Benarkah Vitamin D Ampuh untuk Menurunkan Berat Badan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Meskipun tidak ada obat-obatan tertentu yang dapat menurunkan berat badan, vitamin D memiliki peran yang penting dalam menjaga berat badan ideal. Manfaat vitamin D diduga berperan dalam mengatur fungsi hormonal tubuh yang  diantaranya adalah hormon pembentuk lemak dan hormon ghremlin pengatur rasa lapar.

Beragam manfaat vitamin D untuk kesehatan tubuh

Vitamin D adalah jenis vitamin larut lemak, yang artinya setelah dikonsumsi maka akan disimpan dalam lemak. Vitamin D dapat diperoleh dari jenis bahan makanan tertentu seperti ikan laut berminyak, udang, telur, jamur dan produk olahan susu atau dengan mengonsumsi suplemen vitamin D. Selain itu tubuh juga dapat memproduksi vitamin D ketika terpapar sinar matahari.

Manfaat vitamin D berperan dalam penyerapan mineral pada jaringan tulang, menjaga daya tahan tubuh, serta diperlukan untuk memproduksi dan mengatur kerja sistem endokrin. Sehingga terjadinya defisiensi dalam jumlah yang lama dapat kesehatan tubuh terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Defisiensi vitamin D dapat disebabkan kurangnya asupan jenis makanan sumber vitamin D karena hanya terdapat pada jenis makanan tertentu. Jika kesulitan untuk memenuhi asupan vitamin D maka dianjurkan untuk terpapar sinar matahari setiap hari selama 5-30 menit/hari atau mengonsumsi vitamin D 15 mcg atau sekitar 600 IU per hari.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa asupan vitamin D berlebihan dapat menimbulkan efek toksisitas dan dampak tersebut lebih mungkin terjadi jika Anda kekurangan asupan vitamin K. Oleh karena itu suplementasi vitamin D sebaiknya diimbangi dengan asupan vitamin K yang dapat diperoleh dari sayuran hijau seperti kubis dan brokoli serta makanan lainnya seperti sereal, ikan, hati dan telur atau suplementasi vitamin K2 sekitar 150 mcg per hari.

Kenapa vitamin D bermanfaat untuk menguruskan badan?

Suatu studi memperkirakan hampir 50% individu di seluruh dunia kekurangan vitamin D. Defisiensi vitamin D dapat terdeteksi oleh kelenjar hipotalamus yang merupakan bagian terkecil dari otak  untuk mendorong pembentukan jaringan lemak lebih banyak dan meningkatkan hormon rasa lapar. Manfaat vitamin D juga diketahui berperan dalam mengatur pematangan sel lemak.

Studi lainnya pada awal tahun 2000 juga menemukan bahwa individu yang mengalami obesitas cenderung memiliki kadar vitamin D dalam darah yang rendah. Hal tersebut memunculkan teori bahwa adanya hubungan konsumsi vitamin D dengan kejadian obesitas. Terdapat dua kemungkinan yang menyebabkan hal tersebut diantaranya adalah individu dengan berat badan lebih cenderung jarang mengonsumsi makanan sumber vitamin D atau cenderung tidak terpapar sinar matahari karena jarang beraktivitas di luar rumah.

Fakta menarik lainnya adalah dengan menurunkan berat badan, maka akan meningkatkan kadar vitamin D yang tersimpan dalam darah. Suatu hasil studi menunjukan terdapat perbedaan enzim yang berperan dalam mengaktifkan vitamin D pada individu dengan berat badan normal dan dengan yang mengalami obesitas. Oleh karena itu, terdapat kemungkinan bahwa kadar vitamin D bergantung pada berat badan seseorang, dimana individu dengan berat badan lebih membutuhkan vitamin D lebih banyak. Hal ini juga menjelaskan bagaiamana individu dengan obesitas lebih mungkin untuk terdeteksi defisiensi vitamin D.

Studi eksperimental pada tahun 2014 yang dilakukan selama satu tahun menunjukan bahwa individu yang melakukan upaya diet dan olahraga serta mengonsumsi cukup vitamin D mengalami penurunan berat badan yang lebih signifikan dibandingkan individu yang tidak cukup mengonsumsi vitamin D. Dalam studi lainnya, manfaat vitamin D tidak selalu menimbulkan penurunan berat badan namun terdapat penurunan lemak tubuh secara signifikan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

Banyak yang mengira makan makanan sehat itu susah dan perlu banyak usaha, jadi orang yang sibuk tidak akan bisa. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 22/07/2020 . Waktu baca 12 menit

Seperti Apa Porsi Makan yang Tepat Agar Diet Cepat Berhasil?

Pembagian porsi makan yang tepat ternyata termasuk kunci penting dalam keberhasilan diet. Lalu bagaimana pembagian porsi makan yang tepat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Manfaat Vitamin D untuk Wanita Menopause yang Harus Diketahui

Tak hanya membantu menjaga kesehatan tulang, sejumlah khasiat dari vitamin D ini akan sangat bermanfaat untuk wanita menopause.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Nutrisi, Hidup Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat prostat

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 8 menit
berat badan turun bukan berarti lemak berkurang

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
makan tidak teratur

6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 4 menit
lemak paha sulit dihilangkan

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit