Haruskah Olahraga 5 Kali Seminggu Agar Tubuh Sehat dan Bugar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Olahraga adalah kebutuhan hidup yang ironisnya kurang dipedulikan oleh banyak orang. Padahal, olahraga memberikan manfaat besar terhadap kebugaran dan kesehatan tubuh. Jika dilakukan secara rutin, manfaat olahraga pun akan terasa semakin optimal untuk tubuh. Namun, harus serutin apa? harus berapa kali olahraga dalam seminggu? Simak ulasannya di bawah ini.

Idealnya, berapa kali olahraga dalam seminggu?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam buku panduannya mengenai Global Recommendations on Physical Activity for Health menganjurkan orang usia dewasa yang sehat untuk melakukan olahraga minimal 150 menit per minggu. Dengan minimal 150 menit saja Anda olahraga per minggu, ini akan sangat bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan.

Agar tidak terasa berat, Anda dapat membagi-bagi waktunya. Contohnya, Anda bisa melakukan olahraga 5 kali dalam seminggu. Namun, sebenarnya tidak harus selalu lima kali, lho. Anda dapat membagi-bagi waktu olahraga sesuai kebutuhan dan jadwal Anda, 3-4 kali per minggu juga sah-sah saja.

Yang jelas, olahraga harus dilakukan dengan rutin agar manfatnya optimal. Jangan sampai, hari ini olahraga sampai setengah mati, namun besok-besoknya tidak olahraga lagi.

Berapa lama durasi olahraga yang ideal dalam sehari?

Jika Anda membagi waktu olahraga Anda 5 kali dalam seminggu, Anda hanya memerlukan waktu 30 menit untuk olahraga per harinya. Meskipun sebentar, tetapi olahraga ini akan lebih efektif daripada Anda melakukan langsung 150 menit olahraga dalam sehari. Terlalu lama olahraga juga tidak baik bagi tubuh. Apalagi, jika Anda termasuk pemula dalam melakukan olahraga.

Ingat, olahraga terlalu lama membuat tubuh Anda justru sangat lelah berkepanjangan atau bahkan bisa mengalami cedera. Bukannya akan lebih segar keesokan harinya, justru Anda bisa-bisa sangat kelelahan yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sesuaikan lama waktu olahraga dengan kemampuan Anda. Jika Anda pemula disarankan untuk melakukannya dengan waktu singkat tapi sering. Jika Anda sudah terbiasa berlatih 50-60 menit sehari sebanyak 3-4 kali per minggu. Itu juga diperbolehkan.

Olahraga apa saja yang bisa dilakukan?

Olahraga apa saja bisa Anda lakukan, yang penting selipkan selalu olahraga aerobik di setiap jadwal olahraga Anda menurut anjuran WHO. Olahraga aerobik dapat dilakukan minimal 10 menit.

Olahraga aerobik atau kardio ini contohnya seperti menggunakan treadmill, berlari, berenang, zumba, atau senam aerobik. Olahraga aerobik ini yang akan membantu meningkatkan fungsi jantung dan membuat aliran darah semakin lancar.

Selanjutnya, Anda bisa melanjutkan dengan jenis olahraga yang ingin Anda lakukan, baik di rumah, di gym, atau di kantor.

manfaat lari untuk kesehatan

Lalu, harus seberapa berat apa olahraganya agar manfaatnya maksimal?

Selain rutinitas yang dibutuhkan untuk mendapatkan manfaat olahraga, Anda juga perlu memerhatikan seberapa berat aktivitas yang harus dilakukan dalam satu kali olahraga itu. Jika membicarakan soal seberapa berat, ini berkaitan dengan intensitas olahraga.

WHO menganjurkan untuk melakukan olahraga 150 menit per minggu dengan intensitas sedang dalam seminggu. Apa artinya intensitas sedang?

Intensitas sedang ini maksudnya lakukanlah aktivitas fisik yang bisa membuat suhu tubuh menjadi lebih panas, bernapas lebih berat, detak jantung berdebar lebih kencang daripada sebelumnya, tapi Anda tetap bisa melakukannya sambil berbicara atau mengobrol dengan teman saat olahraga.

Jika Anda melakukan gerakan olahraga hingga kondisi ini, maka artinya Anda sudah mencapai intensitas sedang yang dianjurkan oleh WHO. Lanjutkan gerakan olahraga ini sepanjang waktu olahraga Anda secara konstan.

WHO juga menganjurkan pilihan lain, Anda dapat melakukan olahraga dengan intensitas berat dalam waktu yang lebih singkat, yakni 75 menit seminggu.

Bedanya intensitas berat dan sedang adalah jika Anda melakukan olahraga dengan intensitas berat maka Anda akan merasakan lebih ngos-ngosan hingga tidak bisa bicara saat sedang melakukan olahraga tersebut. Detak jantung pun berdetak lebih cepat dibandingkan dengan olahraga intensitas sedang.

Bagi Anda yang sudah terbiasa olahraga mungkin akan mudah untuk melakukan olahraga secara konstan dengan intensitas berat. Namun, jika Anda masih pemula atau belum kuat, Anda dapat menjalankan olahraga dengan intensitas yang sedang dahulu. Semakin cepat gerakan Anda, maka akan semakin tinggi intensitas yang Anda rasakan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Olahraga sangat bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Namun, memotivasi dan mendorong anak menjadi atlet adalah lain hal. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

Menjadi atlet sejak usia belia sebaiknya berdasarkan keinginan si anak sendiri. Inilah kisah-kisah para atlet muda Indonesia atas pilihannya.  

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Memaksa Anak Jago Olahraga

Banyak orangtua yang memaksa anak untuk berprestasi dalam olahraga. Ambisi orang tua yang lebih besar membuat olahraga bagi anak kehilangan manfaat aslinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kejang otot

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
persiapan naik gunung

7 Hal yang Harus Anda Persiapkan Sebelum Naik Gunung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
gerakan senam otak

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit