Apa Benar Bisa Tubuh Gemuk Tapi Tetap Sehat?

Oleh

Selama bertahun-tahun para ahli percaya bahwa mungkin saja bagi seseorang untuk menjadi ‘gemuk tapi sehat’.

Namun, kini sejumlah peneliti mendobrak gagasan lama bahwa “risiko kematian akibat obesitas dapat ditanggulangi dengan menjadi sehat secara fisik” dengan menunjukkan bukti-bukti terbaru. Intinya, jika Anda kelebihan berat badan, melakukan olahraga rutin dan intens tidak akan mencegah Anda dari kematian dini. Orang obesitas yang rutin berolahraga memiliki kecenderungan kematian bahkan lebih cepat daripada orang-orang yang kurus dan tidak fit, ungkap peneliti.

Para peneliti mengklaim bahwa bagi orang yang kelebihan berat badan, upaya penurunan berat badan demi tubuh ideal yang sehat masih jauh lebih penting ketimbang hanya melakukan olahraga “untuk tetap sehat”.

Apa alasannya?

‘Gemuk tapi sehat’ tetap tidak menghindari Anda dari penyakit jantung dan kanker

Gagasan bahwa Anda bisa “gemuk tapi sehat” didasarkan pada teori bahwa konsentrasi tinggi dari kebugaran aerobik — seberapa efisien jantung dan paru-paru dapat menggunakan oksigen — dapat menebus komplikasi obesitas.

Dilansir dari NHS, studi independen dari Universitas Umea, Swedia ini menemukan bahwa peserta yang berada pada peringkat kelima tertinggi dalam level kebugaran aerobik memiliki risiko 51% lebih rendah dari kematian dari setiap penyebab, daripada mereka yang tidak aktif sama sekali. Tapi, efek ini hilang pada kelompok yang memiliki kelebihan berat badan, bahkan sekalipun mereka dalam kebugaran tingkat tinggi.

Dan, laki-laki yang ramping dan aktif memiliki penurunan risiko kematian dini hingga 30 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang “gemuk tapi sehat”.

Penelitian ini melibatkan lebih dari satu juta orang Swedia, dengan usia rata-rata 18 tahun pada saat perekrutan untuk angkatan bersenjata — yang mengharuskan mereka menjalani tes kebugaran dengan bersepeda ketika mereka mendaftar. Partisipan ini juga telah ditimbang dan diukur, yang memungkinkan peneliti untuk mengetahui apakah mereka mengalami obesitas.

Data dikumpulkan berdasarkan kebugaran fisik, kondisi kesehatan, status sosial ekonomi, dan penyebab kematian mereka setelah terus diikuti perkembangannya selama hampir 29 tahun. Dalam jangka waktu tersebut, tim peneliti menemukan empat penyebab kematian umum yang diderita oleh hampir 45 ribu partisipan studi tersebut, termasuk kanker dan penyakit jantung.

Perbandingan di atas juga ditarik menyesuaikan untuk efek tak terduga dari indeks massa tubuh, tekanan darah sitolik dan diastolik, variabel sosial ekonomi 15 tahun setelah pensiun wajib militer, dan diagnosis umum pada awal perekrutan studi. Sekali lagi, orang-orang dengan tingkat tertinggi kebugaran secara signifikan mengurangi risiko kematian dari semua penyebab, termasuk trauma, penyakit jantung atau cebrebrovascular, bunuh diri, dan penyalahgunaan zat.

Para peneliti juga mengamati tren linear untuk risiko kematian dari semua penyebab, dikelompokkan berdasarkan tingkat kebugaran aerobik di semua kategori BMI. Ketika membandingkan setengah kelompok teratas dari level kebugaran aerobik dibandingkan dengan bagian bawah, analisis menemukan bahwa kebugaran aerobik yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko signifikan peurunan kematian dari setiap penyebab di berat badan normal dan individu kelebihan berat badan. Namun, manfaat itu tidak signifikan untuk penderita obesitas dengan BMI 35 atau lebih.

‘Gemuk tapi sehat’ juga tidak berarti Anda terbebas dari ancaman diabetes

Sebuah penelitian di Australia yang melibatkan lebih dari 30.000 orang telah menemukan hanya menjadi individu yang aktif secara fisik tidak akan melindungi Anda dari mengembangkan penyakit jika Anda sudah terlanjur memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.

Dilansir dari The Guardian, diamati dari studi tersebut, kelompok orang obesitas — bahkan jika mereka termasuk aktif secara fisik (berolahraga rutin) dan menghabiskan sangat sedikit waktu untuk bersantai — memiliki lima kali lipat risiko pengembangan diabetes tipe 2 daripada mereka yang memiliki berat badan sehat, bahkan jika orang-orang ini memiliki tingkat aktivitas fisik yang lebih rendah dan lebih sering bermalas-malasan.

