Diet Soda, Apa Benar Bisa untuk Menurunkan Berat Badan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Minuman soda memang sudah menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi oleh banyak orang. Di berbagai restoran cepat saji, minuman soda menjadi minuman yang pas dinikmati bersama kentang goreng atau hamburger Anda. Namun, terlalu sering mengonsumsi minuman bersoda rupanya dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit tertentu. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal ini para produsen minuman soda mengeluarkan produk minuman soda yang rendah kalori yang dinamakan diet soda. Bahkan katanya diet soda ini bisa membantu menurunkan berat badan. Apa benar?

Diet soda membantu menurunkan berat badan, benarkah?

Diet soda merupakan minuman berkarbonasi yang mengandung kalori lebih rendah. Hal ini membuat minuman diet soda mungkin lebih baik dibandingkan minuman soda biasa. Kandungan kalorinya yang lebih rendah membuat banyak orang beranggapan bahwa minuman ini tidak menyebabkan kenaikan berat badan, seperti minuman soda biasa.

Bahkan, sebuah penelitian yang didanai oleh American Beverage Association membuktikan bahwa orang yang mengonsumsi diet soda dapat menurunkan berat badan lebih banyak (sebesar 6 kg) dibandingkan orang yang tidak mengonsumsinya (hanya 4 kg) dalam waktu 12 minggu. Peneliti menjelaskan bahwa orang yang minum soda lebih mampu mengatasi perubahan perilaku saat diet sebagai upaya untuk menurunkan berat badan.

Namun, penelitian ini banyak dibantah oleh penelitian lain yang mengatakan bahwa diet soda justru dapat meningkatkan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit tertentu.

Penelitian lain membuktikan sebaliknya

Walaupun diet soda mengandung kalori yang lebih rendah, namun diet soda tetap mengandung pemanis buatan. Nah, pemanis buatan inilah yang dapat menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan.

Banyak penelitian yang menghubungkan pemanis buatan dengan peningkatan nafsu makan. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Purdue University. Penelitian ini membuktikan bahwa pemanis buatan dapat mengganggu kemampuan alami tubuh dalam menilai dan mengatur kalori dari makanan.

Pemanis buatan dalam diet soda dapat membuat tubuh bingung. Tubuh menjadi kurang mampu dalam mengenali energi yang ada dalam cairan manis yang masuk ke tubuh Anda. Sehingga, saat tubuh merasa belum cukup menerima kalori (padahal sudah banyak menerima cukup gula), maka tubuh akan meningkatkan nafsu makan Anda. Hal ini kemudian dapat menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan.

Penelitian lain yang diikuti lebih dari 5000 orang dewasa selama 7-8 tahun juga membuktikan bahwa soda dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Semakin banyak diet soda yang dikonsumsi, maka semakin banyak pertambahan berat badan yang dicapai oleh partisipan dalam penelitian tersebut.

Efek sering minum soda, selain kenaikan berat badan

Tak hanya dihubungkan dengan kenaikan berat badan, soda juga banyak dihubungkan dengan berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan diabetes. Penelitian yang dilakukan oleh University of Minnesota membuktikan bahwa minum satu kaleng diet soda per hari dapat dihubungkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik sebesar 36%.

Sindrom metabolik menggambarkan sekelompok kondisi, yaitu tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol tinggi, dan lingkar pinggang besar. Hal ini kemudian dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Selain itu, soda juga dihubungkan dengan peningkatan risiko osteoporosis, masalah pada gigi (seperti gigi berlubang), memicu sakit kepala, bahkan juga dihubungkan dengan risiko depresi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Antara Dada dan Paha Ayam, Mana yang Lebih Banyak Gizinya?

Paha ayam lebih murah dan lebih mudah untuk diolah. Di sisi lain, dada ayam lebih ekonomis karena dagingnya lebih banyak. Bagaimana dari sisi kesehatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Nutrisi, Hidup Sehat 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit

13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

Banyak yang mengira makan makanan sehat itu susah dan perlu banyak usaha, jadi orang yang sibuk tidak akan bisa. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juli 2020 . Waktu baca 12 menit

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Ikan Dori Lokal (Patin), Plus Resep Sehatnya untuk Variasi Menu Makan

Suka makan fillet ikan dori goreng di kafe-kafe kekinian? Psst... Tahu tidak kalau sebenarnya ikan dori itu tidak boleh dimakan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 19 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
wanita aktif karena rutin berolahraga dan mengonsumsi suplemen cegah osteoporosis

Cari 3 Kandungan Suplemen Ini untuk Cegah Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
lansia bermain di pantai berkat kesehatan yang baik, seperti menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan probiotik

Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
diet tinggi serat

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit