Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Jenis-jenis Yogurt dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Ketika Anda mengunjungi minimarket atau supermarket, Anda akan ditawarkan dengan berbagai pilihan yogurt. Mulai dari plain yogurt, yogurt rendah lemak, greek yogurt, dan lain-lain. Anda mungkin jadi bingung ketika ingin memilih jenis yogurt yang paling baik buat kesehatan Anda. Pasalnya, setiap orang memang punya kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda. Karena itu, Anda harus tahu dulu apa saja jenis yogurt yang tersedia dan kandungannya.

Berbagai jenis yogurt dan kandungannya

Secara umum, yogurt kaya akan kandungan kalsium yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang, asupan vitamin B12 dan asam folat yang membantu melancarkan aliran darah Anda, serta kaya akan kandungan bakteri baik yang menyehatkan pencernaan. Karena itu, yogurt sering didaulat sebagai camilan sehat yang tidak akan bikin gemuk.

Padahal, tidak semua yogurt punya khasiat yang sama. Beberapa jenis yogurt malah bisa bikin gemuk kalau Anda tidak mengonsumsinya secara bijak. Ini karena cara pengolahan dan kandungan setiap yogurt berbeda-beda.

Kandungan berbagai yogurt

Berdasarkan US Department of Agriculture, berikut kandungan yogurt tiap 227 gram (8 ons) menurut jenis-jenisnya.

  • Full-fat yogurt tanpa rasa mengandung 140 kalori, 8 gram protein, 7,4 gram lemak, 11 gram karbohidrat dan gula, dan 275 miligram (mg) kalsium.
  • Non-fat yogurt (tanpa lemak) mengandung 130 kalori, 13 gram protein, 0,4 gram lemak, 17,4 gram karbohidrat dan gula, dan 450 mg kalsium.
  • Non-fat greek yogurt tanpa rasa mengandung 130 kalori, 23 gram protein, tanpa lemak, 9 gram karbohidrat dan gula, dan 250 mg kalsium.

Low-fat vs full-fat

Memang, yogurt low-fat (rendah lemak) lebih direkomendasikan karena memiliki kalori yang lebih rendah. Namun, sebenarnya yogurt rendah lemak memiliki lebih banyak gula. Mengapa? Kandungan lemak yang rendah membuat rasanya tidak senikmat yogurt full-fat, yaitu yogurt yang ada kandungan lemaknya. Jadi, produsen menambahkan gula agar yogurt tetap nikmat.

Di sisi lain, yogurt full-fat juga tidak sepenuhnya buruk. Walau kandungan kalorinya lebih tinggi, namun yogurt ini mengandung lemak trans alami yang tidak berbahaya layaknya lemak trans pada makanan olahan. Bahkan jenis lemak ini membantu mengurangi peradangan, mengurangi risiko penyakit jantung, membantu mengontrol tekanan darah, dan melawan kanker.

Intinya, yogurt tanpa rasa baik yang berlemak maupun yang rendah lemak (atau tanpa lemak) bisa memberikan manfaat walau berbeda. Sesuaikan pemilihan yogurt dengan kebiasaan makan dan target kalori Anda.

Greek yogurt vs yogurt biasa

Greek yogurt sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yogurt biasa, hanya teksturnya lebih kental. Jenis yogurt ini memiliki kandungan whey dan laktosa yang jauh lebih rendah dibandingkan yogurt biasa. Jadi bagi Anda yang memiliki intoleransi laktosa, greek yogurt merupakan pilihan yang bagus untuk camilan.

Greek yogurt juga mengandung protein dua kali lebih banyak. Namun, memang kalori dan lemak yang dikandung greek yogurt lebih banyak dan kandungan kalsiumnya lebih sedikit daripada yogurt biasa. Karena itu, greek yogurt bagus untuk Anda yang sedang mengalami infeksi karena penyakit tertentu. Protein dan kalori sangat dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi.

Non-dairy yogurt

Bagi Anda yang memiliki intoleransi laktosa, selain greek yogurt, Anda juga bisa mengonsumsi yogurt yang terbuat dari bahan alternatif selain susu. Istilahnya yaitu non-dairy yogurt. Contohnya adalah yogurt yang terbuat dari kacang kedelai atau kelapa.

Jenis yogurt ini tidak mengandung laktosa sehingga aman untuk Anda konsumsi. Karena yogurt jenis ini terbuat dari tumbuhan, maka kandungan lemaknya pun jauh lebih rendah. Anda yang vegetarian pun dapat mengonsumsi yogurt jenis ini. Namun, perlu diingat, kalsium yang dikandung sangat rendah. Anda harus pastikan terlebih dahulu bahwa yogurt yang Anda beli mengandung kalsium dan vitamin D tambahan.

Baca Juga:

Sumber