Orang Berbadan Gemuk Ternyata Lebih Sering Mendengkur, Ini Sebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah melihat atau mengetahui orang bertubuh gemuk yang mendengkur saat tidur. Anda mungkin jadi bertanya-tanya, apakah orang berbadan gemuk cenderung mendengkur saat tidur? Simak jawabannya berikut ini.

Mengapa orang berbadan gemuk lebih sering mendengkur?

Mendengkur bisa dialami oleh siapa saja. Kondisi ini memang tidak berbahaya, tapi dapat menurunkan kualitas tidur

Seseorang akan mendengkur apabila udara tidak dapat mengalir dengan baik di dalam saluran pernapasannya. Orang dengan berat badan berlebih juga menjadi salah satu orang berisiko untuk mendengkur.

Ada sejumlah faktor yang membuat seseorang mendengkur. Faktor-faktor ini terbagi menjadi dua kategori, yakni faktor yang berkaitan langsung dengan masalah saluran pernapasan serta faktor terkait masalah kesehatan.

Faktor-faktor yang berkaitan langsung dengan masalah saluran pernapasan di antaranya:

  • Penyempitan saluran napas akibat reaksi alergi, kelainan struktur hidung, polip pada hidung, dan sebagainya
  • Langit-langit mulut terlalu lunak dan panjang
  • Otot-otot lidah dan tenggorokan terlalu rileks ketika tidur
  • Jaringan tenggorokan terlalu padat

Sementara itu, faktor-faktor pada kategori kedua berasal dari masalah kesehatan yang pernah atau sedang Anda alami. Misalnya, sakit kepala kronis, kurang tidur, sesak napas, kelainan fungsi jantung, serta yang paling umum obesitas.

Ya, orang obesitas yang memiliki tubuh gemuk juga menjadi salah satu orang yang berisiko mendengkur saat tidur. Ini disebabkan karena kedua kondisi ini saling berhubungan.

Beberapa hal yang menyebabkan orang gemuk dan obesitas mendengkur ketika tidur, antara lain:

1. Lemak pada leher menekan jalur pernapasan

Jaringan lemak akan didistribusikan ke seluruh tubuh, termasuk leher. Seiring waktu, timbunan lemak pada leher dapat menekan saluran pernapasan bagian atas sehingga jalur udara menjadi sempit.

Tekanan pada saluran pernapasan akan bertambah besar ketika Anda berbaring. Akibatnya, jalur pernapasan semakin menyempit, udara tidak bisa mengalir dengan baik, dan akhirnya Anda mendengkur sepanjang tidur.

2. Lemak pada perut menekan diafragma

Rongga dada dan rongga perut dibatasi oleh otot diafragma. Pada orang yang bertubuh gemuk, lemak di dalam perut dapat mendorong diafragma ke atas dan menekan tulang rusuk. Hal tersebut mengakibatkan berkurangnya kapasitas paru.

Jika kapasitas paru-paru menurun, aliran udara akan ikut berkurang. Akhirnya, aliran udara dari dan menuju paru-paru akan terganggu. Inilah yang membuat orang bertubuh gemuk lebih mudah mendengkur.

Cara mengatasi kebiasaan mendengkur melalui gaya hidup

melakukan diet

Mendengkur mungkin tidak berbahaya. Akan tetapi, kualitas tidur yang menurun akibat mendengkur bisa menimbulkan dampak jangka panjang bagi kesehatan, seperti:

  • Mengantuk pada siang hari
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah marah
  • Meningkatnya risiko stroke, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung

Bagi orang bertubuh gemuk, cara terbaik untuk mencegah dampak tersebut adalah dengan mengurangi frekuensi tidur mendengkur lewat gaya hidup dan pola tidur.

Mengutip National Health Service, berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan guna mengurangi frekuensi mendengkur:

  • Memantau berat badan secara rutin
  • Membatasi konsumsi makanan tinggi lemak trans dan gula
  • Tidak mengonsumsi alkohol ataupun merokok
  • Aktif berolahraga
  • Tidur menghadap ke samping
  • Membersihkan hidung untuk memperlancar aliran udara

Orang bertubuh gemuk memang berisiko mendengkur, tapi bukan berarti kondisi ini tidak bisa diatasi. Dengan menurunkan berat badan sedikit demi sedikit, Anda dapat mengurangi tekanan pada saluran pernapasan secara perlahan.

Apabila Anda masih mendengkur walaupun telah memiliki berat badan proporsional, coba diskusikan hal ini dengan dokter. Pemeriksaan lebih lanjut dapat mendeteksi kemungkinan adanya masalah kesehatan lain yang membuat Anda mendengkur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ternyata, Mendengkur Bisa Dipengaruhi Oleh Faktor Genetik, Ini Dia Alasannya

Orang yang berasal dari keluarga pendengkur mungkin merasa akan terpengaruh oleh kebiasaan tersebut. Benarkah demikian ngorok termasuk penyakit keturunan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 19/10/2019 . Waktu baca 3 menit

Ingin Makan Banyak Tapi Tidak Mau Gemuk? Begini Caranya

Saat berat badan naik, porsi makan selalu yang Anda salahkan. Jangan cemas, tipa agar tidak gemuk meski doyan makan banyak.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 19/07/2019 . Waktu baca 4 menit

Tak Perlu Pakai Masker Khusus, 5 Cara Ini Bisa Atasi Tidur Ngorok (Sleep Apnea) Secara Alami

CPAP memang efektif mengatasi ngorok karena sleep apnea. Selain dengan alat, ada juga cara menghilangkan ngorok yang lebih alami, lho! Cari tahu disini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/02/2019 . Waktu baca 4 menit

Apakah Wanita dengan PCOS Bisa Hamil? Perlu Waktu Berapa Lama?

Wanita dengan PCOS bisa hamil, dengan perubahan gaya hidup pengobatan yang tepat! Apa saja yang harus dilakukan dan perlu waktu berapa lama bisa hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesuburan, Kehamilan 08/09/2018 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

dampak obesitas terhadap kesehatan mental anak

Obesitas pada Anak Berisiko Terhadap Depresi dan Stres Saat Dewasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 09/05/2020 . Waktu baca 6 menit
pola makan saat puasa

3 Kunci Mengatur Pola Makan Saat Puasa Supaya Berat Badan Naik

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit
perkembangan otak anak obesitas

Obesitas Pada Anak Bisa Memengaruhi Perkembangan Otaknya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 22/01/2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya mendengkur

Selain Berisik, Ini 5 Bahaya yang Mengintai Jika Anda Sering Mendengkur

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/11/2019 . Waktu baca 4 menit