Orang yang kelebihan berat badan, ungkap studi tersebut lebih lanjut, memiliki dua kali lipat risiko daripada orang-orang yang berat badan normal dan kurang aktif.

Dengan demikian, satu lagi studi tambahan yang mendukung sanggahan bahwa “gemuk tapi sehat” adalah mungkin, dan mengurangi risiko segala penyakit yang dibawanya — termasuk diabetes tipe 2.

Kepala peneliti Thanh-Binh Nguyen dari University of Sydney mengatakan, “Jika Anda memiliki kelebihan berat badan, hanya hidup aktif secara fisik tidak dapat banyak membantu Anda dalam mencegah diabetes tipe 2. Yang akan membantu justru upaya mengurangi berat badan Anda. Jadi, penting untuk terus aktif secara fisik dan mulai menerapkan kebiasaan makan sehat.”

Sel lemak pada orang yang kegemukan berbeda dengan yang sel lemak orang ramping

Menurut hasil temuan studi yang dipublikasikan di Cell Reports diambil dari Scientific American, sel-sel lemak pada orang gemuk melakukan suatu aktivitas yang berbeda dari sel-sel lemak pada orang sehat.

Dengan melihat profil ekspresi gen (dari hasil biopsi sel lemak pada tiga kelompok peserta: 17 non-obesitas, 21 orang obesitas yang sensitif terhadap insulin, dan 30 orang obesitas yang kebal terhadap insulin), peneliti menemukan bahwa ketika mereka menyuntikkan peserta dengan insulin, respons sel hampir tidak bisa dibedakan pada dua kelompok obesitas.

Pengamatan bahwa dua tipe tubuh gemuk yang berbeda menampilkan tanggapan yang sangat mirip bisa memberikan petunjuk mengapa partisipan obesitas yang sensitif terhadap menampilkan morbiditas meningkat dan risiko penyakit jantung, dibandingkan dengan individu non-obesitas. Temuan ini merupakan dari faktor risiko independen dari cardio-metabolik (sindrom gangguan metabolisme), dan mempertanyakan gagasan “gemuk tapi sehat”.

Kelebihan berat badan tidak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan beberapa jenis kanker, tetapi juga membuat diabetes Anda lebih sulit untuk dikelola.

‘Gemuk tapi sehat’ bisa-bisa saja, asal…

Anda bisa saja “gemuk tapi sehat”, menurut laporan Clinical Guidelines on the Identification, Evaluation and Treatment of Overweight and Obesity in Adults tahun 1998  dari National Institutes of Health, dilansir dari WebMD.

Mereka menemukan bahwa orang yang kelebihan berat badan juga dapat dianggap sehat, jika memenuhi kriteria seperti: ukuran pinggang mereka berada dalam lingkar yang sehat (maksimum 89 cm untuk wanita dan 101 cm untuk pria), dan jika mereka tidak memiliki dua atau lebih kondisi berikut: tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi. Faktor risiko lain, seperti merokok, juga mempengaruhi apakah seseorang bisa dianggap sehat.

Tapi tunggu dulu.

‘Gemuk tapi sehat’ tetap bukan alasan

Pedoman tersebut juga menunjukkan bahwa orang yang kelebihan berat badan dan obesitas tidak boleh lagi memperoleh berat badan tambahan, dan sebaiknya tetap menurunkan beberapa kilogram berat yang sudah ada.

Lebih lanjut, ada juga bukti yang bertentangan, di mana para peneliti dengan keras membantah gagasan “gemuk tapi sehat. Dalam sebuah penelitian tahun 2013, para peneliti dari Lunenfeld-Tanenbaum Research Institute di Rumah Sakit Mount Sinai di Kanada menemukan bahwa orang yang memiliki berat badan di atas angka rekomendasi BMI mereka, tetapi tidak memiliki kolesterol normal atau tekanan darah, masih memiliki risiko 24% lebih tinggi untuk jantung penyakit atau kematian dini, dibandingkan dengan individu yang memiliki metabolisme sehat dalam rentang berat badan normal.

Kesimpulannya, gagasan-gagasan “motivasional” seperti ‘obesitas yang sehat’ dan ‘gemuk tapi sehat’ dinilai oleh banyak pihak terlalu menggampangkan masalah kesehatan serius yang mengintai di baliknya, yang masih menjadi misteri bagi para ahli.

Terakhir, gagasan ‘gemuk tapi sehat’ tidak boleh digunakan sebagai pembenaran untuk memiliki kelebihan berat badan, hanya sebagai pengingat bahwa kombinasi gaya hidup aktif dan membiasakan pola makan sehat merupakan solusi yang jauh lebih penting untuk kesehatan Anda secara keseluruhan daripada angka di timbangan Anda.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca