4 Tips Ampuh Menghentikan Gusi Berdarah Setelah Cabut Gigi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Gusi berdarah setelah cabut gigi adalah hal yang wajar. Darah juga mungkin keluar bersama air liur. Efek samping cabut gigi ini umumnya aman dan tidak menyebabkan komplikasi. Tapi, adakah cara menghentikan pendarahan setelah cabut gigi?

Beragam cara menghentikan pendarahan setelah cabut gigi

Biasanya, pendarahan setelah cabut gigi mulai terjadi dalam 3-20 menit setelah proses pencabutan. Panduan berikut bisa Anda ikuti untuk menghentikan pendarahan setelah cabut gigi.

1. Gigit kapas

Gigit pelan kapas atau gulungan kain kasa pada lokasi gigi yang dicabut. Hal ini membantu menghentikan pendarahan dan mencegah darah tertelan bersamaan dengan air liur. Jangan mengunyah atau menekan kapas terlalu keras agar darah yang keluar tidak semakin deras.

2. “Kompres” pakai kantong teh

Selain menggunakan kapas, Anda bisa menghentikan pendarahan setelah cabut gigi dengan kantong teh (disarankan teh hijau atau teh hitam). Selipkan kantong teh bekas seduhan (dinginkan terlebih dulu) di antara lokasi gigi yang dicabut dan gigit pelan selama 30 menit. Teh mengandung zat tannic acid yang mampu menghambat pendarahan.

3. Jaga posisi kepala lebih tinggi dari jantung

Jaga posisi kepala tetap lebih tinggi dari jantung saat duduk atau tidur. Hal ini berguna untuk menghentikan pendarahan.

4. Hindari beraktivitas terlalu berat

Perbanyak istirahat dan makan makanan lunak, seperti sup hangat, pudding lembut, atau yogurt dingin. Sebisa mungkin hindari melakukan hal-hal di bawah ini setelah cabut gigi:

  • Jangan merokok atau meludah selama 48 jam setelah prosedur karena merokok akan memperlambat penyembuhan jaringan gusi
  • Jangan minum atau makan makanan panas selama 24 jam karena bisa panas menghambat pembekuan darah.
  • Jangan menggunakan sedotan atau mengunyah selama 24 jam

Masa penyembuhan setelah cabut gigi biasanya memakan waktu 1 sampai 2 minggu. Jaringan gusi itu sendiri butuh waktu sekitar 3-4 minggu untuk menutup lukanya. Sedangkan untuk penyembuhan tulang gigi yang habis dicabut bisa menghabiskan waktu sekitar 6-8 bulan, tergantung dari ketelatenan Anda merawat kebersihan gigi.   

Bagaimana cara mengurangi rasa sakit sehabis cabut gigi?

Gusi berdarah setelah cabut gigi kadang disertai dengan rasa sakit atau nyeri. Kondisi ini biasa disebut dry socket. Socket atau soket merupakan lubang pada tempat gigi yang dicabut. Nah, setelah gigi dicabut, nantinya akan ada darah yang menggumpal di bagian soket gigi. Penggumpalan darah ini berfungsi untuk melindungi tulang dan saraf gigi dari bahan-bahan asing, seperti makanan dan minuman yang Anda makan. Soket ini, lama kelamaan akan membentuk jaringan pada gusi sampai merapat sempurna.

Jadi tidak jarang kalau soket yang belum mengering lalu terpapar udara bisa menyebabkan saraf dan tulang di bagian tersebut terasa nyeri dan ngilu. Untuk mengurangi rasa sakit selama masa pemulihan tersebut. Anda bisa ini bisa menggunakan beberapa obat-obatan pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen. Tapi jangan pakai aspirin untuk meredakan nyeri saat mengalami pendarahan setelah cabut gigi. Aspirin bekerja mengencerkan darah, sehingga akan bertolak belakang dengan langkah-langkah menghentikan pendarahan yang Anda lakukan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

    Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

    11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

    Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

    Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

    Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    perlukah lansia minum susu

    Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    bahaya makanan asin

    Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    vaksin MMR

    Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit