Hati-hati, Menyundul Bola Bisa Mengganggu Fungsi Otak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Dalam permainan sepak bola, menyundul bola merupakan salah satu keterampilan yang cukup rumit tapi efektif di lapangan. Kadang, teknik yang satu ini bisa menjadi penyelamat sebuah pertandingan bagi tim tertentu. Maka, tak heran jika para pemain sepak bola sering kali menyundul bola sebagai teknik pertahanan atau penyerangan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa di balik keampuhan menyundul bola ada bahaya yang mengintai pemain sepak bola? Bahaya yang dimaksud bukan hanya yang bersifat fisik seperti cedera atau trauma pada kepala saja, lho. Menyundul bola ternyata menghasilkan dampak yang cukup besar terhadap fungsi otak. Anda sering menyundul bola? Baca terus penjelasan di bawah ini untuk mencari tahu bahaya menyundul bola pada otak Anda.

Bahaya menyundul bola

Sejak lama, penelitian yang dilakukan terhadap efek samping menyundul bola hanya terbatas pada dampak fisik seperti gegar atau cedera leher. Namun, baru-baru ini banyak peneliti mulai mempelajari dampak teknik ini terhadap cara kerja dan aktivitas otak manusia. Hasil dari penelitian-penelitian tersebut ternyata cukup mengejutkan. Simak beberapa simpulannya berikut ini.  

Daya ingat berkurang

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Stirling di Skotlandia mencoba melihat pengaruh menyundul bola terhadap daya ingat. Dalam studi tersebut, para peserta penelitian diminta untuk menyundul bola sebanyak 20 kali. Setelah sesi tersebut berakhir, para peserta kemudian mengerjakan sebuah tes untuk menguji daya ingat mereka. Hasilnya, daya ingat peserta penelitian berkurang sebesar 41 hingga 67 persen. Dampak tersebut dirasakan langsung setelah sesi latihan menyundul bola berakhir. Untungnya daya ingat para peserta kembali seperti semula setelah 24 jam.

Fungsi otak terganggu

Penelitian lain yang dilakukan oleh Harvard Medical School menguak bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara otak pemain sepak bola yang sering menyundul bola dengan otak perenang. Tak seperti sepak bola, olahraga renang biasanya tidak begitu rentan terhadap benturan atau trauma di kepala. Perbedaan yang disoroti oleh penelitian dalam Journal of the American Medical Association tersebut adalah gangguan atau keabnormalan pada lobus frontal, temporal, dan oksipitalis dalam otak para pemain sepak bola.

Bagian-bagian otak yang terganggu tersebut bertanggung jawab untuk mengendalikan kewaspadaan atau perhatian, pengelolaan proses visual, serta kemampuan berpikir kompleks. Dampak yang mungkin terasa secara langsung adalah gangguan pada pola perilaku, perubahan suasana hati atau mood seperti depresi dan kecemasan, serta sulit tidur.

Siapa saja yang paling rentan terhadap bahaya menyundul bola?

Meskipun bahaya menyundul bola sudah cukup sering disuarakan oleh para ahli kesehatan, atlet sepak bola atau mereka yang gemar main sepak bola tampaknya tidak begitu terpengaruh oleh peringatan bahaya tersebut. Ini karena dampak yang dihasilkan pada fungsi otak Anda sehari-hari memang sangat tersamar sehingga sulit untuk membedakan apakah gangguan tertentu yang Anda alami dihasilkan oleh menyundul bola atau karena hal lain, misalnya benturan dengan pemain lain. Gegar atau trauma pada kepala yang pernah dialami juga berisiko menyebabkan gangguan fungsi kognitif. Maka, orang yang pernah mengalami gegar otak pun jadi lebih rentan terhadap bahaya menyundul bola.  

Anak-anak dan remaja juga lebih rentan mengalami gangguan fungsi otak akibat menyundul bola. Pada anak-anak dan remaja di bawah usia 14 tahun yang tubuhnya masih terus berkembang, otak belum benar-benar terselubung oleh mielin. Selubung mielin berfungsi untuk melindungi saraf dan memancarkan sinyal dalam otak. Maka, otak anak pun lebih peka terhadap guncangan atau benturan.

Selain itu, anak-anak di atas umur 5 tahun kepalanya akan tumbuh hingga sebesar 90% dari kepala orang dewasa. Sementara itu, leher mereka belum cukup kuat untuk menopang kepala sebesar itu. Jika anak-anak menyundul bola, tekanan yang diterima pun jadi jauh lebih kuat sehingga dampaknya bagi otak juga lebih besar.

Bolehkah saya menyundul bola saat bermain sepak bola?

Anak-anak di bawah usia 14 tahun sebaiknya menghindari latihan atau praktik menyundul bola dengan bola dari kulit. Jika anak atau remaja ingin melatih teknik menyundul bola yang baik, sebaiknya dilakukan dengan bola dari plastik terlebih dahulu sampai kepala dan otak mereka berkembang dengan sempurna.

Bahaya menyundul bola bagi otak orang dewasa masih perlu diteliti lebih lanjut. Pasalnya, belum diketahui bahaya menyundul bola yang akan terus menghantui Anda dalam jangka panjang. Jika Anda khawatir, sebaiknya kurangi frekuensi menyundul bola saat berlatih atau bertanding sepak bola. Anda juga disarankan untuk menguasai terlebih dahulu teknik menyundul bola yang tepat dan aman, misalnya dengan mengatupkan rahang dan gigi erat-erat sebelum kepala bersentuhan dengan bola. Dengan demikian, Anda bisa meminimalkan risiko yang mungkin ditimbulkan bagi kepala dan otak.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

    Pengukuran tekanan darah banyak dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari. Apakah akan ada perbedaan tekanan darah, jika dilakukan di lain waktu?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Flat Foot (Telapak Kaki Datar)

    Normalnya, bagian tengah telapak kaki akan berlekuk. Namun, orang-orang penderita flat feet memiliki telapak kaki datar. Apa efeknya pada kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

    Dislokasi

    Dislokasi adalah pergeseran yang terjadi pada tulang dan sendi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan dislokasi di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

    5 Fakta Menarik Seputar Sarapan Bubur Ayam

    Sarapan bubur ayam ternyata rendah kalori, namun bikin Anda cepat lapar lagi. Yuk, perhatikan beragam fakta lainnya soal bubur bagi kesehatan berikut ini.

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    veneer gigi

    Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
    cepat turun berat badan pagi hari

    7 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Cepat Turun Berat Badan

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    berapa banyak makan nasi saat sarapan

    Seberapa Banyak Harusnya Porsi Makan Nasi Saat Sarapan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    krim perontok bulu

    Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit