4 Zat Gizi Penting yang Seringnya Kurang Tercukupi Dalam Tubuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tubuh membutuhkan asupan vitamin dan mineral untuk bisa berfungsi sebaik mungkin. Di sisi lain, tubuh tidak bisa menghasilkan seluruh nutrisi ini sendirian sehingga perlu mendapat bantuan dari asupan makanan. Sayangnya kebanyakan orang gagal mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tubuhnya. Orang yang memiliki pola makan sehat sekalipun mungkin saja masih kekurangan nutrisi yang ia butuhkan. Kebutuhan gizi yang kadang tidak sejalan dengan asupan gizi yang masuk dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kekurangan gizi. Berikut adalah beberapa nutrisi dan gizi yang sering dinyatakan kurang dalam tubuh.

Asupan nutrisi yang tidak tercukupi dapat menyebabkan kekurangan gizi tertentu dalam tubuh

1. Zat besi

Zat besi merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi dan memelihara jumlah sel darah merah tetap sehat. Kebutuhan zat besi sangat tinggi, terutama pada remaja wanita dan ibu hamil. Namun, seringnya kebutuhan zat besi ini sulit untuk terpenuhi karena kurang mengonsumsi makanan tinggi zat besi atau alasan lainnya.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh menghasilkan lebih sedikit sel darah merah, sel darah merah berukuran lebih kecil, dan berwarna lebih pucat. Sel darah merah juga menjadi kurang aktif dalam mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, Anda bisa mengalami anemia, dengan gejala letih, lemah, lelah, lesu, dan lunglai.

Untuk menghindari hal ini, konsumsi makanan tinggi zat besi sangat diperlukan, terutama pada remaja wanita dan ibu hamil. Anda bisa mendapatkan zat besi dari makanan, seperti daging merah, sayuran berdaun hijau, dan kuning telur.

2. Asam folat

Asam folat atau juga disebut vitamin B9 dapat membantu tubuh membuat sel darah merah dan menghasilkan DNA. Asam folat juga merupakan mineral penting yang dibutuhkan ibu hamil untuk perkembangan otak, fungsi sistem saraf, dan sumsum tulang belakang janin.

Kebutuhan asam folat yang tinggi membuat ibu hamil rentan mengalami kekurangan asam folat. Akibatnya, ibu hamil bisa mengalami anemia dan janin yang dikandungnya pun bisa mengalami cacat lahir dan masalah pertumbuhan. Anda bisa mendapatkan asam folat dari kacang-kacangan, buah sitrus (seperti jeruk), sayuran hijau, daging, kerang, dan gandum.

3. Kalsium

Kalsium membantu pertumbuhan dan perkembangan tulang, sehingga kebutuhan kalsium sangat tinggi pada usia anak-anak sampai remaja. Selain itu, kalsium juga membantu kerja jantung, saraf, dan otot. Kekurangan kalsium biasanya tidak menunjukkan gejala apapun, tapi kekurangan kalsium dapat menyebabkan masalah kesehatan serius dari waktu ke waktu.

Jika Anda kurang mengonsumsi makanan sumber kalsium dalam jumlah cukup (rata-rata 1200 mg per hari), maka tubuh akan mengambil kalsium dari tulang Anda. Hal ini lama-kelamaan dapat menyebabkan tulang keropos atau osteoporosis. Kekurangan kalsium juga dapat menyebabkan detak jantung menjadi abnomal. Untuk itu, sebaiknya penuhi kebutuhan kalsium Anda. Anda bisa memperoleh asupan kalsium dari susu, yogurt, keju, ikan dengan tulang (seperti ikan teri), sayuran hijau, dan sereal.

4. Vitamin D

Selain kalsium, vitamin D juga sangat dibutuhkan tulang agar tetap sehat dan kuat. Vitamin D dapat membantu tubuh dalam menyerap kalsium, sehingga mendukung pertumbuhan tulang dan gigi. Sumber vitamin D yang paling baik adalah dari sinar matahari, namun juga bisa didapatkan dari makanan. Orang yang jarang terpapar dengan sinar matahari dan kurang mengonsumsi makanan kaya vitamin D berisiko mengalami kekurangan gizi vitamin D. Dilansir dari Healthline, risiko kekurangan vitamin D tergolong rendah khususnya pada orang yang berkulit gelap.

Menurut National Institutes of Health, paparan sinar matahari selama 5-30 menit sebanyak dua kali seminggu pada wajah, lengan, leher, atau punggung sudah dapat memberi Anda vitamin D dalam jumlah cukup. Selain itu, Anda juga harus mendapatkan vitamin D dari makanan, seperti ikan berlemak, jamur, kuning telur, minyak hati ikan, hati, dan susu yang diperkaya vitamin D.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 30, 2017 | Terakhir Diedit: Oktober 29, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca