Fungsi dan Cara Pakai Semprotan Etil Klorida, Obat Nyeri Otot Saat Main Bola

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Cedera bisa dibilang menjadi makanan sehari-hari bagi pemain bola, baik itu yang amatir hingga yang profesional sekalipun. Salah satu pertolongan pertama untuk kaki yang cedera akibat salah perhitungan tackling pemain lawan adalah dengan etil klorida. Anda mungkin pernah menyaksikannya di TV ketika tim medis masuk ke lapangan hijau untuk menyemprotkan suatu obat pada bagian tubuh pemain yang cedera. Penasaran apa itu etil klorida, bagaimana cara pakainya, dan seperti apa cara kerjanya sehingga pemain yang tadinya merintih kesakitan bisa langsung bangkit dan kembali bertanding?

Apa itu etil klorida?

Ethyl chloride atau etil klorida adalah obat yang biasa digunakan untuk mencegah rasa sakit yang disebabkan oleh suntikan atau operasi bedah minor. Etil klorida ini juga biasa digunakan sebagai solusi kilat untuk mengobati luka ringan dan meringankan nyeri otot akibat keseleo atau terkilir karena olahraga.

Efek ini bisa dicapai karena etil klorida adalah zat kimia yang sifatnya mendinginkan dan menyebabkan efek mati rasa sehingga cedera tidak terasa sakit untuk sementara waktu.

Etil klorida tersedia dalam botol dan kaleng. Tapi yang biasa digunakan oleh tim medis sepak bola adalah yang berbentuk kaleng semprot (aerosol). Etil klorida tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut:

  • Fine Stream Spray – 3.5 oz
  • Medium Stream Spray – 3.5
  • Mist Spray – 3.5 oz
  • Medium Stream Spray – 3.5 oz

Cara pakai etil klorida untuk mengatasi cedera kaki saat main bola

Ethyl chloride hanya boleh digunakan pada kulit. Namun begitu, obat ini tidak boleh disemprotkan pada luka terbuka dalam atau bagian selaput lendir seperti hidung atau mulut. Anda juga tidak boleh menghirup uapnya.

Meski tampaknya mudah hanya semprot sana-sini, penggunaannya harus benar-benar akurat dan tak boleh sembarangan. Oleh karena itu penyemprotan obat haruslah dilakukan oleh tim medis profesional. Prosedur akan dilakukan sangat cepat karena efeknya hanya berlangsung beberapa detik hingga 1 menit.

Untuk menggunakannya pada cedera ringan, pertama-tama bersihkan dulu area cederanya dengan antiseptik. Jika menggunakan ethyl chloride botolan, posisikan botol terbalik dan semprotkan ke area cedera selama 3-7 detik. Jika menggunakan yang versi kaleng aerosol, posisikan tegak dan semprotkan pada area selama 4-10 detik. Semprotkan hingga kulit mulai berwarna putih, dan berhenti sebelum kulit membeku.

Untuk meringankan nyeri otot yang lebih parah, beri jarak semprot 30-46 centimeter dari otot, kemudian semprotkan dengan gerakan menyapu dengan kecepatan 10.2 centimeter per detik hingga seluruh otot tertutup dari titik pemicu hingga area yang nyeri. Otot akan diregangkan dengan perlahan selama proses ini hingga gerakan penuh kembali dan nyeri mereda.

Adakah efek samping dari etil klorida?

Etil klorida umumnya tidak memiliki efek samping serius. Anda tetap bisa melanjutkan bermain setelah cedera disemprot obat, namun biasanya akan ada perawatan lanjutan setelah pertandingan untuk mengecek kondisi cedera mereka.

Namun penyemprotan etil klorida mungkin saja menimbulkan reaksi alergi, seperti pusing, perubahan warna kulit, kulit terasa nyeri, ruam, gatal, bengkak (terutama pada wajah, lidah atau tenggorokan), infeksi di bagian yang telah disemprotkan, luka yang tidak sembuh-sembuh, hingga sulit bernapas. Meski begitu, tidak semua orang akan mengalami efek samping berikut ini. Tim medis melihat manfaatnya yang tetap lebih besar daripada risiko ini, sehingga penggunaan akan tetap dilanjutkan jika benar dirasa perlu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Nyeri Pada Otot Paha? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sebagai salah satu bagian penopang tubuh, paha juga dapat mengalami kondisi nyeri otot. Simak apa saja penyebab dan cara mengatasi nyeri otot paha!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Muskuloskeletal, Health Centers 20/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Beragam Penyebab Nyeri Otot Punggung dan Cara Mengatasinya!

Nyeri otot di bagian punggung bisa terjadi saat ada kerusakan pada bagian otot Anda. Cari tahu lebih banyak mengenai penyebab serta cara mengatasinya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Muskuloskeletal, Health Centers 19/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Alergi Cat Rambut dan Gejalanya yang Perlu Diperhatikan

Alergi cat rambut terkadang dapat berakibat fatal. Ini sederet gejala alergi yang harus Anda waspadai sebelum menggunakan cat rambut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 13/05/2020 . Waktu baca 6 menit

7 Gejala Alergi dari yang Ringan Sampai Parah

Gejala alergi bukan hanya gatal dan bersin. Cari tahu gejala reaksi alergi lainnya yang mungkin berdampak lebih parah dalam ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Health Centers 04/12/2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
obat semprot hidung alergi

Benarkah Obat Semprot Hidung Ampuh Mengatasi Gejala Alergi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
cedera olahraga

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 11/06/2020 . Waktu baca 8 menit
nyeri otot dada

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Otot di Dada

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit