Benarkah Minuman Isotonik Bisa Menjaga Tubuh Tetap Bugar?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Saat berolahraga, tubuh Anda mengeluarkan banyak cairan. Hal ini, tentu membuat tubuh Anda menjadi lemas dan lelah setelahnya. Mengonsumsi air dapat mengganti cairan tubuh Anda yang hilang. Selain itu, perlu minuman yang dapat menggantikan cairan tubuh dan membuat Anda tetap bugar, contohnya minuman isotonik. Namun, benarkah minum isotonik dapat menjaga tubuh tetap bugar? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Apa yang terjadi pada tubuh saat beraktivitas?

Saat berolahraga, tubuh mengeluarkan banyak cairan elektrolit, seperti natrium, kalium, fosfat, kalsium, magnesium, dan klorin. Selain itu, tubuh juga menggunakan energi yang berasal dari glikogen glukosa ketika berolahraga. Inilah sebabnya setelah berolahraga Anda akan merasa haus dan lelah.

Benarkah minuman isotonik dapat menjaga kebugaran tubuh?

Dilansir dari Live Strong, studi dari Belanda dalam International Journal of Sports Medicine membandingkan efek minuman ringan berkafein, air mineral dengan natrium rendah dan larutan elektrolit karbohidrat dalam minuman isotonik pada pengendara sepeda elit. Hasilnya, minuman isotonik lebih banyak menggantikan kebutuhan natrium, magnesium, dan kalsium di tubuh pengendara sepeda. Sederhananya, minuman isotonik mampu mengembalikan kebugaran pengendara sepeda tersebut setelah melakukan olahraga.

Selain itu, periset di University of Edinburgh mengukur efek minuman isotonik pada atlet muda saat berolahraga yang mengonsumsi minuman sebelum dan selama pertandingan berlangsung. Hasilnya, yang diterbitkan dalam European Journal of Applied Physiology menunjukkan bahwa asupan cairan dari minuman isotonik memungkinkan atlet untuk melanjutkan aktivitas stop-start intensitas tinggi hingga 24 persen lebih lama daripada mereka yang minum larutan tanpa elektrolit.

Minuman isotonik lebih dari sekadar air karena mengandung sekitar 280 sampai 330 osmolalitas, yaitu jumlah partikel yang terlarut antara karbohidrat, elektrolit, dan pemanis. Rata-rata kandungan osmolalitas tersebut sesuai dengan kebutuhan dan keseimbangan cairan tubuh.

Kandungan isotonik dan perannya dalam tubuh

Elektrolit

Elektrolit berfungsi untuk menjaga dan mengatur jumlah air dalam tubuh serta membantu komunikasi antar sel, misalnya pada otak, sistem saraf, dan otot. Bila tubuh kekurangan cairan elektrolit maka akan menyebabkan dehidrasi atau kerusakan sel. Karena fungsinya tersebut, banyak atlet dan pelari yang mengonsumsi minuman isotonik setelah mereka melakukan olahraga.

Karbohidrat

Berolahraga tentu menghabiskan banyak energi yang asalnya dari karbohidrat glikogen. Saat melakukan latihan keras, 90 gram glikogen yang tersimpan pada organ hati akan habis dalam beberapa menit. Kemudian, glikogen yang terdapat pada otot sebanyak 400 gram akan terpakai untuk berolahraga selama 2 jam atau lebih.

Untuk mengembalikan glikogen tersebut, tubuh memerlukan waktu sekitar 24 jam. Namun dengan minuman isotonik, glikogen akan lebih cepat seimbang.

Cairan

Kelihatannya memang logis bila mengkonsumsi air saat Anda berkeringat akibat olahraga, tapi air saja justru bisa menyebabkan kembung karena tidak mengandung karbohidrat dan elektrolit yang diperlukan tubuh. Makin tinggi kadar karbohidrat dalam minuman, semakin lambat tingkat pengosongan perut. Oleh karena itu, mengonsumsi minuman isotonik bukan hanya mengembalikan glikogen tetapi juga mencegah terjadinya dehidrasi.

Namun, perlu diketahui bahwa minuman isotonik itu mengandung kalori tinggi. Kalori tersebut berasal dari gula yang terkandung pada minuman tersebut. Menurut University of Illinois Extension, mengonsumsi minuman isotonik memiliki kandungan campuran gula lebih dari 8 persen.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca