Apakah Ayam Broiler Sehat dan Bernutrisi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/06/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ayam broiler adalah ayam pedaging yang sangat umum diolah sebagai menu utama resto-resto fast food. Ukurannya yang besar dengan daging yang berlimpah membuat banyak orang menyukai ayam jenis ini. Namun, apakah ayam broiler baik untuk kesehatan? Yuk, cari tahu jawabannya dalam artikel berikut.

Apa itu ayam broiler?

Ayam broiler adalah ayam pedaging hasil dari persilangan berbagai spesies ayam kualitas terbaik di pasaran. Ayam jenis ini diternakkan dengan perlakuan khusus seperti ditempatkan dalam kandang luas dan nyaman serta diberikan pakan berkualitas guna menjaga kualitas daging yang dihasilkan nanti.

Tak hanya itu, peternak juga memberikan sejumlah perawatan khusus untuk menjaga kesehatan ayam agar terhindar dari berbagai penyakit.

Ketimbang ayam jenis lainnya, ayam broiler memiliki masa pertumbuhan yang relatif cepat dan singkat. Ini karena peternak menggunakan bibit ayam broiler terbaik sekaligus pakan yang bernutrisi tinggi.

Dalam kurun waktu sebulan saja, daging ayam broiler sudah siap untuk dipasarkan dan dikonsumsi.

Ayam broiler vs ayam kampung, mana yang lebih sehat?

Ayam broiler terlihat lebih gemuk dan besar ketimbang ayam kampung. Ketika dikulik nilai gizi dan nutrisinya, kedua jenis ayam ini pun juga memiliki perbedaan yang mencolok.

Dibanding ayam kampung, ayam broiler mengandung lebih banyak lemak karena diberikan pakan khusus dan obat-obatan tertentu agar mempercepat pertumbuhannya. Lain halnya dengan ayam kampung.

Ayam kampung dipelihara tanpa perlakuan khusus. Ayam kampung biasanya dilepas bebas di pekarangan dan dibiarkan mencari makan sendiri. Jika diternakkan, peternak hanya akan memberikan makanan biasa seperti nasi kering.

Meski begitu, kandungan lemak juga tergantung dari ada tidaknya kulit ayam pada hidangan tersebut. Daging ayam dengan kulit, entah itu ayam kampung atau negeri, memiliki 50 kalori lebih besar ketimbang daging tanpa kulit. Jadi, baik itu ayam broiler maupun ayam kampung, jika diolah dengan cara yang tepat, maka keduanya sama-sama baik untuk kesehatan.

Bahaya kebanyakan makan ayam broiler bagi kesehatan

Banyak orang mengira bahwa semua ayam broiler pasti tidak baik bagi kesehatan. Namun jika ayam ternak ini dirawat dengan cara yang sesuai aturan, ayam ini sama sehat dan bergizinya dengan ayam kampung.

Sayangnya, sejumlah produsen ayam yang berlaku curang demi mencukupi meningkatnya permintaan daging ayam sembari meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Sudah tidak asing lagi bagi orang-orang Indonesia sesekali mendengar berita tentang peternak ayam yang nekat menggunakan antibiotik dan menyuntikkan hormon buatan.

Kedua obat ini digunakan untuk mempercepat pertumbuhan ayam, serta menghemat biaya produksi, perawatan ayam, dan penggunaan pakan. Di sisi lain, kandungan obat-obatan seperti antibiotik maupun hormon sintesis dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada manusia yang memakan ayam tersebut. Misalnya saja, reaksi alergi, keracunan makanan, infeksi bakteri, resistensi antibiotik, hingga gangguan sistem reproduksi. Nah, inilah yang bahaya.

Kabar baiknya, baru-baru ini pemerintah telah mengeluarkan larangan penggunaan antibiotik pada pakan ternak. Dikutip dari laman Bisnis, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita menegaskan bahwa tidak ada lagi penggunaan antibiotik pada pakan ternak mulai 2018. Siapa pun yang melanggar aturan tersebut, pemerintah tidak segan mencabut izin operasinya.

Tips mengolah dan memasak ayam broiler yang benar

Selain mudah didapat dan harganya terjangkau, ayam termasuk sumber makanan bergizi. Ayam juga mudah diolah menjadi berbagai jenis masakan. Mulai dari sup, rica-rica, bakso, balado, gulai, semur, dan masih banyak lainnya. Nah dalam seminggu, berapa kali Anda makan ayam?

Meski mudah diolah, memasak ayam tak boleh sembarangan. Sebelum mengonsumsinya, Anda harus pastikan bahwa ayam yang Anda masak sudah matang sempurna. Pasalnya, ayam yang dikonsumsi setengah matang bisa membahayakan kesehatan Anda.

Ayam yang belum matang sempurna dikhawatirkan masih mengandung bakteri yang bisa memicu berbagai penyakit. Terlebih lagi, bakteri penyebab penyakit yang ada di dalam daging ayam mentah tidak akan mati meski sudah melewati proses pembekuan. Hal ini dipaparkan oleh Ben Chapman, seorang spesialis keamanan pangan dan profesor dari North Carolina State University dalam laman Live Science.

Nah agar ayam yang Anda olah terbebas dari kontaminasi bakteri dan kuman, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Cuci tangan. Cuci tangan adalah hal penting yang harus dilakukan sebelum dan setelah Anda melakukan sesuatu. Ingat, kebersihan adalah hal utama dalam mengolah setiap makanan.
  • Jangan cuci ayam mentah. Ketika Anda mencuci daging mentah, tanpa Anda sadari air cucian yang notabene mengangkut bakteri dari daging tersebut akan terciprat ke mana-mana. Hal ini tentu akan membuat Anda rentan terinfeksi bakteri.
  • Pisahkan peralatan masak. Pastikan pisau dan talenan yang digunakan untuk memotong ayam berbeda dengan yang digunakan untuk bahan makanan lain, seperti sayuran dan buah.
  • Masak ayam dalam suhu yang tepat. Ayam harus dimasak hingga matang sempurna agar semua bakteri mati. Namun tergantung besarnya ayam, lama waktu dan suhu api selama proses memasak bisa berbeda. Sederhananya, jika pisau bisa menembus daging ayam dengan mudah, tandanya ayam sudah matang.
  • Cuci bersih alat masak setelah digunakan. Peralatan masak yang tidak dicuci sampai bersih dapat membuat bakteri dan kuman menempel pada makanan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Poliuria membuat Anda sering buang air kecil sehingga bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Ini cara mudah mengatasi sering buang air kecil akibat poliuria.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Anyang-anyangan alias infeksi saluran kencing membuat Anda sering kebelet dan terasa sakit saat buang air kecil. Apa saja penyebab infeksi saluran kencing?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Nokturia adalah kondisi yang membuat Anda sering kencing pada malam hari. Pelajari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit