Benarkah Vitamin D Ampuh untuk Menurunkan Berat Badan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Meskipun tidak ada obat-obatan tertentu yang dapat menurunkan berat badan, vitamin D memiliki peran yang penting dalam menjaga berat badan ideal. Manfaat vitamin D diduga berperan dalam mengatur fungsi hormonal tubuh yang  diantaranya adalah hormon pembentuk lemak dan hormon ghremlin pengatur rasa lapar.

Beragam manfaat vitamin D untuk kesehatan tubuh

Vitamin D adalah jenis vitamin larut lemak, yang artinya setelah dikonsumsi maka akan disimpan dalam lemak. Vitamin D dapat diperoleh dari jenis bahan makanan tertentu seperti ikan laut berminyak, udang, telur, jamur dan produk olahan susu atau dengan mengonsumsi suplemen vitamin D. Selain itu tubuh juga dapat memproduksi vitamin D ketika terpapar sinar matahari.

Manfaat vitamin D berperan dalam penyerapan mineral pada jaringan tulang, menjaga daya tahan tubuh, serta diperlukan untuk memproduksi dan mengatur kerja sistem endokrin. Sehingga terjadinya defisiensi dalam jumlah yang lama dapat kesehatan tubuh terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Defisiensi vitamin D dapat disebabkan kurangnya asupan jenis makanan sumber vitamin D karena hanya terdapat pada jenis makanan tertentu. Jika kesulitan untuk memenuhi asupan vitamin D maka dianjurkan untuk terpapar sinar matahari setiap hari selama 5-30 menit/hari atau mengonsumsi vitamin D 15 mcg atau sekitar 600 IU per hari.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa asupan vitamin D berlebihan dapat menimbulkan efek toksisitas dan dampak tersebut lebih mungkin terjadi jika Anda kekurangan asupan vitamin K. Oleh karena itu suplementasi vitamin D sebaiknya diimbangi dengan asupan vitamin K yang dapat diperoleh dari sayuran hijau seperti kubis dan brokoli serta makanan lainnya seperti sereal, ikan, hati dan telur atau suplementasi vitamin K2 sekitar 150 mcg per hari.

Kenapa vitamin D bermanfaat untuk menguruskan badan?

Suatu studi memperkirakan hampir 50% individu di seluruh dunia kekurangan vitamin D. Defisiensi vitamin D dapat terdeteksi oleh kelenjar hipotalamus yang merupakan bagian terkecil dari otak  untuk mendorong pembentukan jaringan lemak lebih banyak dan meningkatkan hormon rasa lapar. Manfaat vitamin D juga diketahui berperan dalam mengatur pematangan sel lemak.

Studi lainnya pada awal tahun 2000 juga menemukan bahwa individu yang mengalami obesitas cenderung memiliki kadar vitamin D dalam darah yang rendah. Hal tersebut memunculkan teori bahwa adanya hubungan konsumsi vitamin D dengan kejadian obesitas. Terdapat dua kemungkinan yang menyebabkan hal tersebut diantaranya adalah individu dengan berat badan lebih cenderung jarang mengonsumsi makanan sumber vitamin D atau cenderung tidak terpapar sinar matahari karena jarang beraktivitas di luar rumah.

Fakta menarik lainnya adalah dengan menurunkan berat badan, maka akan meningkatkan kadar vitamin D yang tersimpan dalam darah. Suatu hasil studi menunjukan terdapat perbedaan enzim yang berperan dalam mengaktifkan vitamin D pada individu dengan berat badan normal dan dengan yang mengalami obesitas. Oleh karena itu, terdapat kemungkinan bahwa kadar vitamin D bergantung pada berat badan seseorang, dimana individu dengan berat badan lebih membutuhkan vitamin D lebih banyak. Hal ini juga menjelaskan bagaiamana individu dengan obesitas lebih mungkin untuk terdeteksi defisiensi vitamin D.

Studi eksperimental pada tahun 2014 yang dilakukan selama satu tahun menunjukan bahwa individu yang melakukan upaya diet dan olahraga serta mengonsumsi cukup vitamin D mengalami penurunan berat badan yang lebih signifikan dibandingkan individu yang tidak cukup mengonsumsi vitamin D. Dalam studi lainnya, manfaat vitamin D tidak selalu menimbulkan penurunan berat badan namun terdapat penurunan lemak tubuh secara signifikan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca