Sering Sakit? Mungkin Gedung Kantor Anda Penyebabnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Gedung-gedung mewah dan megah dengan prasarana yang memadai, serta kondisi udara dalam ruangan yang diatur senyaman mungkin sering dianggap tempat ideal untuk bekerja. Namun ironisnya, justru di tempat-tempat seperti inilah kesehatan kebanyakan pegawai sering terganggu.

Apa penyebabnya?

Anda sakit, karena gedung kantor Anda “sakit”

Sindrom gedung sakit, alias sick building syndrome (SBS), adalah istilah non-medis yang digunakan untuk menggambarkan serangkaian gejala yang ditunjukkan oleh penghuni sebuah gedung, diduga terkait dengan paparan jangka waktu lama dari campuran agen kimiawi, fisik, atau biologis yang belum diketahui di dalam bangunan. Dalam kebanyakan kasus, SBS terjadi di gedung perkantoran, meskipun juga dapat terjadi pada bangunan umum lainnya, seperti sekolah, rumah sakit, dan apartemen. Keluhan terutama lebih sering muncul pada bangunan baru, yang hemat energi di mana jendela selalu tertutup rapat dan terbatas dari pasokan udara segar.

Karyawan yang bekerja di lingkungan berisiko tinggi, terutama di dalam garasi parkir atau bongkar-muat dermaga, mungkin menghirup lebih banyak karbon monoksida yang dibawa ke gedung melalui ventilasi udara, jalur udara segar seharusnya masuk. Jika perokok mengobrol di luar ruangan tepat di sebelah ventilasi asupan udara, masih mungkin untuk pekerja di dalam gedung “kebagian” menghirup asap rokok melalui sistem ventilasi. Printer dan mesin fax memancarkan ozon, seperti halnya mesin fotokopi, dan seringnya berada di ruangan tertutup — yang dapat bercampur dengan bahan kimia organik lainnya di tempat kerja.

Pembasmi hama menyemprotkan pestisida yang mungkin menempel berlama-lama di karpet. Produk pembersih lantai dan kaca yang disemprotkan di malam hari menambah isian “gado-gado” uap bahan kimiawi dan dan alergen dan patogen udara, seperti virus, bakteri, jamur, spora, dan protozoa yang terperangkap di ruangan. Pintu putar menyedot knalpot mobil dan rokok asap dari orang-orang merokok di luar; upaya renovasi mengoper debu konstruksi, uap cat, dan uap gas beracun dari karpet baru. Jika Anda seperti kebanyakan pekerja kantor, Anda tidak dapat membuka kaca jendela karena jendela bangunan kantor pada umumnya didesain tersegel. Kemungkinan mengalami SBS bahkan bisa lebih tinggi jika Anda bekerja di pekerjaan rutin yang melibatkan menggunakan layar monitor.

Dan bahkan jika udara dalam ruangan Anda tidak tercemar, Anda mungkin tidak mendapatkan cukup udara segar. The American Society of Heating, Refrigerating, and Air Conditioning Engineers, dilansir dari Health Day, merekomendasikan sistem ventilasi ruangan untuk memompa hingga sebanyak 570 liter udara segar per menit untuk setiap orang di ruang kantor. Dalam banyak kasus, sayangnya, operator bangunan hanya memompa 140 liter udara segar per menit — sebelas-duabelas dengan ruangan dalam pesawat jarak jauh. Bedanya, penerbangan jarak jauh hanya berlangsung beberapa jam dan kualitas udaranya lebih terkontrol, sementara Anda mungkin menghabiskan sampai 10 jam sehari di terperangkap di tempat kerja menghirup udara buruk.

Tanda dan gejala sick building syndrome

Tanda dan gejala sick building syndrome (SBS) adalah, namun tidak terbatas pada, sebagai berikut:

  • Sakit kepala, pusing
  • Mual
  • Diare, atau sembelit
  • Suara serak atau batuk
  • Perut kembung
  • Buang angin atau sendawa terus-menerus
  • Kelelahan kronis
  • Tremor
  • Ketidaknyamanan otot (otot kaku, nyeri otot, kram, pegal)
  • Iritasi hidung (hidung tersumbat, bersin-bersin, pilek, mimisan)
  • Sensitivitas terhadap bau
  • Iritasi mata (mata gatal, memerah, berair)
  • Iritasi kulit (ruam kemerahan, gatal, kering, reaksi alergi)
  • Gejala flu (demam, meriang, masuk angin)
  • Peningkatan kejadian serangan asma
  • Sakit tenggorokan
  • Pembengkakan kaki/betis/pergelangan kaki
  • Dada terasa nyeri, sesak napas
  • Aritmia jantung (gangguan detak atau irama jantung; berdetak lebih cepat atau lambat, tidak beraturan)
  • Perubahan mental (masalah konsentrasi, memori, mood, mudah marah)

