Hati-hati, Sakit Perut Bawah Bisa Jadi Tanda 5 Masalah Kesehatan Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mengalami sakit perut bagian bawah? Kondisi ini biasanya menyerang perut di bawah pusar dan menimbulkan sensasi seperti kram, sakit yang terus-menerus, atau sakit yang tajam seolah menusuk-nusuk.

Kadang, kondisi ini juga bisa disertai dengan keputihan pada wanita. Meski keputihan merupakan cara vagina untuk membersihkan dirinya dan mempertahankan keseimbangan pH tetapi lain cerita jika kondisinya tidak normal. Keputihan yang tidak normal biasanya disebabkan oleh infeksi di dalam tubuh yang ditandai dengan bau busuk, sangat kental, dan berwarna tidak biasa seperti kuning atau kehijauan.

Berbagai penyebab sakit perut bagian bawah

Untuk mengetahui kondisi yang Anda alami secara pasti, berikut berbagai masalah kesehatan yang ditandai dengan sakit perut bagian bawah.

1. Penyakit radang panggul

anatomi panggul pria

Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease adalah infeksi pada organ reproduksi wanita. Panggul terletak di perut bagian bawah berdekatan dengan tuba falopi, indung telur, leher rahim, dan rahim. Penyakit yang satu ini bisa disebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang juga menyebabkan gonore dan klamidia.

Bakteri pertama kali masuk melalui vagina. Lama-lama bakteri berpindah ke organ panggul hingga akhirnya menyebabkan infeksi. Kondisi ini sangat berbahaya, bahkan mengancam nyawa jika menyebar ke dalam darah.

Selain rasa sakit di perut bagian bawah dan juga keputihan yang berbau tidak sedap, Anda biasanya akan mengalami demam, sakit saat berhubungan seks, sakit saat buang air kecil, perdarahan yang tidak teratur, dan rasa lelah yang teramat sangat. Untuk itu, segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami kondisi yang satu ini.

2. Kanker serviks

penyebab kanker serviks gejala kanker serviks ciri-ciri kanker serviks

Kanker serviks termasuk jenis kanker yang sangat berbahaya dan menjadi salah satu penyebab kematian wanita yang cukup banyak di Indonesia. Serviks atau yang dikenal dengan leher rahim adalah bagian silinder berongga yang menghubungkan rahim ke vagina.

Kanker yang satu ini disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV) yang ditularkan secara seksual. Biasanya HPV-16 dan HPV-18 yang paling banyak menjadi penyebab kanker serviks. Selain sakit perut bagian bawah dan keputihan, seseorang yang mengalami kanker serviks juga akan mengalami perdarahan yang tidak wajar dari vagina. Misalnya mengalami perdarahan saat tidak haid, waktu haid yang lebih lama, bahkan perdarahan setelah atau saat berhubungan seks.

3. Infeksi jamur vagina

gejala infeksi jamur vagina

Infeksi jamur vagina atau yang dikenal dengan nama kandidiasis juga bisa menyebabkan sakit perut bagian bawah yang disertai keputihan. Hal ini disebabkan karena bakteri dan ragi di vagina tidak seimbang dan mengalami perubahan sehingga menyebabkan rasa gatal, bengkak, dan juga iritasi.

Jika kondisi ini segera diobati, maka gejalanya akan mereda dalam beberapa hari. Namun, jika kondisinya terlampau parah, Anda butuh waktu sekitar dua minggu untuk mengembalikannya ke kondisi semula.

4. Uretritis

kencing bercabang

Uretritis adalah kondisi saat uretra atau tabung yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh meradang dan mengalami iritasi. Kondisi ini bisa terjadi pada pria maupun wanita. Uretritis biasanya menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil atau saat dorongan ingin kencing itu muncul.

Uretritis umumnya disebabkan oleh bakteri. Laki-laki yang mengalami uretritis akan mengalami berbagai gejala seperti sensasi terbakar saat buang air kecil, rasa gatal di ujung penis, adanya darah di air mani atau urine, dan keluarnya cairan dari penis.

Sementara pada wanita gejalanya yaitu sering bolak-balik ke kamar mandi, sakit saat buang air kecil, iritasi pada bukaan uretra, dan keluarnya cairan abnormal dari vagina.

5. Hamil di luar kandungan

setelah hamil di luar kandungan

Hamil di luar kandungan atau kehamilan ektopik adalah kondisi saat sel telur yang telah dibuahi menempel di tempat lain selain rahim. Biasanya, sel telur justru menempel di tuba falopi. Namun, dalam beberapa kasus kehamilan juga bisa terjadi di rongga perut, indung telur, dan juga leher rahim.

Berdasarkan data dari American Academy of Family Physicians (AAFP), kehamilan ektopik terjadi setiap 1 dari 50 kehamilan yang ada di dunia. Berbagai gejala yang perlu diwaspadai saat mengalami kondisi ini yaitu:

  • Rasa sakit yang cukup tajam di perut, panggul, bahu, atau leher.
  • Adanya bercak atau perdarahan vagina.
  • Pusing hingga pingsan.
  • Tekanan pada dubur yang cukup kuat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Uretritis

Sakit saat buang air kecil? Bisa jadi ini tanda dari uretritis. Uretritis adalah peradangan pada uretra. Simak penjelasannya secara lengkap.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Urologi, Urologi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Striktur Uretra

Striktur uretra adalah penyempitan pada saluran pembawa air kencing (uretra) yang disebabkan peradangan atau masalah lain.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Urologi, Urologi Lainnya 6 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Perkembangan Janin, Kehamilan 31 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit

3 Kemungkinan Penyebab Janin Tidak Terlihat di USG

Anda sudah mendapatkan hasil positif hamil saat test pack, namun saat di dokter janin tidak terlihat di USG? Ini beberapa kemungkinan penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Maret 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaksin HPV

Vaksin HPV: Ketahui Manfaat, Efek Samping, dan Jadwal Pemberiannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 13 November 2020 . Waktu baca 10 menit
ngompol saat seks

Sering Merasa Kebelet Pipis Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis gonore adalah

Uretritis Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit