Voyeurisme, Kelainan Seks yang Membuat Penderitanya Senang Mengintip Orang Lain

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jika kebanyakan orang memuaskan nafsu seksnya dengan berhubungan intim, pengidap voyeurisme bisa merasa puas hanya dengan mengintip orang lain. Ya, hanya dengan mengintip seseorang berhubungan seks atau berganti pakaian saja sudah dapat memuaskan hasrat seksual. Kenapa ada orang dengan kelaian seks ini?

Mengenal gangguan voyeurisme, kegemaran mengintip orang lain

Menurut American Psychiatric Association, seseorang dikatakan sebagai pelaku voyeurisme jika setidaknya selama 6 bulan melakukan aktivitas mengintip orang lain beradegan seks atau telanjang, dan bisa jadi juga sudah mengganggu kepentingan serta privasi orang lain.

Penelitian yang terangkum dalam International Journal of Sexual Health menyebutkan bahwa dari 318 partisipan yang mengikuti studi, sebanyak 83 persen pria dan 74 persen wanita mengaku ingin melihat pemandangan seksual hanya jika tidak ketahuan oleh orang lain.

Hal ini sudah merupakan naluri alamiah manusia, bahwa sebenarnya setiap orang memiliki keinginan melihat pemandangan seksual tanpa ketahuan orang lain. Jadi, tidak mengherankan kalau aktivitas mengintip atau sekedar melihat sembunyi-sembunyi orang lain yang telanjang, seperti sedang mandi, atau tengah berganti pakaian memang mampu mendatangkan kesenangan dan kepuasan seksual.  Tapi, hal ini tidak berlaku untuk dikategorikan voyeurisme.

Voyeurisme biasanya ditandai dengan adanya dorongan yang tidak terkendali untuk secara diam-diam mengintip atau melihat orang lain yang sedang telanjang, menanggalkan busana, atau melakukan kegiatan seksual. Dari aktivitas ini, seorang pelaku veyeurisme akan  memperoleh kepuasan seksual.

Mengintip menjadi cara eksklusif atau satu-satunya cara untuk mendapatkan kepuasan seksual. Artinya, pelaku veyeurisme sama sekali tidak menginginkan berhubungan seksual dengan orang yang diintip.

Berbeda dengan seseorang yang normal, pelaku voyeurisme sudah terpuaskan tanpa harus melakukan hubungan seksual, tetapi bisa memperoleh kepuasan seksual tanpa aktivitas seksual, atau bisa dengan cara masturbasi selama atau sesudah mengintip.

Kenapa ada orang yang memiliki kelainan seks ini?

Dari hasil di atas bisa diasumsikan kalau perilaku voyeurisme lebih banyak terjadi pada laki-laki. Pelaku voyeurisme memang ada kecenderungan lebih mau terbuka dan ekspresif ke pihak luar, tetapi pelaku voyeurisme perempuan memiliki kecenderungan benar-benar menutup diri agar tidak diketahui orang lain jika dia memiliki perilaku voyeurisme.

Pelaku voyeurisme biasanya dilatarbelakangi ketidakpercayaan diri atau ketidaknyamanan untuk menyalurkan dorongan seksual ketika berhadapan langsung dengan obyek seksual, sehingga lebih nyaman dengan mengintip orang lain. Hal ini diambil dari pemahaman teori psikoanalisis Freud.

Alasannya, dengan mengintip, mereka sanggup mempertahankan kendali seksual tanpa perlu mengalami ketakutan akan kegagalan atau penolakan dari pasangan yang nyata. Bagi seorang pelaku voyeurisme murni, ia tidak berminat sama sekali melakukan interaksi seksual dan hubungan seksual dengan orang lain karena membawa rasa tidak nyaman dan tidak percaya diri baginya.

Jadi, untuk Anda yang mungkin kerap menggunakan toilet umum, Anda harus lebih waspada. Sering kali karena terburu-buru, Anda jadi tidak sadar terhadap kondisi toilet selain kebersihannya. Anda juga bisa juga mengecek apakah ada lubang-lubang mencurigakan. Lebih baik berjaga-jaga daripada mengalami trauma, bukan?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melatih otak agar percaya diri

3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit