Apakah Nutrisi dalam Alpukat Beku Berubah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin bingung saat punya begitu banyak alpukat di rumah. Pada akhirnya, Anda membekukan alpukat tersebut agar lebih awet dan bisa dimakan kapanpun Anda mau. Namun, apakah membekukan alpukat boleh dilakukan? Apakah nutrisi alpukat yang beku akan berubah?

Kandungan nutrisi dalam buah alpukat

Alpukat atau persea americana merupakan buah-buahan yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Buah ini memiliki beragam nutrisi yang baik bagi tubuh manusia, seperti serat, vitamin, dan mineral.

Dalam 100 gram buah alpukat segar mengandung kalori sebesar 85 kal, protein 0,9 gram, lemak 6,5 gram, karbohidrat 7,7 gram, kalsium 10 mg, fosfor 20 mg, besi 0,9 mg, natrium 2 mg, kalium 278 mg, tembaga 0,2 mg, seng 0,4 mg, beta-karoten 189 mcg, karoten total 180 mcg, vitamin B1 0,05 mg, vitamin B2 0,08 mg, niasin 1 mg, dan vitamin C 13 mg. Selain itu, alpukat juga mengandung folat, vitamin B6, vitamin E, dan vitamin K.

Dengan kandungannya tersebut, ada beragam manfaat alpukat untuk kesehatan, seperti menurunkan risiko penyakit jantung serta baik dikonsumsi bagi yang sedang menurunkan berat badan.

Apakah nutrisi dalam alpukat beku akan berubah?

Saat alpukat menjadi beku, nutrisi yang terkandung di dalamnya tidak berubah signifikan. Kadar kalori, serat, dan mineral di dalam alpukat beku masih tetap sama dengan alpukat segar.

Namun, membekukan alpukat dapat mengurangi kadar vitamin yang larut dalam air di dalamnya, seperti vitamin B6 dan folat. Meski demikian, belum ada peneliti yang menemukan seberapa besar pengurangan vitamin dalam alpukat beku tersebut.

Walau kadar vitamin dalam alpukat beku menjadi berkurang, membekukan alpukat tetap dianjurkan bila Anda memiliki alpukat berlebih. Cara Harbstreet, ahli gizi dari Street Smart Nutrition, mengatakan membekukan alpukat merupakan cara terbaik untuk mengurangi limbah makanan.

Bila alpukat segar dibiarkan, nutrisinya pun dapat berkurang seiring waktu. Dengan demikian, membekukan alpukat bukanlah sesuatu hal yang mengkhawatirkan.

Selain nutrisi, alpukat yang beku juga mengalami beberapa perubahan. Berikut ini perubahan yang dapat dirasakan pada alpukat beku dibandingkan dengan alpukat segar.

  • Tekstur

Alpukat yang beku memiliki tekstur yang berbeda dari alpukat segar. Bila alpukat segar memiliki tekstur yang halus dan lembuat, alpukat beku memiliki tekstur yang keras. Saat dicairkan, alpukat akan menjadi berlendir, berair, dan lembek. Untuk dapat menikmati alpukat beku yang nikmat, Anda dapat menggunakannya untuk dijadikan minuman smoothie.

  • Warna

Selain tekstur, membekukan alpukat pun dapat mengubah warnanya. Saat beku, alpukat akan terpapar dengan oksigen. Hal ini membuat warna alpukat berubah menjadi kecoklatan.

Untuk mengurangi kecoklatan pada alpukat beku, Anda bisa memberikan sedikit jus lemon atau cuka ke buah alpukat sebelum dibekukan. Alpukat pun harus dipastikan tertutup sepenuhnya.

  • Rasa

Pada dasarnya, membekukan alpukat tidak membuatnya berubah rasa. Namun, bila Anda mengolesi jus lemon atau cuka sebelum alpukat dibekukan, rasanya mungkin akan sedikit berubah. Oleh karena itu, alpukat beku memang lebih nikmat bila diolah untuk makanan atau minuman lain, seperti smothie atau saus salad.

Bagaimana cara membekukan alpukat?

Untuk dapat menjaga kenikmatan alpukat, membekukan alpukat membutuhkan cara khusus. Berikut cara membekukan alpukat yang bisa Anda praktikkan di rumah.

  1. Siapkan beberapa buah alpukat yang akan dibekukan. Lalu belah dua buah alpukat atau potong-potong membentuk dadu.
  2. Cuci buah alpukat yang sudah dipotong, kupas kulitnya, serta tambahkan jus lemon atau cuka untuk mencegah perubahan warna pada alpukat.
  3. Kemudian, masukkan alpukat ke dalam plastik yang aman untuk makanan beku. Rapatkan plastik tersebut.
  4. Anda juga bisa menggunakan wadah biasa untuk menyimpan dan membekukan alpukat. Namun, pastikan wadah ini tertutup atau tutupi lapisan atas wadah dengan kertas lilin untuk menjaga udara keluar.
  5. Saat akan memakannya, keluarkan alpukat yang sudah dibekukan dan langsung olah menjadi smoothie atau dicairkan untuk dijadikan makanan lainnya.
  6. Selamat mencoba!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Tips Memilih Alpukat yang Sudah Siap Dikonsumsi

Sering kecewa karena alpukat yang dibeli ternyata busuk atau malah belum matang? Nah, agar tidak kecolongan lagi, yuk ikuti cara memilih alpukat yang matang

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Makanan Sehat untuk Anda yang Ngidam Makanan Manis

Tidak semua yang manis-manis berbahaya, loh! Ini dia berbagai minuman dan makanan manis yang sehat untuk Anda konsumsi sebagai camilan harian.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Resep Sehat, Nutrisi, Hidup Sehat 2 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit

Alpukat Memang Baik Buat Anak, Tapi Harus Seberapa Banyak Porsinya?

Alpukat mengandung kaya lemak tak jenuh yang baik untuk tumbuh kembang anak. Namun, kapan waktu terbaik untuk memberikan alpukat untuk anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Parenting, Nutrisi Anak 22 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

Bikin Sesi Bercinta Makin Nikmat Dengan Makan 5 Makanan Ini Sebelum Memulainya

Faktanya ahli menyatakan ada beberape persiapan sebelum bercinta yang perlu Anda lakukan, salah satunya dari segi makanan. Berikut ulasan lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 11 Agustus 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pengganti mentega

5 Bahan Pengganti Mentega untuk Membuat Kue yang Lebih Sehat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
makanan sahur untuk ibu hamil

6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 13 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
jus sayur dan buah

7 Buah dan Sayur yang Sebaiknya Tidak Dibuat Jus

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2019 . Waktu baca 4 menit
alergi alpukat

Kenapa Ada Orang yang Alergi Setelah Makan Alpukat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 November 2019 . Waktu baca 3 menit