Meminum Suplemen, Perlu Atau Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sering mengonsumsi suplemen? Mungkin bagi sebagian besar orang, mengonsumsi suplementasi vitamin atau mineral bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Tapi apakah tubuh memang membutuhkan suplementasi?

Apakah suplemen baik untuk dikonsumsi?

Jika Anda merupakan salah satu orang yang berpikir bahwa semua orang membutuhkan suplemen untuk meningkatkan atau menjaga kesehatannya, maka anggapan Anda tidak sepenuhnya benar. Konsumsi suplemen yang tidak tepat malah akan berbahaya bagi kesehatan.

Penelitian yang dilakukan pada 38 ribu wanita yang berusia di atas 50 tahun, menunjukkan bahwa konsumsi suplementasi zat besi dapat meningkatkan risiko kematian pada kelompok tersebut. Dari hasil penelitian tersebut, bukan berarti suplementasi zat  besi atau mineral lainnya memiliki dampak buruk bagi tubuh. Namun, tubuh yang sehat sebenarnya hanya memerlukan zat besi dari makanan, dan jika kita sudah mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi, maka ini sudah cukup memenuhi kebutuhan dalam sehari.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Mayo Clinic melihat hubungan suplemen vitamin E dengan kesehatan jantung. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa mengonsumsi vitamin E dapat meningkatkan risiko terkena gagal jantung dan kelahiran prematur, jika dikonsumsi berlebihan oleh ibu hamil.

Selain itu, berdasarkan Mayo Clinic, mengonsumsi lebih dari 200 mg vitamin B6 dapat mengakibatkan gangguan pada sistem saraf dan serangan jantung. Sedangkan National Institute of Health juga menyatakan bahwa mengonsumsi vitamin A yang berlebihan berdampak buruk bagi kesehatan tulang.

Suplemen atau multivitamin bukanlah sebuah pil atau obat ‘ajaib’ yang dapat dengan mudah memenuhi semua kebutuhan vitamin dan mineral Anda. Suplementasi sebenarnya tidak bisa menggantikan vitamin atau mineral yang kita dapatkan dari makanan. Oleh karena itu, suplementasi atau multivitamin tidak lebih ‘hebat’ zat gizinya dibandingkan dengan zat gizi dari makanan.

Kelebihan makanan dibanding suplemen vitamin dan mineral

Makanan memiliki berbagai manfaat yang lebih dibandingkan dengan suplemen, yaitu:

Memiliki zat gizi yang lebih kaya. Makanan yang sehat dan beragam, mengandung berbagai zat gizi makro maupun zat gizi mikro, tidak hanya satu jenis zat gizi saja seperti suplemen. Contohnya, buah jeruk mengandung vitamin C, betakaroten yang baik untuk mata, kalsium yang baik untuk tulang dan gigi, serta berbagai zat gizi lainnya.

Mengandung serat. Selain kaya zat gizi, banyak makanan yang mengandung serat yang tinggi seperti, gandum, berbagai macam sayuran dan buah. Dari makanan-makanan tersebut, tubuh kita dapat mendapatkan asupan serat yang berguna untuk membantu pencernaan dan melancarkan BAB, serta mencegah terjadinya penyakit diabetes melitus tipe 2 dan berbagai macam penyakit jantung.

Terdiri dari zat kimia lain. Antioksidan terdapat diberbagai sayuran dan buah-buahan seperti, jeruk, berbagai buah jenis berry, gandum, dan masih banyak lagi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa antioksidan berguna untuk mencegah kerusakan sel dan jaringan tubuh yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit seperti, Alzheimer, kanker, dan penyakit jantung. Selain itu, pada sayur-sayuran biasanya terdapat zat yaitu fitokimia, yang bermanfaat untuk mencegah tubuh terkena tekanan darah tinggi, diabetes melitus, kanker, dan penyakit jantung koroner.

Siapa yang membutuhkan suplemen?

Jika Anda sering mengonsumsi makanan yang sehat, yaitu rendah lemak, garam, maupun gula, tinggi serat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, maka Anda tidak perlu lagi mengonsumsi suplemen atau pil vitamin apapun. Namun, orang yang mengalami beberapa kondisi fisiologis atau penyakit khusus, mungkin malah membutuhkan suplementasi untuk menunjang gizinya.

  • Ibu hamil dan ibu menyusui. Biasanya membutuhkan suplementasi zat besi, asam folat, dan berbagai mineral lain untuk menunjang kondisinya tersebut.
  • Lansia (orang yang berumur 50 tahun atau lebih). Pada usia tersebut disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak vitamin B12, untuk mencegah penurunan kognitif secara cepat.
  • Orang yang mengalami diare kronis, alergi makanan , atau penyakit pada hati, pencernaan, dan pankreas, dan kanker, yang membuat mereka tidak dapat mengonsumsi suatu makanan tertentu, sehingga mengalami kekurangan zat gizi.
  • Perempuan yang mengalami perdarahan hebat atau sedang menstruasi, biasanya mengalami kekurangan zat besi. Oleh karena itu mereka butuh zat besi tambahan dari suplemen.
  • Orang yang tidak makan dengan baik, atau memiliki kebiasaan makan yang kurang dari 1600 kalori per hari.
  • Orang yang melakukan diet vegan dan vegetarian.

Jika Anda termasuk ke dalam kelompok yang telah disebutkan di atas, maka konsultasikan ke dokter Anda suplemen apa yang diperlukan untuk menunjang dan membantu menjaga kesehatan Anda. Namun bila tidak memiliki riwayat apapun dan merasa sehat, maka yang Anda butuhkan adalah makanan sehat, bukan suplemen. Bahkan mengonsumsi suplementasi atau  multivitamin yang berlebih dapat mengakibatkan berbagai komplikasi bagi kesehatan Anda.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Banyak produk herbal di pasaran yang mengandung bahan kimia obat dan tidak mendapat izin edar BPOM. Begini cara tahu mana obat herbal yang aman dikonsumsi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit