Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Gigi memiliki peran besar terhadap kesehatan Anda secara keseluruhan. Namun, seiring bertambahnya usia, kebanyakan orang tua dan lansia (lanjut usia) lebih rentan mengalami berbagai masalah gigi dan mulut, termasuk gigi ompong. Mengapa hal tersebut bisa terjadi dan bagaimana cara mencegahnya? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel ini.

Pada usia berapa lansia mulai ompong?

Berbagai masalah gigi memang lebih umum terjadi pada lansia. Namun, bukan berarti setiap lansia pasti akan mengalami gigi ompong. Sebenarnya tidak ada patokan pada usia berapa lansia mulai ompong.  Pasalnya, gigi bukanlah organ mati seperti rambut yang bisa rontok dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.

Itu sebabnya, anggapan bahwa kehilangan gigi adalah bagian normal dari penuaan tidak benar. Jika dirawat dengan baik sejak kecil, gigi seharusnya bertahan seumur hidup. Gigi memiliki peran yang sangat penting bagi kesehatan Anda secara keseluruhan, bahkan bisa ikut menentukan apakah Anda punya kemungkinan panjang umur. Oleh karena itu, jika Anda tidak merawat gigi dengan baik sedari dini, maka Anda bisa saja mengalami gigi ompong pada usia berapa saja.

Jadi, penting untuk diingat bahwa usia sebenarnya bukan faktor penentu kapan Anda mulai kehilangan gigi. Dalam banyak kasus, berikut ini berbagai penyebab gigi ompong yang harus Anda ketahui dan waspadai:

  • Trauma. Terkena benturan keras atau pukulan yang mengenai sekitaran mulut bisa mengakibatkan gigi copot. Walaupun benturan itu tidak langsung menyebabkan gigi copot, tapi benturan tersebut bisa menimbulkan kerusakan gigi serius yang lambat laun menyebabkan gigi ompong atau harus dicabut.
  • Kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis tertentu nyatanya menjadi penyebab gigi ompong di usia tua. Kondisi medis yang bisa meningkatkan risiko gigi copot di antaranya, diabetes, osteomielitis, tekanan darah tinggi (hipertensi), rematik, dan penyakit autoimun.
  • Penyakit gusi. Penyakit gusi atau sering juga disebut dengan periodontitis merupakan salah satu penyebab utama gigi lansia mudah copot. Pada lansia, plak bisa terbentuk dengan cepat di gigi, terutama jika Anda tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik. Hal ini tidak hanya bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi, tapi juga bisa menyebabkan penyakit gusi yang pada akhirnya bisa menyebabkan gigi lansia mudah copot.

Cara mencegah gigi ompong di usia tua

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah gigi cepat ompong di usia tua:

  • Menyikat gigi setidaknya dua kali sehari (saat bangun pagi dan sebelum beranjak tidur) dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Tidak menyikat gigi dengan terlalu keras karena hal tersebut tidak hanya bisa menyebabkan gusi robek, tapi juga mengikis enamel gigi yang relatif tipis. Akibatnya, gigi Anda jadi lebih sensitif.
  • Melakukan flossing gigi setidaknya sekali sehari. Flossing bukan hanya untuk mencabut plak dan sisa makanan yang terselip di sela gigi saja. Pasalnya, flossing juga bisa mengurangi risiko penyakit gusi dan bau mulut yang disebabkan plak di sepanjang garis gusi. Ada baiknya Anda melakukan flossing terlebih dahulu sebelum menggosok gigi.
  • Kurangi makanan manis. Tidak perlu menghentikan konsumsi gula sama sekali untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Anda hanya perlu membatasi konsumsinya saja.
  • Berkumur dengan obat kumur yang mengandung antiseptik sekali atau dua kali sehari. Menurut American Dental Association, Penggunaan obat kumur yang mengandung antiseptik dan antibakteri dapat mengurangi bakteri penyebab plak dan penyakit gusi.
  • Berhenti merokok. Jika Anda merokok, mulai sekarang hentikan kebiasaan ini. Pasalnya tembakau tidak hanya bisa menyebabkan gigi Anda jadi kuning dan bibir hitam, namun juga akan membuat Anda berisiko lebih tinggi terkena penyakit gusi dan kanker mulut.
  • Rutin konsultasi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk melakukan pembersihan gigi dan cek gigi secara keseluruhan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit