Jangan Salah, Demam Ternyata Bermanfaat Bagi Tubuh Karena Alasan Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda demam, memang rasanya sangat tidak nyaman. Anda jadi tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Bahkan untuk beristirahat saja badan tidak enak. Wajar kalau hampir semua orang membenci demam. Eits, tunggu dulu. Meskipun demam mungkin bikin Anda kesal, rupanya demam adalah reaksi tubuh yang bermanfaat dan memang penting. Untuk itu, Anda harus mempelajari seluk-beluk penyebab demam dan apa fungsinya bagi tubuh.

Mengenal penyebab demam

Demam ditandai dengan gejala seperti badan panas dan menggigil. Demam terjadi karena adanya proses peradangan pada seluruh tubuh. Hal ini dapat terjadi, misalnya saat tubuh sedang melawan infeksi. Akibat proses peradangan tersebut, senyawa kimia khusus akan dilepaskan dan dibawa aliran darah menuju hipotalamus. Hipotalamus adalah sebuah struktur di otak yang mengatur suhu tubuh.

Di hipotalamus, senyawa kimia tersebut akan membuat suhu tubuh menjadi lebih tinggi (panas). Karena adanya senyawa ini, tubuh pun keliru menganggap bahwa suhu tubuh yang normal justru yang panas. Inilah yang menjadi penyebab demam.  

Tujuan tubuh mengalami demam

Penyebab demam yang utama memang infeksi. Akan tetapi, demam sendiri bukanlah hal yang perlu Anda takutkan. Pasalnya, demam justru sangat berjasa untuk melindungi tubuh Anda. Bagaimana bisa, ya? Inilah yang terjadi pada tubuh Anda ketika demam.

Meningkatkan sistem imun (kekebalan tubuh)

Panas yang dihasilkan tubuh akan mempercepat metabolisme. Metabolisme tubuh yang meningkat akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang lebih aktif.

Karena itu, sistem imun pun lebih cepat mendeteksi dan membunuh virus dan bakteri penyebab penyakit. Selain itu, produksi sel darah putih yang berfungsi sebagai sistem imun tubuh juga akan meningkat saat demam.

Membunuh kuman

Kadar zat besi di dalam darah juga akan menurun ketika demam. Demam akan meningkatkan produksi hormon hepsidin di hati yang menyebabkan berkurangnya zat besi pada aliran darah. Karena kelangsungan hidup virus atau bakteri bergantung pada zat besi, kurangnya zat besi dapat menyebabkan virus atau bakteri tersebut menurun.

Ditambah lagi, tingginya suhu tubuh juga dapat membunuh beberapa jenis kuman yang tidak tahan panas. Beberapa enzim dan toksin yang diproduksi oleh kuman juga dapat dirusak oleh suhu tubuh yang tinggi.

Kalau tidak demam justru lebih berbahaya

Demam sendiri bukanlah penyakit, melainkan gejala adanya penyakit. Nah, kalau tidak demam, Anda mungkin tidak sadar kalau tubuh sedang diserang. Akibatnya, penyakit tidak terdeteksi sehingga tidak dapat diobati lebih awal.

Belum lagi, tidak adanya demam berarti tubuh tidak melawan kuman penyebab infeksi tersebut dengan maksimal.

Tidak ada demam saat tubuh diserang juga menandakan sistem imun yang lemah. Beberapa hal yang dapat menyebabkan sistem tubuh melemah misalnya kekurangan gizi, minum obat-obatan tertentu, atau adanya penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi sistem imun.

Pada anak dan orang lanjut usia (lansia), infeksi juga terkadang tidak menyebabkan gejala demam dikarenakan sistem imun yang lebih lemah dibandingkan orang dewasa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Anda penggemar kopi? Kapan Anda biasanya minum kopi? Jika jawabannya pagi hari, Anda salah waktu. Cari tahu waktu efektif minum kopi di artikel ini.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit