Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Jenis-jenis Yogurt dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda mengunjungi minimarket atau supermarket, Anda akan ditawarkan dengan berbagai pilihan yogurt. Mulai dari plain yogurt, yogurt rendah lemak, greek yogurt, dan lain-lain. Anda mungkin jadi bingung ketika ingin memilih jenis yogurt yang paling baik buat kesehatan Anda. Pasalnya, setiap orang memang punya kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda. Karena itu, Anda harus tahu dulu apa saja jenis yogurt yang tersedia dan kandungannya.

Berbagai jenis yogurt dan kandungannya

Secara umum, yogurt kaya akan kandungan kalsium yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang, asupan vitamin B12 dan asam folat yang membantu melancarkan aliran darah Anda, serta kaya akan kandungan bakteri baik yang menyehatkan pencernaan. Karena itu, yogurt sering didaulat sebagai camilan sehat yang tidak akan bikin gemuk.

Padahal, tidak semua yogurt punya khasiat yang sama. Beberapa jenis yogurt malah bisa bikin gemuk kalau Anda tidak mengonsumsinya secara bijak. Ini karena cara pengolahan dan kandungan setiap yogurt berbeda-beda.

Kandungan berbagai yogurt

Berdasarkan US Department of Agriculture, berikut kandungan yogurt tiap 227 gram (8 ons) menurut jenis-jenisnya.

  • Full-fat yogurt tanpa rasa mengandung 140 kalori, 8 gram protein, 7,4 gram lemak, 11 gram karbohidrat dan gula, dan 275 miligram (mg) kalsium.
  • Non-fat yogurt (tanpa lemak) mengandung 130 kalori, 13 gram protein, 0,4 gram lemak, 17,4 gram karbohidrat dan gula, dan 450 mg kalsium.
  • Non-fat greek yogurt tanpa rasa mengandung 130 kalori, 23 gram protein, tanpa lemak, 9 gram karbohidrat dan gula, dan 250 mg kalsium.

Low-fat vs full-fat

Memang, yogurt low-fat (rendah lemak) lebih direkomendasikan karena memiliki kalori yang lebih rendah. Namun, sebenarnya yogurt rendah lemak memiliki lebih banyak gula. Mengapa? Kandungan lemak yang rendah membuat rasanya tidak senikmat yogurt full-fat, yaitu yogurt yang ada kandungan lemaknya. Jadi, produsen menambahkan gula agar yogurt tetap nikmat.

Di sisi lain, yogurt full-fat juga tidak sepenuhnya buruk. Walau kandungan kalorinya lebih tinggi, namun yogurt ini mengandung lemak trans alami yang tidak berbahaya layaknya lemak trans pada makanan olahan. Bahkan jenis lemak ini membantu mengurangi peradangan, mengurangi risiko penyakit jantung, membantu mengontrol tekanan darah, dan melawan kanker.

Intinya, yogurt tanpa rasa baik yang berlemak maupun yang rendah lemak (atau tanpa lemak) bisa memberikan manfaat walau berbeda. Sesuaikan pemilihan yogurt dengan kebiasaan makan dan target kalori Anda.

Greek yogurt vs yogurt biasa

Greek yogurt sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yogurt biasa, hanya teksturnya lebih kental. Jenis yogurt ini memiliki kandungan whey dan laktosa yang jauh lebih rendah dibandingkan yogurt biasa. Jadi bagi Anda yang memiliki intoleransi laktosa, greek yogurt merupakan pilihan yang bagus untuk camilan.

Greek yogurt juga mengandung protein dua kali lebih banyak. Namun, memang kalori dan lemak yang dikandung greek yogurt lebih banyak dan kandungan kalsiumnya lebih sedikit daripada yogurt biasa. Karena itu, greek yogurt bagus untuk Anda yang sedang mengalami infeksi karena penyakit tertentu. Protein dan kalori sangat dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi.

Non-dairy yogurt

Bagi Anda yang memiliki intoleransi laktosa, selain greek yogurt, Anda juga bisa mengonsumsi yogurt yang terbuat dari bahan alternatif selain susu. Istilahnya yaitu non-dairy yogurt. Contohnya adalah yogurt yang terbuat dari kacang kedelai atau kelapa.

Jenis yogurt ini tidak mengandung laktosa sehingga aman untuk Anda konsumsi. Karena yogurt jenis ini terbuat dari tumbuhan, maka kandungan lemaknya pun jauh lebih rendah. Anda yang vegetarian pun dapat mengonsumsi yogurt jenis ini. Namun, perlu diingat, kalsium yang dikandung sangat rendah. Anda harus pastikan terlebih dahulu bahwa yogurt yang Anda beli mengandung kalsium dan vitamin D tambahan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Minum obat terus minum madu? Boleh atau tidak? Baiknya Anda simak penjelasan di sini mengenai bahaya dan anjuran saat minum madu.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat, Fakta Unik 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Menguak Manfaat Power Nap dan Bedanya Dengan Tidur Siang Biasa

Badan lemas, ngantuk, dan mata berat? Itu tandanya Anda butuh tidur siang! Yuk, intip trik power nap ini agar tidur siang lebih berkualitas dan bermanfaat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Manfaat Buah Melon yang Menyehatkan Tubuh

Suka makan buah melon? Tapi, tahukah Anda kalau manfaat buah melon sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia? Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

Banyak yang mengira makan makanan sehat itu susah dan perlu banyak usaha, jadi orang yang sibuk tidak akan bisa. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 22/07/2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nutrisi untuk mencegah covid

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit
lemak paha sulit dihilangkan

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit
cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 3 menit
tidur pakai bra

Tidur Sebaiknya Pakai Bra atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit