Mengenal Tren Operasi Rahang untuk Membuat Pipi dan Rahang Lebih Tirus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Berawal dari tren masyarakat di Korea Selatan yang melakukan operasi rahang guna tujuan kecantikan, Jakarta pun tidak mau ketinggalan. Ya, operasi rahang yang tujuannya membuat pipi atau rahang lebih tirus ini banyak dilakukan para wanita demi mempercantik diri. Kira-kira bagaimana operasi rahang dilakukan? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu operasi rahang?

Operasi rahang atau jaw surgery juga dikenal sebagai bedah ortognatik. Awalnya, operasi rahang dilakukan guna memperbaiki struktur rahang yang tidak simetris dan gigi yang berantakan, biasanya disebabkan oleh masalah rangka tulang.

Selain untuk alasan kosmetik, operasi pada  rahang ini juga dilakukan untuk meningkatkan fungsi anggota tubuh yang lain, contohnya seperti bibir sumbing, masalah sendi temporomandibular (sendi untuk berbicara, mengunyah, atau menguap) dan berbagai kondisi tulang rahang manusia.

Bagaimana prosedur operasi pada rahang?

Operasi ortognatik pada prinsipnya adalah memotong dan meratakan tulang rahang lalu menempatkan bahan penyanggah tambahan seperti plat, piringan atau baut untuk menahan posisi baru pada rahang yang dipotong. Metode operasi ini biasanya dilakukan di dalam mulut untuk menghindari risiko luka bekas sayatan di wajah

Bahan penyanggah tambahan yang telah disetujui industri kedokteran contohnya seperti fillers, implan, baut, dan plat dapat digunakan untuk mengamankan tulang rahang pada posisinya yang baru. Sehingga nantinya alat tambahan tersebut bisa berfungsi dan terlihat lebih baik setelah operasi dilakukan.

Apakah bahan penyanggah tambahan akan tertanam selamanya?

Umumnya, bahan penyanggah tambahan, yaitu plat, piringan atau sekrup untuk mengamankan tulang rahang tidak akan menimbulkan masalah jika tidak dikeluarkan. Namun, terkadang bahan tersebut dapat menimbulkan infeksi hingga perlu dilakukan operasi lain untuk mengeluarkannya

Adakah risiko ketika melakukan operasi pada rahang?

Setelah operasi, mulut Anda mungkin akan terasa sakit, kaku, sampai bengkak yang dapat berlangsung sekitar 4-6 minggu. Jika Anda menjalani operasi rahang bagian bawah, kemungkinan bibir bagian bawah akan mengalami kesemutan atau mati rasa sementara. Namun jika Anda melakukan operasi rahang bagian atas, kemungkinan akan mengalami mati rasa di bibir atas atau pipi Anda.

Meski begitu, sangat disarankan untuk tetap menjaga kebersihan mulut. Jika tidak, hal itu akan menyebabkan infeksi di sekitar rahang dan membuat mulut menjadi lebih tidak nyaman.

Selain menjaga kebersihan, disarankan untuk mengonsumsi makanan cair atau lunak sedikit-sedikit namun sering untuk tetap menjaga kebutuhan kalori tubuh. Hindari konsumsi alkohol dan rokok untuk mencegah infeksi pada bekas operasi

Andapun harus berhati-hati untuk tidak menggigit bibir Anda atau mengenai bibir dengan minuman dan makanan yang panas. Hal ini bertujuan untuk mencapai kembali kepekaan bibir terhadap sensasi rasa panas ataupun dingin. Pada beberapa kasus kecil, mungkin rasa baal akan menyertai Anda dan bersifat permanen, tapi tidak akan memengaruhi cara Anda bicara atau sekadar menggerakkan bibir.

Lalu, bagaimana hasilnya?

Sulit untuk memprediksi hasilnya, karena tiap pasien memiliki masalah dan hasil yang berbeda-beda. Sebelum melakukan operasi, Anda akan diberi arahan tentang jenis perubahan yang dapat Anda harapkan, namun sayangnya hal itu belum tentu akurat. Selain itu, setelah operasi kadang akan menyebabkan perubahan halus dalam bentuk garis hidung dan leher.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Perceraian memang bukan sesuatu yang tabu. Tapi keutuhan rumah tangga adalah cita-cita banyak orang. Bagaimana cara menghindari perceraian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Psikologi, Seks & Asmara 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut kosong hindari makan pedas dan asam

Kenapa Makanan Pedas Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit