3 Manfaat Makan Keju Bagi Kesehatan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Saat Anda berusaha untuk menurunkan berat badan atau mungkin menjaga pola makan sehat, mungkin keju adalah salah satu makanan yang masuk dalam daftar makanan yang akan Anda hindari. Padahal, keju sering dinikmati bersama pizza, mie rebus, nasi goreng, dan sejumlah besar kue-kue serta makanan manis. Membayangkan makanan-makanan itu saja, sudah membuat takut untuk menghitung kalori totalnya. Namun tahukah Anda bahwa makan keju juga dapat memberi manfaat bagi kesehatan? Berikut beberapa manfaat makan keju.

Manfaat makan keju bagi tubuh kita

Keju adalah bentuk padat (proses koagulasi) dari susu. Seiring berjalannya waktu, bentuk, rasa, tekstur dan penyajian keju pun semakin beragam. Keju memang mengandung lemak, sodium dan kalori yang tinggi. Walaupun begitu, sederet kreativitas sajian keju saat ini tidak lantas mengurangi manfaat makan keju bagi kesehatan.

1. Menyehatkan gigi

Suatu penelitian yang dilakukan oleh Dokter Ravishankar Telgi kepada 68 partisipan berusia 12 hingga 15 tahun, mengungkapkan bahwa keju memiliki kemampuan untuk melindungi gigi dari kerusakan gigi. Para partisipan adalah orang-orang yang secara acak telah dipilih dan tak memiliki gangguan pada gigi mereka.

Pada awalnya para partisipan telah diminta untuk tidak makan dan minum apapun selama 48 jam sebelum penelitian, guna tak mengganggu aktivitas plak dalam mulut. Para partisipan tersebut lalu dibagi menjadi beberapa kelompok yang akan mengunyah makanan yang sama selama 3 menit ke depan. Dalam waktu 3 menit ini, sebanyak 4 kali dalam waktu yang berbeda para peneliti akan mengukur tingkat keasaman (pH) plak yang dihasilkan.

Makanan yang diberikan merupakan produk olahan susu seperti keju, yoghurt, dan susu. Hasil pengukuran lalu mengungkapkan bahwa, pH plak partisipan yang diberi keju terus mengalami peningkatan dibandingkan dengan pH makanan yang lain. Semakin tinggi pH plak seseorang, maka akan semakin kecil potensi gigi berlubang maupun gangguan gigi yang lain.

Keju diyakini memiliki suatu kandungan yang mampu melindungi gigi dari aktivitas bakteri yang dapat menyebabkan gigi berlubang (antikariogenik).

2. Mencegah resisten insulin

Penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health mengungkapkan bahwa makanan berbahan dasar susu, keju salah satunya, mengandung substansi alami yang diprediksikan mampu membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2, suatu asam lemak yang dikenal dengan trans-palmitoleic acid. 

Dari studi observasional yang mereka lakukan ini, didapatkan informasi bahwa mengonsumsi asam lemak tersebut mampu mencegah terjadinya resisten insulin, suatu kondisi di mana hormon insulin yang disekresikan oleh pankreas tidak bekerja sebagaimana mestinya untuk mencerna karbohidrat. Namun masih perlu penelitian lebih lanjut untuk meyakinkan hasil temuan ini.

3. Meningkatkan kandungan kolesterol baik dalam tubuh

Mungkin sudah jadi wawasan umum bahwa keju merupakan produk olahan susu yang kaya akan lemak. Namun lemak tersebut tidak lantas meningkatkan kandungan kolesterol jahat pada tubuh. Penelitian yang dilakukan oleh Farinaz Raziani kepada 139 orang dewasa berhasil mengungkapkan bahwa mengkonsumsi keju dengan kandungan tinggi tinggi selama 12 minggu, tidak lantas menambah kandungan kolesterol jahat dalam tubuh Anda. Bahkan kandungan lemak baik Anda tetap mengalami kenaikan.

Namun tetap, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Anda akan lebih menikmati manfaat makan keju pada kesehatan, tentu bila Anda menikmatinya dengan jumlah sewajarnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

Banyak yang mengira makan makanan sehat itu susah dan perlu banyak usaha, jadi orang yang sibuk tidak akan bisa. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 22/07/2020 . Waktu baca 12 menit

Seperti Apa Porsi Makan yang Tepat Agar Diet Cepat Berhasil?

Pembagian porsi makan yang tepat ternyata termasuk kunci penting dalam keberhasilan diet. Lalu bagaimana pembagian porsi makan yang tepat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit

3 Resep Pasta Gandum Rendah Kalori yang Mudah Dimasak

Menu diet tidak harus itu-itu melulu sajiannya. Anda masih bisa makan pasta nikmat dan pastinya rendah kalori. Simak 3 resep pasta gandum pada artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

Diet eliminasi akan membantu Anda untuk menemukan beberapa jenis makanan yang memperburuk kondisi tubuh Anda. Seperti apa dietnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Alergi, Health Centers 05/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

keju untuk bayi

Usia Berapa Bayi Mulai Diperbolehkan Makan Keju?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 7 menit
berat badan turun bukan berarti lemak berkurang

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
makan tidak teratur

6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 4 menit
lemak paha sulit dihilangkan

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit