4 Kesalahan Makan Oatmeal yang Bikin Berat Badan Malah Naik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin sudah sering dengar tren makan oatmeal untuk menurunkan berat badan. Oatmeal atau bubur gandum memang bisa jadi pengganti makanan pokok seperti nasi atau kentang. Namun, beberapa orang justru berat badannya bertambah setelah rutin makan oatmeal. Berarti diet dengan oatmeal kurang efektif, dong? Tunggu dulu. Untuk menjawab teka-teki apakah oatmeal bikin gemuk, simak penjelasan berikut ini.

Apakah oatmeal bikin gemuk?

Sebelum menjawab apakah oatmeal bikin gemuk, Anda harus memahami dulu sebenarnya apa itu oatmeal. Oatmeal dibuat dari gandum utuh yang kaya serat dan bebas lemak jenuh. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya serat dan minim lemak jenuh ampuh untuk mencegah kelebihan berat badan. Karena itu, oatmeal jadi pilihan yang baik buat Anda yang sedang diet.

Namun, bukan berarti makan oatmeal bisa menurunkan berat badan Anda secara instan. Sebuah penelitian dalam jurnal Physiology & Behavior tahun 2010 menguak bahwa oatmeal memang bisa bikin Anda lebih gemuk. Menurut pakar psikologi konsumen dari Cornell University yang memprakarsai penelitian tersebut, Brian Wansink, Ph.D., sebetulnya bukan bubur gandumnya sendiri yang bikin gemuk. Melainkan bagaimana cara Anda mengonsumsi oatmeal tiap hari. Kalau Anda salah strategi, tentu saja berat badan Anda bisa bertambah.

Kesalahan makan oatmeal yang bikin gemuk

Meskipun ada yang berat badannya justru bertambah, Anda tak perlu khawatir mengonsumsi oatmeal untuk diet. Selama Anda tak melakukan kesalahan-kesalahan berikut ini, sarapan oatmeal tak akan bikin berat badan bertambah.

1. Porsinya kebanyakan

Selama ini Anda mungkin makan oatmeal lebih dengan porsi yang terlalu banyak. Oatmeal kering yang di mangkuk Anda memang terlihat sedikit dan tak bikin kenyang. Padahal nanti kalau sudah dimasak atau diseduh, oatmeal akan mengembang dan teksturnya sangat padat.

Menurut seorang ahli gizi klinis dari Amerika Serikat, Jennifer Bowers Ph.D., R.D., triknya adalah makan dengan mangkuk berukuran kecil. Dengan begitu, Anda tak akan menuang terlalu banyak gandum kering dan mangkuk Anda jadi terlihat lebih penuh. Hal ini bisa mengecoh otak seolah Anda sudah makan cukup banyak.

2. Pakai topping yang tak sehat

Gandum utuh memang sehat, tapi kalau Anda makan dengan topping yang kurang sehat, efeknya bagi tubuh tak akan terasa. Misalnya kalau Anda pakai selai cokelat kacang yang kadar gulanya tinggi atau lauk gorengan seperti nugget atau kornet.

Ingat, bukan berarti karena sudah makan oatmeal berarti Anda bisa makan sembarangan. Pilihlah topping yang mendukung diet Anda misalnya telur yang kaya protein atau buah-buahan segar. Kalau ingin menambahkan cita rasa tertentu, Anda bisa pakai madu rendah gula atau kayu manis.

3. Anda makan oatmeal siap saji

Oatmeal siap saji (instan) memang lebih mudah dibuat, apalagi di pagi hari. Anda tinggal menyeduhnya saja dengan air panas. Akan tetapi, oatmeal cepat saji kadar gulanya jauh lebih tinggi daripada oatmeal yang harus dimasak atau direbus dulu. Semakin tinggi kadar gulanya, tubuh malah akan menyimpan cadangan lemak lebih banyak daripada yang dibakar jadi energi. Ini tentu bisa bikin berat badan Anda bertambah.

4. Terlalu banyak bahan tambahan

Kalau Anda belum biasa makan oatmeal atau tidak suka dengan rasanya yang hambar, Anda mungkin akan menambahkan bahan-bahan seperti susu, gula, bubuk kakao (cokelat), atau garam. Padahal, tanpa Anda sadari menambahkan macam-macam bahan bisa meningkatkan kadar lemaknya secara signifikan.

Sebaiknya, masak oatmeal Anda dengan air saja. Lama-lama Anda akan terbiasa dengan rasa dan teksturnya sehingga tak perlu diberi tambahan macam-macam lagi. Anda pun tak perlu khawatir kalau oatmeal bikin gemuk.  

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

10 Makanan Lezat yang Mengandung Protein Tinggi

Protein adalah zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan tubuh manusia dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Berikut 10 makanan sumber protein tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit