5 Jenis Minyak yang Sebaiknya Tidak Digunakan untuk Memasak

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/12/2019
Bagikan sekarang

Minyak merupakan salah satu sumber lemak yang kaya manfaat. Beberapa jenis minyak bahkan dapat menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung. Meski demikian, perlu diketahui bahwa tidak semua minyak cukup sehat digunakan untuk memasak. Ada beberapa jenis minyak yang sebaiknya dibatasi karena risikonya untuk kesehatan cukup besar.

Ragam minyak yang kurang sehat untuk memasak

Minyak zaitun, minyak kanola, dan minyak wijen adalah beberapa contoh minyak yang paling direkomendasikan untuk memasak. Hal ini disebabkan karena ketiganya mengandung asam lemak tak jenuh yang menyehatkan jantung dan peredaran darah.

Sebaliknya, ada pula jenis minyak yang penggunaannya perlu dibatasi. Berikut beberapa contohnya:

1. Minyak terhidrogenasi

apa itu lemak trans fat adalah

Hidrogenasi adalah proses mengubah lemak cair (minyak) menjadi lemak padat dengan menambahkan hidrogen. Proses ini menghasilkan produk berupa minyak terhidrogenasi parsial yang sering kali dikenal sebagai lemak trans.

Meski terkandung secara alamiah dalam beberapa bahan pangan, minyak yang kerap terdapat pada junk food ini tidak tergolong sehat untuk memasak.

Pasalnya, konsumsi minyak terhidrogenasi dalam jumlah banyak dapat meningkatkan kolesterol jahat dan memicu pembentukan plak yang menyumbat pembuluh darah.

2. Minyak kelapa (coconut oil)

minyak kelapa dalam makanan

Konsumsi minyak kelapa salah satunya untuk memasak masih menjadi kontroversi hingga kini.

Walaupun tidak sepenuhnya berdampak buruk bagi kesehatan, minyak ini mengandung asam lemak rantai menengah yang membuatnya sulit diubah menjadi simpanan energi.

Kimberly Gomer, MS, RD, kepala bagian gizi di Pritikin Longevity Center di Amerika Serikat, mengimbau penderita kolesterol tinggi untuk menghindari minyak kelapa.

Bagi pemilik kolesterol normal, konsumsi minyak kelapa tetap diperbolehkan tapi perlu dibatasi.

3. Minyak sawit (palm oil)

Sumber: Healthline

Minyak sawit sebenarnya memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan otak.

Namun, kandungan lemak jenuhnya yang tinggi membuat minyak ini tidak cukup sehat untuk dimasak. Terutama bagi penderita penyakit jantung, stroke, atau kolesterol tinggi.

Studi dalam jurnal Lipid Health and Disease menemukan bahwa konsumsi minyak sawit dapat meningkatkan kolesterol jahat, khususnya kolesterol yang memiliki partikel besar

Kolesterol ini mampu memicu pembentukan plak pada pembuluh darah dengan lebih cepat.

4. Minyak dari lemak hewani

cara menyimpan minyak goreng

Minyak dari lemak hewani adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan lemak trans.

Akan tetapi, lemak hewani juga kaya akan lemak jenuh seperti halnya minyak sawit. Kandungan lemak jenuh ini bahkan bisa mencapai 40 persen dari total nutrisinya. 

Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik.

Dampaknya, plak kolesterol lebih mudah terbentuk dan menyumbat pembuluh darah. Inilah yang lantas membuat minyak dari lemak hewani tergolong tidak sehat untuk memasak.

5. Minyak sayur

minyak goreng untuk diabetesi

Istilah minyak sayur biasanya merujuk pada minyak yang terbuat dari campuran beberapa minyak lain.

Berhubung tidak diketahui secara pasti kandungannya, Anda juga tidak bisa memastikan apakah minyak sayur mengandung lemak jenuh atau tak jenuh.

Selain itu, minyak tertentu yang terkandung dalam minyak sayur bisa saja memiliki titik asap yang rendah. Artinya, minyak ini mudah terbakar pada suhu yang lebih rendah.

Minyak yang mudah terbakar bisa menghasilkan zat karsinogen yang meningkatkan risiko kanker.

Tidak ada minyak yang benar-benar ‘jahat’ ataupun tergolong tidak sehat sehingga tidak boleh dikonsumsi sama sekali. Kecuali, Anda mengalami penyakit jantung atau kolesterol tinggi.

Pada kondisi seperti ini, cobalah memilih alternatif minyak yang lebih ramah untuk kesehatan.

Selain itu, gunakan teknik pengolahan yang lebih menyehatkan seperti menumis, dan hindari metode deep-frying yang bisa menghilangkan nutrisi makanan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Sehat Memasak Ikan Tanpa Takut Kehilangan Nutrisinya

Kualitas nutrisi dalam ikan yang Anda konsumsi dapat berubah tergantung dari bagaimana cara Anda memasaknya. Lalu, bagaimana cara memasak ikan yang sehat?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Kolesterol Tinggi Walaupun Sudah Olahraga dan Makan Sehat, Apa Sebabnya?

Pada beberapa orang, gaya hidup sehat dan olahraga rutin ternyata tidak cukup untuk mencegah kolesterol tinggi. Mengapa bisa demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Tips Memasak dan Resep Sederhana untuk Mahasiswa Sibuk

Kesibukan menjadi mahasiswa mungkin membuat Anda tidak memiliki banyak kesempatan untuk memasak. Atasi dengan resep makanan untuk mahasiswa berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Panduan Menyimpan Bumbu Dapur Supaya Tidak Cepat Busuk dan Tengik

Bumbu dapur yang berkualitas melezatkan makanan dan memberi nutrisi maksimal. Simak cara menyimpan bumbu dapur supaya kualitasnya tetap di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

kebutuhan lemak balita

Panduan Seputar Kebutuhan Lemak Balita Usia 2-5 Tahun

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020
manfaat lemak jenuh

Sering Dianggap Jahat, Lemak Jenuh Ternyata Juga Baik Bagi Kesehatan Jantung

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 21/12/2019
manfaat minyak biji bunga matahari untuk kulit

Segudang Manfaat Minyak Biji Bunga Matahari untuk Kesehatan Kulit

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/12/2019
makanan penyebab kanker payudara

6 Jenis Makanan dan Minuman Penyebab Kanker Payudara

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 26/09/2019