Merasa Pusing Saat Pakai Kacamata Baru, Normal atau Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Untuk Anda yang baru mengenakan kacamata, apakah pernah merasa pusing saat pertama kali menggunakannya? Selain itu, bisa jadi Anda merasa pusing saat baru mengganti kacamata. Hal ini dapat membuat Anda bertanya-tanya apakah ini normal atau tidak. Lantas, apakah pusing saat pakai kacamata baru menunjukkan kondisi tertentu?

Alasan diperlukan penggunaan kacamata

Biasanya, dokter meresepkan kacamata pada kondisi medis tertentu. Kasus paling sering, yaitu kondisi rabun jauh atau miopi.

Penderita rabun jauh memiliki kondisi penglihatan yang buram saat melihat objek yang lebih jauh. Hal ini terjadi karena cahaya yang masuk ke mata jatuh di depan retina, bukan tepat di retina. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh bentuk kornea mata yang terlalu melengkung atau bola mata yang lebih panjang dari biasanya.

Selain rabun jauh, ada beberapa kondisi medis lain yang mengharuskan seseorang menggunakan kacamata yang diresepkan dokter, rabun dekat atau hipermetropi, esotropia, mata silinder atau astigmatisme, dan mata malas atau amblyopia.

Mengapa bisa pusing saat pakai kacamata baru?

Menggunakan kacamata pada kondisi medis tertentu memang bisa membuat penglihatan Anda tampak lebih jelas. Namun, terkadang Anda bisa merasa pusing bila baru pertama kali menggunakannya atau bila dokter mengganti resep kacamata Anda.

Umumnya, hal ini sangatlah wajar. Laura Di Meglio, seorang instruktur oftalmologi dari Johns Hopkins Medicine mengatakan, saat pertama kali pakai kacamata atau menggunakan kacamata dengan resep baru, mata Anda sedang beradaptasi dalam proses melihat.

Saat itu, mata Anda sedang belajar mengimbangi penglihatan yang tidak seperti biasanya. Otot-otot kecil yang ada di dalam mata pun secara tiba-tiba harus ikut menyesuaikan dengan penglihatan barunya tersebut. Akibat adaptasi secara tiba-tiba itulah, Anda bisa mengalami pusing atau sakit kepala.

Kondisi pusing saat menggunakan kacamata baru biasanya terjadi selama satu minggu. Lama kelamaan, mata Anda menjadi terbiasa dan sudah lebih nyaman saat menggunakan kacamata tersebut.

Bila kondisi yang sama masih terjadi lebih dari satu minggu pemakaian, hal ini bisa menjadi tanda adanya yang salah pada mata atau kacamata Anda. Bisa jadi, bingkai kacamata yang Anda pakai tidak sesuai dengan wajah Anda sehingga menekan bagian hidung atau belakang telinga.

Selain itu, mungkin juga Anda mendapatkan kacamata yang tidak sesuai dengan resep. Optik yang Anda tuju mungkin salah membaca resep kacamata dari dokter. Namun, bisa juga dokter Anda memberikan resep yang kurang tepat.

Pada kondisi tersebut, Anda bisa mengalami mata lelah atau eyestrain hingga dapat menyebabkan pusing. Bila sudah seperti ini, Anda harus mengistirahatkan mata Anda dan kembali ke dokter untuk mendapatkan resep yang tepat.

Bagaimana mengurangi rasa pusing saat pakai kacamata baru?

Pusing yang terjadi saat menggunakan kacamata baru memang membuat Anda tidak nyaman. Namun, Anda harus membiasakan diri untuk menghilangkan rasa pusingnya.

Brieann Adair, optometris dan instruktur klinis dari NYU Langone Health mengatakan, gunakanlah kacamata baru paling tidak selama 3-4 jam kemudian istirahat menggunakannya selama beberapa hari. Kebiasaan ini bisa membuat mata Anda beradaptasi.

Namun, jika pusing saat pakai kacamata baru sangat mengganggu Anda, berkonsultasilah ke dokter. Dokter akan mengecek kembali apakah ada yang salah dengan kacamata atau mata Anda.

Adapun untuk menghilangkan pusing akibat mata lelah setelah menggunakan kacamata baru, Anda bisa mengistirahatkan mata untuk sementara waktu. Sesuaikan pencahayaan di rumah Anda, batasi melihat layar komputer atau telepon genggam, atau menggunakan obat tetes mata untuk mengatasi mata kering akibat kelelahan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma, Mulai dari Obat Herbal hingga Makanan

Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang menjadi penyebab kebutaan. Kabar baiknya, ada cara rumahan untuk membantu mengatasi glaukoma. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 1 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit

Mengapa Orang Berkacamata Terkesan Lebih Pintar?

Banyak orang yang mengatakan bahwa berkacamata membuat mereka terlihat lebih pintar. Apakah penampilan ini sesuai dengan tingkat kecerdasannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 26 Agustus 2019 . Waktu baca 3 menit

Kapan Anak Boleh Pakai Lensa Kontak?

Selain kacamata, ternyata anak dengan masalah mata tertentu juga boleh pakai lensa kontak. Namun, kapan anak sudah dibolehkan menggunakan alat ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 16 Mei 2019 . Waktu baca 3 menit

Perhatikan, 5 Tanda-Tanda Si Kecil Harus Pakai Kacamata

Anda mungkin bertanya-tanya, kapan anak saya memerlukan kacamata. Agar tak bingung, kenali 5 ciri yang menunjukkan anak Anda perlu pakai kacamata.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 11 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab alerg kulit

Segudang Penyebab yang Memicu Reaksi Alergi pada Kulit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 7 menit
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
jerawat gara-gara kacamata

Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
mata merah gejala coronavirus

Mata Merah dan Berair: Gejala Coronavirus COVID-19 yang Jarang Diketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 12 April 2020 . Waktu baca 5 menit