Gejala SBS dapat terjadi terpisah atau datang dalam set kombinasi dengan satu dan yang lainnya, dan mungkin dapat bervariasi dari hari ke hari. Individu yang berbeda mungkin mengalami gejala yang berbeda pula, tergantung pada kondisi medis masing-masing. Gejala biasanya membaik atau menghilang sama sekali begitu Anda keluar dari gedung (saat makan siang, misalnya) dan seringnya kembali begitu Anda kembali memasuki gedung.

Bagi banyak dokter dan peneliti, sejumlah gejala di atas tidak cukup dan sesuai untuk menciptakan sebuah sindrom medis baru. Mereka berpendapat bahwa serangkaian gejala ini sering menjadi bagian dari gejala kondisi medis lainnya yang dapat didiagnosis.

Mengatasi “tidak enak badan” akibat sick building syndrome

Perasaan sakit atau “tidak enak badan”, ditambah lagi ketika daya tahan orang-orang di dalamnya sedang menurun, meningkatkan jumlah ketidakhadiran dan menyebabkan penurunan produktivitas kerja karyawan.

Tidak ada pengobatan spesifik yang terbukti untuk sick building syndrome. Namun, ada sejumlah langkah yang dapat Anda ambil di tempat kerja untuk membantu mencegah gejala SBS, sebagai contoh:

  • Beberapa dokter melaporkan pengurangan gejala nonspesifik dengan resep antidepresan atau obat untuk kecemasan, atau obat-obatan untuk membantu tidur lebih baik. Selain itu, pengobatan simptomatik, sementara tidak secara khusus mengobati penyebab SBS yang tidak diketahui, dapat membantu mengurangi atau mengelola gejalanya (misalnya, obat nonresep untuk mual atau sakit kepala).
  • Istirahat rutin dari terus-terusan menatap layar, lima sampai 10 menit sekali (jika Anda menggunakan komputer) untuk setiap jam yang Anda habiskan duduk di meja.
  • Atur dan prioritaskan beban kerja Anda untuk membantu mencegah stres.
  • Beranjak ke luar untuk mencari udara segar dan usahakan untuk makan siang di luar dan sempatkan untuk berjalan-jalan sebentar sebelum kembali ngantor.
  • Pastikan Anda makan sehat dan olahraga secara teratur untuk membantu menjaga tingkat energi tetap optimal dan postur tubuh yang baik saat bekerja.
  • Jika Anda harus merokok, lakukan di luar dan jauh dari saluran pembuangan udara, dan patuhi kebijakan merokok perusahaan Anda.
  • Jika memungkinkan, rawat tanaman anti-polusi di kantor Anda— asal jangan keseringan disiram untuk menghindari pembentukan lumut.
  • Buang sampah segera untuk mencegah bau dan kontaminasi biologis.

Apa yang dapat dilakukan oleh karyawan jika lingkungan kerjanya buruk?

Jika Anda mencurigai lingkungan kerja Anda membuat Anda sakit, bicarakan dengan rekan-rekan Anda untuk melihat apakah mereka memiliki gejala yang sama.

Jika SBS tampaknya menjadi masalah di tempat kerja, Anda harus mendiskusikannya dengan atasan Anda. Mereka akan dapat menyelidiki masalah ini lebih lanjut dengan bantuan perwakilan organisasi kesehatan dan keselamatan setempat. Ambil bukti gambar dari langit-langit yang berjamur, bocor, dan berubah warna, misalnya, atau furnitur yang tidak layak pakai. Minta untuk merekam percakapan dengan personil perusahaan tentang masalah ini. Masukkan keluhan Anda secara tertulis. Katakanlah Anda tahu bahwa atasan Anda peduli tentang karyawannya dan produktivitas mereka.

Perusahaan tempat Anda bekerja memiliki kewajiban untuk peduli dan menyelidiki masalah tersebut. Untuk saran lebih lanjut, atasan Anda harus memiliki akses ke layanan kesehatan kerja.

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 13, 2016 | Terakhir Diedit: Februari 12, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca