Sebuah program diet yang baik perlu perencanaan matang agar Anda bisa mendapatkan hasil yang diinginkan. Ini dia empat persiapan diet yang perlu Anda lakukan sebelum memulainya.

Apa saja persiapan diet yang perlu dilakukan sejak jauh-jauh hari?

1. Atur target yang spesifik tapi realistis

Jangan hanya pasang target “ingin turun berat badan”, tapi buat target akhir Anda lebih spesifik ke dalam poin-poin target jangka pendek. Target jangka pendek yang lebih spesifik ini nantinya berguna sebagai panduan Anda berdiet untuk menggolkan target jangka panjang Anda.

Misalnya, cari tahu dulu berapa berat badan yang sesuai dengan tinggi badan Anda (untuk menghitung BMI Anda cek di Kalkulator BMI Hello Sehat atau di bit.ly/indeksmassatubuh). Jika menurut Anda terlalu jauh, pilihlah target yang paling mendekati berat badan ideal Anda. Jadikan itu sebagai tujuan jangka panjang yang Anda akan tuju. Bisa dibilang ini sebagai target utama.

Selanjutnya, pecahkan tujuan jangka panjang itu menjadi tujuan mingguan atau dua minggu sekali dalam waktu yang lebih pendek dari target utama. Misalnya, dalam waktu satu minggu target Anda adalah mengurangi 1 kg berat badan.

Jadikan tujuan jangka pendek Anda ini sebagai batu loncatan tiap minggunya hingga lama kelamaan Anda akan mendekati target utama.

2. Cari tahu berapa banyak makanan atau minuman yang harus Anda konsumsi normalnya dalam sehari

Sebelum mulai diet, ada baiknya Anda mengingat dan mencari tahu berapa banyak kalori yang biasanya Anda makan selama ini. Jadikan perkiraan angka tersebut sebagai titik awal dari program penurunan berat badan Anda. Barulah setelahnya Anda bisa mulai mengurangi asupan kalori dari standar tersebut secara perlahan.

Namun ingat: Jumlah kalori yang Anda kurangi bisa bervariasi tergantung pada sasaran penurunan berat badan yang Anda tetapkan per minggu. Misalnya, Anda bisa menargetkan untuk mengurangi 500 kalori per hari selama seminggu. Setelahnya, kurangi lagi menjadi 600 untuk seminggu selanjutnya, misalnya.

Untuk membuat diet tidak terlalu terasa berat, mulailah dari mengurangi sedikit dari kebiasaan makan yang biasa Anda lakukan. Contohnya, dari yang tadinya makan nasi 3 kali sehari menjadi 2 porsi nasi sehari. Dari yang tadinya selalu terbiasa minum minuman manis 4 botol dikurangi menjadi 2-3 botol saja per hari.

3. Cari tahu aktivitas fisik yang sesuai dengan aktivitas Anda sehari-hari

Selain dari pengaturan makanan, Anda juga harus membuat perencanaan aktivitas fisik untuk mengelola keseimbangan energi dalam tubuh. Untuk membakar kalori lebih banyak, Anda dapat melakukan membantu mengurangi kalori dan membakar lebih banyak lemak melalui aktivitas fisik.

Dengan begini Anda dapat lebih cepat menurunkan berat badan dengan cara yang aman. Sesuaikan aktivitas fisik yang akan Anda pilih dengan aktivitas yang Anda miliki. Masukan ke dalam aktivitas Anda, seperti:

  • Olahraga sambil menonton TV di rumah.
  • Parkir kendaraan lebih jauh dari gedung tujuan Anda.
  • Batasi waktu duduk terlalu lama, berikan waktu tubuh untuk peregangan ringan.
  • Pilih tangga untuk naik ke tujuan dibandingkan naik lift.
  • Lakukan olahraga minimal 30 menit dalam sehari dengan intensitas sedang.

4. Konsultasi ke dokter atau ahli gizi

Daripada sembarangan berdiet sehingga hasilnya jadi tidak efektif dan tahan lama, ada baiknya Anda berkonsultasi dulu ke dokter atau ahli gizi terdekat tentang cara mengatur pola makan yang baik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Konsultasi ke dokter juga bisa jadi persiapan diet yang baik karena dengan begitu Anda bisa mengetahui apakah ada gangguan metabolisme tubuh yang mungkin memengaruhi tubuh Anda. Beberapa kondisi gangguan kesehatan tertentu bisa membuat Anda lebih sulit untuk menurunkan berat badan, seperti gangguan hormon, penyakit kardiovaskuler, gangguan tidur, perilaku makan menyimpang, atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Jika dokter menemukan ada masalah pada tubuh yang berpotensi menghambat kesuksesan diet Anda, ia bisa membantu mengatur cara diet yang lebih baik agar Anda tetap mendapatkan hasil yang terbaik.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca