Behel Bisa Bikin Gigi Jadi Kuning, Benar Atau Salah?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Sempat populer di kalangan anak muda, behel terbukti sebagai salah satu cara yang ampuh untuk memperbaiki struktur gigi. Meski harus mengeluarkan banyak biaya dan menahan sakit dalam waktu yang lama, banyak orang puas dengan efek yang dihasilkan dari perawatan behel. Sayangnya, banyak yang bilang bahwa perawatan behel juga bisa bikin gigi kuning. Benarkah demikian?

Benarkah behel bisa bikin gigi kuning?

gigi kuning

Menjelang berakhirnya perawatan dengan behel, rasanya tentu tak sabar untuk cepat-cepat bebas dari rasa sakit yang kerap membuat Anda tersiksa saat makan. Anda juga ingin segera melihat penampilan baru dengan gigi yang lebih rapi. Tapi, Anda malah dihadapkan pada masalah yang baru, yaitu gigi yang terlihat lebih kuning setelah behel dilepaskan.

Bukan cuma Anda, hal ini juga terjadi pada banyak orang yang baru selesai melakukan perawatan. Terkadang, lem bekas pemakaian behel juga ada yang masih tersisa di gigi. Meski masalah ini tergolong umum, gigi yang menguning tentu akan membuat percaya diri Anda menurun.

Behel kerap dituduh sebagai dalang dari memudarnya warna gigi Anda. Padahal, penyebab gigi kuning bukanlah behel yang Anda kenakan. Bagaimana cara Anda membersihkan gigi ketika memakai behel adalah faktor utama yang dapat berpengaruh pada tampilan gigi Anda.

Ketika memutuskan untuk memasang behel, Anda juga harus siap dengan segala konsekuensinya, termasuk kegiatan membersihkan gigi yang lebih ribet dan akan memakan waktu lebih lama.

Gigi kuning disebabkan oleh penumpukan plak dari sisa makanan yang terperangkap di sela-sela kawat dan bracket behel. Plak merupakan lapisan bakteri tidak berwarna yang mulai terbentuk pada gigi saat Anda makan dan minum.

Plak yang bergabung dengan gula dari makanan akan menghasilkan asam yang dapat meluruhkan mineral di gigi Anda. Berkurangnya mineral akan berdampak pada cara permukaan gigi memantulkan cahaya. Hal inilah yang nantinya dapat memunculkan bintik-bintik putih di gigi. Plak juga meningkatkan risiko infeksi gusi dan kerusakan seperti gigi berlubang.

Jika tidak dibersihkan, plak akan mengeras menjadi karang gigi atau tartar yang dapat terbentuk dalam 24 jam. Tartar inilah yang membuat gigi Anda terlihat kuning atau coklat seperti bernoda. Ketika sudah melapisi gigi, tartar tidak bisa dibersihkan hanya dengan sikat biasa, sehingga Anda harus pergi ke dokter untuk menghilangkannya.

Cara mencegah gigi kuning setelah perawatan behel

merapikan gigi kawat invisalign

Jika Anda masih dalam perawatan behel dan tidak ingin gigi menjadi kuning setelahnya, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda lakukan.

Bersihkan gigi dengan cara yang tepat

Membersihkan gigi hanya dengan sikat biasa tentu belum cukup jika Anda menggunakan behel. Ada beberapa langkah yang sebaiknya Anda lakukan jika ingin memastikan gigi benar-benar bersih dari sisa makanan.

Pertama, gunakan teknik flossing. Mulailah dengan memotong benang floss lalu selipkan benang pada ruang di antara gigi dan behel. Gerakkan benang dengan naik turun secara perlahan, pastikan Anda menyingkirkan semua kotoran di setiap sisi gigi dan bracket. Setelah selesai, lepaskan benang dengan lembut dan jangan ditarik.

Kedua, menyikat gigi dengan sikat berbahan lembut. Sikatlah dengan gerakan memutar di setiap gigi dengan behel dari atas ke bawah. Untuk sikat gigi yang digunakan, mungkin dokter akan memberikan rekomendasi sikat yang tepat.

Ketiga, memastikan kembali gigi Anda bebas dari kotoran dengan menggunakan proxabrush atau sikat kecil yang bentuknya menyerupai pohon natal. Selipkan sikat dari atas ke bawah lalu gosok di setiap sisi bracket dengan lembut selama beberapa kali.

Hindari makanan dan minuman yang bikin gigi kuning

Beberapa makanan memang harus dibatasi konsumsinya agar tidak membuat gigi menjadi kuning apalagi jika Anda menggunakan behel.

Sebaiknya, kurangi konsumsi makanan dengan tekstur yang lengket seperti karamel, permen, dan bubble gum. Makanan jenis ini dikhawatirkan akan menempel pada permukaan gigi dan sela-sela kawat. Membersihkannya pun juga lebih sulit dibandingkan dengan sisa makanan jenis lainnya.

Mengonsumsi makanan dan minuman yang memiliki kadar gula tinggi seperti soda pun tidak disarankan. Gula dapat memicu demineralisasi yang membuat gigi Anda lebih rentan terhadap pertumbuhan karang atau tartar dan gigi berlubang.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 19, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 17, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca