Cara Memilih Sabun Cuci Muka yang Tepat Bagi Pemilik Kulit Kering

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Memilih produk perawatan untuk kulit kering memang tidak bisa asal-asalan, begitu pun saat Anda memilih produk sesederhana sabun cuci muka. Alih-alih membuat kulit menjadi lembap dan kenyal, penggunaan sabun cuci muka yang keliru justru bisa menimbulkan iritasi dan kerusakan.

Lantas, seperti apa produk sabun cuci muka ideal untuk mereka yang berkulit kering?

Tips memilih produk sabun cuci muka untuk kulit kering

Sabun cuci muka terdiri dari berbagai bahan dengan efeknya masing-masing. Bagi pemilik kulit kering, bahan-bahan yang perlu dihindari adalah yang bisa menghilangkan kelembapan alami kulit dan memicu iritasi.

Berikut sederet tips memilih sabun muka untuk mencegah kulit bertambah kering:

1. Memilih produk berbentuk krim atau micellar

bahan krim anti-aging

Produk pembersih muka terbagi menjadi beberapa bentuk, antara lain gel, krim, busa, minyak, micellar, dan bubuk.

Pembersih muka berbahan minyak cocok untuk hampir semua jenis kulit, tapi ada pula bahan yang hanya ditujukan untuk jenis kulit tertentu.

Orang berkulit kering sebaiknya memilih sabun muka berbentuk krim atau micellar.

Pasalnya, kedua bahan ini mampu membersihkan kulit dengan lembut sekaligus mengangkat kotoran tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit.

2. Menghindari produk yang mengandung glycolic acid

Sabun muka yang mengandung glycolic acid cocok bagi pemilik kulit mudah berjerawat, tapi tidak bagi mereka yang memiliki kulit kering.

Ini disebabkan karena glycolic acid dapat memasuki folikel (tempat tumbuhnya) rambut dan menghambat produksi sebum.

Sebum adalah minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan kulit. Tanpa sebum yang memadai, kulit akan bertambah kering dan rentan mengalami iritasi.

Sebagai ganti glycolic acid, Anda bisa menggunakan alternatif yang lebih lembut berupa asam laktat.

3. Mencermati jenis alkohol yang terdapat dalam produk

Alkohol dalam produk perawatan kulit terbagi menjadi dua jenis. Jenis pertama adalah alkohol dengan berat molekul rendah seperti etanol dan isopropyl alcohol.

Jenis alkohol ini dapat menguap dengan mudah sehingga bisa membuat kulit bertambah kering.

Jenis kedua yakni alkohol dengan berat molekul tinggi seperti cetyl dan stearyl alcohol.

Selama tidak digunakan berlebihan, keduanya bisa melindungi kulit dan membuatnya lebih halus. Bahan inilah yang sebaiknya ada dalam sabun cuci muka untuk kulit kering.

4. Menghindari sabun muka yang mengandung eksfoliator

butiran scrub untuk kulit wajah

Eksfoliator adalah berbagai bahan yang dapat mengangkat lapisan kulit mati.

Eksfoliator dalam sabun muka dapat berupa butir-butir scrub ataupun bahan kimia seperti alpha-hydroxy acid (AHA), beta-hydroxy acid (BHA), dan asam salisilat.

Sabun cuci muka dengan eksfoliator sebenarnya berguna untuk mencegah kulit kusam dan berjerawat.

Namun, bagi pemilik kulit kering, bahan-bahan ini dapat mengikis kulit dan membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan.

5. Memilih sabun cuci muka yang mengandung pelembap

memilih pelembap

Produk sabun cuci muka yang diperuntukkan bagi pemilik kulit kering biasanya telah dilengkapi dengan bahan pelembap.

Pelembap dapat berupa hyaluronic acid, gliserin, ceramides, atau berasal dari bahan alami seperti lidah buaya.

Hyaluronic acid dan gliserin bekerja dengan mengikat molekul air pada kulit. Ceramides berfungsi membentuk lapisan pelindung kulit agar tidak mudah kering.

Sementara lidah buaya mengandung antioksidan, enzim serta vitamin yang membuat kulit lebih lembap dan halus.

Bagi Anda yang berkulit kering, sabun cuci muka yang ideal sejatinya mampu menjaga kelembapan kulit dan melindunginya dari kerusakan.

Sabun cuci muka juga harus bisa membersihkan wajah dengan efektif tanpa membuatnya mengering.

Menurut American Academy of Dermatology menjaga kelembapan kulit dengan menggunakan krim pelembap juga jadi langkah penting setelah mencuci muka.

Apabila kulit bertambah kering setelah menggunakan sabun cuci muka, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 13, 2019 | Terakhir Diedit: Desember 11, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca