyakit. Namun, masih cukup banyak orang yang menerapkan cara mencuci tangan yang salah sehingga hasilnya pun kurang bersih.

Hal ini dibuktikan oleh penelitian dari Journal of Environmental Health yang menyatakan ada 10 persen orang yang enggan mencuci tangan sama sekali, bahkan yang lebih parahnya hanya lima persen orang yang sadar untuk mencuci tangannya usai menggunakan toilet. Lantas, apa saja kesalahan mencuci tangan lainnya yang harus diubah?

5 cara mencuci tangan yang salah sebaiknya Anda tinggalkan

1. Tidak menggunakan sabun

sabun sirih untuk vagina

Pernahkah Anda menemukan teman, kerabat, anggota keluarga, atau justru Anda sendiri yang sering mencuci tangan tanpa sabun? Ya, kebiasaan mencuci tangan yang satu ini nampaknya sering ditemui di masyarakat.

Banyak orang yang berpendapat bahwa hanya dengan membilas tangan dengan air, maka seluruh kuman, virus, dan bakteri yang menempel di tangan akan hilang dalam sekejap.

Padahal nyatanya, Anda tetap membutuhkan sabun supaya tangan benar-benar bersih. Menurut Dr. Aileen Marty, MD, seorang profesor penyakit menular di Florida International University, bahwa sabun terbuat dari ramuan kimia yang bertujuan untuk membasmi kotoran-kotoran yang bersarang pada tangan.

2. Menggunakan sabun batang

bahaya kandungan triclosan

Meski cara mencuci tangan yang baik dengan menggunakan sabun, tapi tidak semua jenis sabun bisa Anda gunakan, terlebih jika menggunakan sabun batang. Pasalnya, kuman penyebab penyakit bisa lebih mudah bersembunyi di dalam sabun batang yang telah digunakan.

Maka dari itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan untuk memilih pakai sabun cair saja ketimbang sabun batang karena kemungkinan terkontaminasi dengan kuman penyakit lebih kecil.

Mungkin saat Anda berada dalam keadaan darurat, hand sanitizier bisa menjadi pilihan terbaik. Namun, alangkah lebih baiknya lagi jika tetap dibilas dengan air dan sabun cair. Tentu Anda ingin memastikan kalau tangan sudah benar-benar dalam keadaan bersih, bukan?

3. Tidak mengeringkan tangan

Sumber : www.rd.com

Meski Anda telah menerapkan cara mencuci tangan yang baik, membiarkan tangan dalam keadaan basah setelah mencuci tangan bukanlah pilihan yang tepat. Sebab Dr. Roshini Raj, MD, seorang dokter di NYU Medical Center, menyatakan bahwa kuman senang berkembang biak di dalam air.

Itu sebabnya, ketika Anda membiarkan tangan masih dalam keadaan lembab setelah selesai mencuci tangan, maka mikroba penyakit dari barang-barang yang Anda sentuh akan mudah berpindah dan menempel pada tangan.

4. Menggunakan pengering tangan

Mengeringkan Tangan Dengan Mesin Pengering Justru Sebarkan Lebih Banyak Kuman

Pengering tangan bisa dengan mudah Anda temui di mall, gedung, atau tempat-tempat besar lainnya. Kebanyakan orang akan cenderung memilih menggunakan pengering tangan daripada tisu kering. Padahal tindakan ini justru bisa memicu tumbuhnya bakteri.

Sebuah studi di tahun 2012 menunjukkan hasil bahwa mengeringkan tangan dengan tisu justru mengurangi kuman dibandingkan dengan mesin pengering. Namun tidak bisa dipungkiri, banyak orang yang enggan menggunakan berlembar-lembar tisu karena tidak ramah lingkungan.

Nah pada dasarnya, bukan berarti penggunaan pengering tangan itu buruk. Permasalahannya adalah sebagian besar orang hanya sebentar saat menggunakan pengering tangan sehingga tangan masih dalam keadaan lembab atau belum benar-benar kering, padahal hal ini memudahkan penyebaran kuman-kuman penyakit.

Namun jika hanya tersedia pengering tangan, cara terbaiknya dengan tetap gunakan pengering tangan hanya saja dalam waktu yang lebih lama, yakni sekitar 30 sampai 45 detik atau sampai Anda merasa tangan sudah dalam keadaan kering.

5. Mencuci tangan terlalu sebentar

cuci tangan sebelum seks

Coba ingat-ingat kembali, berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk mencuci tangan? Apakah sebentar atau cukup lama? Banyak orang hanya berpatokan bahwa penggunaan sabun saja sudah ampuh untuk membasmi kuman yang membandel. Faktanya, sabun tidak bisa menghilangkan kuman dengan baik jika Anda cuci tangan hanya sekejap.

Sebuah penelitian dari Michigan State University, menemukan bahwa sekitar 95 persen orang enggan untuk membilas tangan dalam waktu yang lama dan memastikan kebersihannya. Ini yang kemudian memungkinkan tangan masih menyimpan kuman, virus, maupun bakteri.

Sebenarnya tidak butuh waktu lama, hanya sekitar 20 sampai 30 detik sembari menggosok tangan, kuku, serta sela-sela jari Anda secara bergantian demi memastikan tangan telah benar-benar bersih. (Untuk memastikan cara cuci tangan Anda sudah bersih, cek di Cara Cuci Tangan Hello Sehat)

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca