Lemak Berlebih di Dalam Tubuh, Disimpan di Mana?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/04/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda tahu makanan-makanan berlemak yang Anda makan disimpan di mana? Atau bagaimana bisa lemak berlebih tersebut menumpuk hanya pada perut atau beberapa bagian tubuh lainnya? Apakah lemak memiliki tempat penyimpanan tertentu sehingga bagian tubuh yang terlihat ‘berisi’ hanya itu-itu saja?

Tubuh kita butuh lemak

Anggapan yang salah jika Anda mengira bahwa lemak itu jahat dan tidak diperlukan oleh tubuh. Lemak sama seperti zat gizi makro lainnya, yaitu protein dan karbohidrat. Jumlahnya cukup banyak dibutuhkan di dalam tubuh jika dibandingkan dengan zat gizi mikro. Lemak berfungsi untuk membantu metabolisme vitamin larut lemak, yaitu vitamin A,D,E,K, berperan dalam sintesis hormon, dan menjadi sumber energi cadangan ketika tubuh kehabisan karbohidrat yang merupakan sumber energi utama.

Hal yang membuat lemak menjadi buruk bagi kesehatan adalah jenis lemak yang kemudian menumpuk di berbagai bagian di tubuh, sehingga membuat Anda kelebihan berat badan, bahkan obesitas.

BACA JUGA: 6 Jenis Obesitas: Yang Manakah Anda?

Mengenal sel adiposa, tempat penyimpanan lemak di tubuh

Di dalam tubuh terdapat jaringan yang disebut jaringan adiposa. Jaringan ini adalah jaringan yang berfungsi untuk menampung lemak-lemak yang masuk ke dalam tubuh. Jumlah sel adiposa tergantung dengan dengan jumlah lemak yang masuk, semakin banyak lemak masuk maka semakin banyak sel adiposa yang terbentuk untuk menampung lemak.

Ketika lemak-lemak tersebut tidak digunakan sebagai cadangan energi, maka lemak tersebut akan terakumulasi dan menyebabkan kenaikan berat badan. Sebaliknya, jika Anda melakukan diet yang baik dan menerapkan olahraga teratur, lemak akan terpakai dan tidak terkumpul di dalam sel adiposa. Lemak tidak hanya didapatkan dari berbagai makanan yang berlemak saja. Makanan yang mengandung karbohidrat bisa diubah menjadi lemak di dalam tubuh jika jumlahnya terlalu banyak.

BACA JUGA: Obesitas Tak Selalu Disebabkan Makan Terlalu Banyak

Pusat penyimpanan lemak berbeda pada tubuh wanita dan pria

Jaringan adiposa tersebar di berbagai bagian di dalam tubuh, seperti di jaringan kulit, di antara otot-otot, di sekitar ginjal dan hati, di belakang bola mata, dan di sekitar perut dan dada. Tetapi pada dasarnya, distribusi jaringan adiposa tergantung dengan gender atau jenis kelaminnya.

Pada laki-laki, jaringan adiposa lebih banyak terakumulasi di perut dan pinggang, sedangkan perempuan lebih banyak terkumpul di pinggul dan pinggang. Pembagian atau distribusi ini juga tergantung pada gen serta faktor-faktor lainnya, seperti kebiasaan konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, serta pola makan. Lalu, di mana sel adiposa ini berada? Apakah sel adiposa ini menyebabkan obesitas?

Di mana letak sel adiposa di dalam tubuh kita?

Lemak subkutan

Lemak subkutan adalah lemak yang ditemukan di bawah permukaan kulit. Lemak ini bisa diukur dengan sebuah alat yang disebut kaliper skin-fold yang bisa mengestimasikan total lemak tubuh. Secara keseluruhan, lemak subkutan terdapat di bokong, pinggul, dan terkadang di permukaan kulit perut. Jenis lemak ini mungkin saja tidak menimbulkan masalah atau gangguan bagi kesehatan, tetapi lemak subkutan yang terdapat di perut bisa berbahaya bagi kesehatan.

Kebanyakan, tumpukan lemak pada bokong dan pinggul dialami oleh kelompok perempuan. Perempuan yang memiliki tumpukan lemak pada bagian tersebut, biasanya disebut mempunyai bentuk badan seperti pir atau pear-shaped. Lemak menumpuk di bokong dan di pinggul akan berlangsung hingga perempuan mencapai menopause. Setelah menopause, lemak akan lebih banyak terakumulasi di bagian perut dan abdomen.

BACA JUGA: Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Lemak viseral

Berbeda dengan lemak subkutan yang berada di dekat permukaan kulit, lemak viseral justru berada di antara organ-organ tubuh. Oleh karena itu para ahli menyatakan bahwa orang yang memiliki lemak viseral di dalam tubuhnya berisiko untuk mengalami berbagai penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, diabetes mellitus, stroke, dan bahkan demensia.

Lemak viseral diartikan sebagai lemak yang berada di posisi yang dalam, mengikat dan mengelilingi organ dalam tubuh. Hampir semua orang yang memiliki perut buncit, sudah bisa dipastikan memiliki lemak viseral yang banyak di dalam tubuh mereka. Walaupun memang belum bisa diketahui secara pasti proporsi lemak viseral dengan lemak subkutan yang ada di sekitar perut, tetapi lemak pada perut bisa diukur dan dilihat dengan menggunakan CT-scan.

Lemak subkutan dan lemak viseral yang ada di dalam tubuh terbentuk dari 50% lemak yang dikonsumsi. Contohnya, Anda mengonsumsi 100 gram lemak, maka 50 gramnya akan disimpan menjadi lemak subkutan dan lemak viseral. Orang yang memiliki tumpukan lemak yang berada di tubuh bagian atas, termasuk lemak viseral pada perut, berisiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan metabolisme serta penyakit degeneratif dibandingkan dengan tumpukan lemak yang ada di bagian bawah tubuh.

BACA JUGA: Kenapa Perut Buncit Lebih Berbahaya dari Obesitas Biasa

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    8 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Keluar Rumah di Masa New Normal

    Ada beragam persiapan yang perlu dibawa saat beraktivitas di luar ruangan pada masa New Normal. Cari tahu daftar perlengkapan yang perlu disediakan.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Konten Bersponsor
    persiapan saat new normal
    Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 6 menit

    9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

    PSBB memang mulai longgar, tetapi tetap ikuti tips lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru agar terhindar dari COVID-19, Sobat Sehat!

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru
    Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

    Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 28/07/2020 . Waktu baca 3 menit

    Tidur Sebaiknya Pakai Bra atau Tidak?

    Yang jelas, kabar bahwa tidur pakai bra bisa menyebabkan kanker payudara, itu sama sekali tidak benar. Tapi, apakah ini berarti kita boleh tidur pakai bra?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Fakta Unik 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Konten Bersponsor
    menghadapi kecemasan di new normal

    Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
    nutrisi untuk mencegah covid

    Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit
    lemak paha sulit dihilangkan

    Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    Konten Bersponsor

    8 Tips Lari di Luar Ruangan saat Masa New Normal

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit