Menguak Arti Hidung Jambu dari Kacamata Medis (Benarkah Bawa Hoki?)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/08/2018 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Bentuk hidung orang bisa berbeda-beda. Ada yang pesek, mancung, kecil, dan besar. Bentuk dan ukuran hidung seseorang umumnya tidak akan berubah sepanjang hidupnya karena dipengaruhi oleh genetik. Ketika hidung Anda terus membesar dan berubah bentuk, ini mungkin adalah pertanda rinofima. Di Indonesia, rinofima adalah istilah medis dari hidung jambu yang katanya bawa hoki. Hmm… Benarkah begitu?

Rinofima adalah masalah kulit langka

Rinofima adalah kondisi kulit langka yang menyebabkan hidung membesar dan membulat di tengahnya hingga berbentuk seperti bohlam.

Hidung jambu akibat rinofima bisa jadi cikal bakal kanker. Suatu penelitian melaporkan bahwa 3-10% kasus rinofima berkembang menjadi kanker karsinoma. Maka, kondisi ini tetap butuh diagnosis dini dan pemeriksaan dokter.

Apa penyebab seseorang punya hidung jambu?

Penyebab dari kondisi ini tidak diketahui pasti. Namun pakar kesehatan dunia sepakat bahwa pembesaran hidung akibat rinofima dapat dipicu oleh pembesaran pembuluh darah di hidung, sehingga membuat kulit hidung menebal.

Rinofima sempat dikaitkan dengan rosacea parah dan konsumsi minuman beralkohol berlebihan. Kedua hal ini memang dapat menyebabkan pembuluh darah melebar. Namun, kondisi ini bisa juga terjadi pada orang-orang yang tidak minum miras sama sekali dan yang tidak punya rosacea seumur hidupnya.

Rinofima lebih umum dialami oleh laki-laki paruh baya usia 50-70 tahun. Hal ini diduga karena ada kaitannya dengan hormon androgen pria. Orang-orang berkulit putih juga termasuk yang rentan mengalami rinofima.

Apa saja gejala yang muncul?

Kiri: hidung rinofima, Kanan: hidung normal (Sumber: Fox Facial Surgery)

Gejala rinofima menyebabkan:

  • Hidung membesar dan membulat bak bohlam atau jambu yang menggantung di batang hidung.
  • Kulit hidung menebal, berminyak, dan bergelombang dengan pori-pori yang juga membesar.
  • Kulit hidung memerah. Lama-lama ujung hidung akan berwarna merah tua hingga ungu gelap.

Seseorang yang memiliki kondisi ini akan merasa tulang hidung mereka seakan terus tumbuh. Anda juga akan mengalami pembengkakan pembuluh darah kecil di hidung dan pipi. Seiring waktu akan timbul jaringan parut pada hidung.

Rinofima kadang bisa didahului oleh jerawat di hidung. Setelahnya, Anda akan terus mengalami jerawat berulang di hidung seiring perkembangan gejalanya.

Bagaimana cara mengatasi rinofima?

Untuk mengobati hidung jambu, dokter akan lebih dulu memeriksa kondisi fisik Anda berdasarkan gejala yang muncul. Ia juga bisa melakukan biopsi pada hidung untuk memastikan rinofima yang Anda alami berpotensi kanker atau tidak. Selanjutnya, pengobatan rinofima akan disesuaikan dengan keparahan gejala dan penyebabnya.

Pakai obat

Pada awalnya, dokter mungkin akan meresepkan obat minum isotretinoin untuk mengurangi kemerahan dan mengecilkan kelenjar keringat. Obat ini adalah pilihan paling pertama jika gejalanya tidak parah.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin juga meresepkan salep atau krim antibiotik seperti tetrasiklin, metronidazole, erythromycin, atau asam azaleac mengurangi kemerahan atau peradangan di kulit hidung. Dokter juga akan merekomendasikan pelembab atau obat yang bisa membantu mencegah kulit mengering.

Bedah

Bedah seringkali jadi pilihan terakhir dan terbaik untuk mengatasi rinofima yang terjadi dalam jangka panjang. Pembedahan dibutuhkan ketika jaringan kulit hidung terus tumbuh dan dicurigai berpotensi kanker.

Ada beberapa pilihan perawatan bedah untuk rinofima, antara lain:

  • Dermabrasi untuk menghilangkan lapisan kulit teratas.
  • Cyrosurgery yang membekukan kemudian menghancurkan jaringan abnormal.
  • Eksisi, mengangkat pertumbuhan atau jaringan yang berlebih.
  • Laser karbondioksida. Menurut British Dermatology Association, risiko perdarahan lebih minim dengan metode ini tapi bisa menyebabkan perubahan warna kulit dan timbulnya jaringan parut.

Setiap pilihan bedah memiliki risiko masing-masing. Dokter akan mendiskusikan terlebih dahulu dengan Anda mengenai semua kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi sebelum menentukan prosedur yang tepat. Dokter juga bisa melakukan kombinasi dua teknik pembedahan.

Mengobati rinofima sedini mungkin dapat menghindari kerusakan permanen dan gejala yang berkepanjangan. Meski begitu, risiko kekambuhan masih sangat mungkin terjadi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Beragam Masalah yang Timbul Saat Punya Gangguan Sulit Mencium Aroma (Anosmia)

Kehilangan kemampuan mendeteksi bau bukanlah perkara yang bisa diabaikan. Jika Anda menyepelekannya, bisa saja komplikasi dari anosmia terjadi pada Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2019 . 3 mins read

Kenapa Udara Dingin Bikin Hidung Meler?

Hidung meler biasanya disebabkan karena flu atau pilek. Namun bagi sejumlah orang, hidung juga bisa meler saat udara sedang dingin.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Flu, Health Centers 15/06/2019 . 4 mins read

Mengenal Organ dan Cara Kerja Sistem Pernapasan Manusia

Sistem pernapasan manusia tidak hanya hidung dan paru-paru. Ada banyak organ tubuh lain yang berperan agar Anda bisa bernapas lancar. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 02/05/2019 . 8 mins read

5 Langkah Tepat Menjaga Hidung Tetap Bersih dan Sehat

Selain mendukung sistem pernapasan, hidung juga mendeteksi bau. Supaya kebersihan dan kesehatan hidung tetap terjaga, ikuti langkah perawatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/03/2019 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab hidung meler

Beragam Penyebab Hidung Meler Terus Padahal Tidak Sedang Flu

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . 4 mins read
mengeluarkan ingus dengan benar

Tips Mengeluarkan Ingus Dengan Benar Agar Hidung Tidak Tersumbat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 07/03/2020 . 4 mins read
cedera hidung pada anak

Jangan Panik, Ini 3 Langkah Aman untuk Menangani Cedera Hidung Pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2019 . 4 mins read
gangguan penciuman

Penciuman Anda Terganggu? Yuk, Ketahui Dulu Apa Saja Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2019 . 4 mins read