Kalau Anda sedang menurunkan berat badan, Anda mungkin jadi takut ngemil. Padahal, orang yang sedang diet sebenarnya masih boleh ngemil, lho. Bila Anda bijak dalam memilih camilan dan tidak makan berlebihan, ngemil saat diet tidak akan bikin gemuk atau menggagalkan diet Anda.

Bagaimana, mau coba ngemil sehat untuk diet? Jangan sampai Anda melakukan tujuh kesalahan yang paling sering dilakukan berikut ini, ya!

1. Makan camilan sehat kebanyakan

Meskipun Anda memilih camilan sehat seperti buah-buahan atau yoghurt rendah lemak, bukan berarti Anda boleh ngemil sepuasnya. Kebanyakan ngemil saat diet juga bisa membuat Anda susah turun berat badan. Pasalnya, camilan sehat Anda tetap mengandung kalori atau gula.

Solusi: Agar Anda tidak makan camilan sehat kebanyakan, jadwalkan waktu ngemil dan atur porsinya supaya tidak kelebihan kalori. Dengan begitu, saat ingin ngemil Anda sudah tahu seberapa batasnya.

2. Tertipu camilan yang katanya sehat

Saat ini sudah banyak camilan yang dipasarkan dengan janji lebih sehat. Misalnya rendah lemak, rendah gula, bebas pengawet, organik, atau dibuat dari buah asli. Label-label seperti ini belum tentu benar, lho. Kalau Anda tidak hati-hati dan akhirnya tertipu, Anda bisa jadi mengonsumsi camilan yang tinggi kalori, gula, garam, dan lemak.

Solusi: Sebelum beli produk camilan kesukaan, selalu baca lagi label kemasannya. Meskipun katanya rendah lemak, periksa tabel informasi gizi dan pastikan kadar lemak totalnya benar-benar rendah.  

3. Mengurangi asupan vitamin dan mineral alami

Banyak orang malah lupa memenuhi kebutuhan nutrisi harian yang alami seperti vitamin dan mineral. Ini karena merasa sudah kenyang dan telah mendapatkan nutrisi dari camilan selama diet. Padahal nutrisi seperti protein, vitamin, dan mineral dari makanan sehat masih jauh lebih penting untuk mengendalikan berat badan daripada kebanyakan makan camilan.

Solusi: Daripada makan camilan yang bikin kenyang seperti roti, es krim, atau kentang goreng, pilih yang cukup ringan tapi kaya nutrisi. Misalnya brokoli dan potongan wortel rebus.

otak atur nafsu makan

4. Ngemil di saat tidak lapar

Karena sudah kebiasaan, Anda mungkin tetap ngemil padahal Anda tidak lapar. Diet pun bisa jadi berantakan karena Anda justru akan kebanyakan makan setiap hari.

Solusi: Kurangi porsi makan Anda saat diet sehingga Anda bisa makan dan ngemil lebih sering. Sejumlah penelitian membuktikan kalau sering makan dalam porsi sedikit lebih ampuh dalam mengusir lemak yang membandel.

5. Memilih camilan kemasan

Makan camilan kemasan memang enak. Misalnya cokelat, keripik kentang, atau jus buah kemasan. Akan tetapi, menurut seorang ahli gizi asal Amerika Serikat, Elizabeth Somer, makanan kemasan yang sudah diproses berulang kali mengandung kalori yang lebih tinggi. Berat badan Anda mungkin justru bertambah kalau Anda ngemil sembarangan.

Solusi: Pilih camilan yang prosesnya paling alami. Misalnya ganti jus buah kemasan siap saji dengan jus buah segar yang Anda buat sendiri di rumah.  

6. Langsung makan camilan dari kemasan besar

Bila terpaksanya Anda harus makan camilan kemasan, Anda mungkin terbiasa untuk makan langsung dari kemasannya yang cukup besar. Akibatnya, Anda pun tak sadar sudah ngemil kebanyakan. Ini karena Anda merasa harus menghabiskan satu bungkus dalam sekali makan.

Solusi: Jangan makan langsung dari kemasannya. Pindahkan dulu ke wadah yang lebih kecil dan makanlah secukupnya. Hindari ngemil sambil menonton televisi atau main handphone. Pasalnya, Anda juga mungkin tak sadar kalau sudah makan kebanyakan.

7. Ngidam tidak terpenuhi

Ketika ngemil saat diet, Anda mungkin memilih makanan yang tidak memuaskan lidah. Misalnya Anda ngidam kentang goreng dan justru ngemil granola bar. Anda pun masih ngidam dan saat makan besar malah makan karbohidrat kebanyakan.

Solusi: Bukan berarti Anda harus selalu makan camilan yang diidamkan lidah. Siasati saja agar camilan tetap lezat dan sehat. Misalnya daripada makan kentang goreng di restoran cepat saji, buat sendiri kentang panggang di rumah.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca