Mana yang Lebih Baik: Naik Sepeda Statis atau Naik Sepeda Biasa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan bersepeda sebagai salah satu aktivitas fisik yang baik untuk dilakukan oleh anak-anak hingga orang tua. Bersepeda memang sangat menyenangkan, karena bisa melatih kekuatan otot kaki sekaligus kebugaran tubuh secara menyeluruh. Selain itu, saat ini pilihan untuk bersepeda pun banyak. Anda bisa pakai sepeda statis di dalam ruangan atau sepeda biasa di luar ruangan. Lantas, mana yang lebih baik? Naik sepeda statis di gym maupun di rumah, atau naik sepeda biasa? Simak penjelasannya berikut ini.

Naik sepeda statis vs naik sepeda biasa

Bersepeda, baik menggunakan sepeda statis ataupun sepeda biasa, merupakan salah satu jenis olahraga kardio. Hal ini dikarenakan dengan bersepeda, kinerja jantung, paru-paru, dan sistem sirkulasi akan meningkat.

Selain itu, bersepeda secara teratur juga mampu menurunkan tingkat kolesterol jahat di dalam darah, menguatkan otot jantung, dan menurunkan tekanan darah. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk melakukan latihan kardio terlebih dahulu agar memberi tubuh Anda pemanasan sebelum memulai sesi olahraga selanjutnya.

Nah, sebelum Anda pergi bersepeda, beberapa hal berikut ini bisa jadi pertimbangan Anda untuk memutuskan naik sepeda statis ataupun naik sepeda biasa.

1. Kalori yang terbakar

Menurut Harvard Medical School, beberapa olahraga yang dilakukan di gym memberikan pembakaran kalori yang lebih baik jika Anda memang bisa mempertahankan tempo dengan stagnan. Seorang pria seberat 70 kilogram bisa membakar 260 kalori dalam 30 menit dengan mengayuh sepeda statis menggunakan intensitas sedang dan sekitar 391 kalori dalam 30 menit dengan mengayuh sepeda intensitas tinggi.

Sedangkan banyaknya kalori yang bisa Anda bakar saat mengendarai sepeda di luar rumah bergantung pada kecepatan Anda dalam mengayuh sepeda. Seorang pria seberat 70 kilogram bisa membakar 372 kalori dengan kecepatan 14 sampai 16 mph. Sedangkan ketika pria tersebut bersepeda dengan kecepatan antara 16 dan 19 mph selama 30 menit mampu membakar 446 kalori.

2. Tingkat kebugaran

Sebuah studi menunjukkan bahwa sepeda statis mampu memaksimalkan denyut jantung hingga 75-95 persen, hal ini menunjukan jika sepeda statis cukup bagus untuk meningkatkan kebugaran. Namun kerugiannya, variasi gerakan otot lebih sedikit karena berbagai kemudahan menjadikan otot hamstring sebagai satu-satunya otot yang bekerja paling keras.

Sedangkan bagi atlet atau yang benar-benar hobi, bersepeda di luar ruangan bisa membuat denyut jantung mencapai 100 persen. Namun karena biasanya tidak didampingi instruktur, bersepeda yang hanya senang-senang justru akan memberikan hasil yang kurang maksimal. Hal ini dikarenakan Anda lebih banyak melakukan variasi gerakan dihampir semua otot kaki.

3. Tingkat kesulitan

Kesulitan utama saat mengendarai sepeda statis adalah mengatasi rasa bosan, pasalnya gerakan yang dilakukan hanya itu-itu saja, tanpa tanjakan atau turunan apalagi pemandangan. Namun hal ini bisa diatasi dengan musik yang sesuai, atau pasangan latihan yang menyenangkan.

Sedangkan secara umum, sepeda biasa yang dikendarai di luar ruangan lebih mudah dan menyenangkan karena bisa memilih sendiri lintasan yang hendak dilalui. Jika menginginkan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, dibutuhkan teknik tertentu dan tentunya lintasan yang lebih menantang.

4. Tingkat kenyamanan

Soal kenyamanan, sepeda statis jauh lebih unggul karena bisa dikendarai di dalam ruang ber-AC, Anda bisa melakukannya sambil nonton TV atau mendengarkan musik. Satu-satunya yang membuat tidak nyaman bagi yang tidak punya alat sendiri adalah, harus datang dulu ke pusat kebugaran.

Kalau mau sehat, bersepeda terutama di kota-kota besar agak merepotkan. Harus mengenakan pakaian yang sesuai bila tidak ingin terbakar terik matahari, memakai helm dan masker untuk menghindari benturan dan polusi serta harus berebut jalan dengan kendaraan bermotor. Selain itu bersepeda di luar ruangan juga meningkatkan risiko cedera akibat jatuh dari sepeda.

Kesimpulan

Jika tinggal di lingkungan yang lalu lintasnya padat dan banyak polusi, sepeda statis adalah pilihan terbaik. Namun kalau tinggal di lingkungan yang masih asri dan memang menguasai berbagai teknik olahraga bersepeda, maka sepeda biasa bisa memberikan efek yang lebih maksimal bagi Anda.

Meski begitu, hal ini akan kembali kepada pilihan Anda sendiri untuk bersepeda. Pasalnya setiap orang memiliki tingkat kenyamanan yang berbeda-beda sehingga sulit untuk menentukan hal yang terbaik. Yang terpenting, asalkan Anda aktif bergerak dan berolahraga – entah dengan naik sepeda statis ataupun naik sepeda biasa, hal tersebut sudah jadi hal yang baik untuk kesehatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati Serangan Jantung Saat Bersepeda Terutama untuk Pemula

Bersepeda memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tapi sebaiknya lebih berhati-hati karena bersepeda berlebihan bisa berisiko terkena serangan jantung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 24 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Berapa lama olahraga juga menentukan kesuksesan tujuan Anda. Terlalu sebentar tak akan efektif, tapi terlalu lama juga tak baik.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kebugaran, Hidup Sehat 16 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

memaksa anak jago olahraga

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit
oleharaga untuk anak

Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit
membonceng bayi dan balita

Tips Aman Membonceng Bayi dan Balita Naik Sepeda

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 8 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit