Awas, Polusi Udara Bisa Bikin Daya Tahan Tubuh Melemah!

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update November 6, 2019
Bagikan sekarang

Pasti kita pernah melihat pemandangan kota Jakarta di siang hari dari atas gedung tinggi. Jarak pandang bangunan satu dengan bangunan lainnya seperti diliputi kabut. Ya, polusi udara merundung Jakarta dan masih jadi perbincangan di kalangan masyarakat. Bahkan, Jakarta juga beberapa kali pernah menempati peringkat pertama sebagai kota paling berpolusi di dunia berdasarkan data Air Visual. Tak cuma jadi topik hangat, polusi udara juga menjadi ancaman menurunkan daya tahan tubuh manusia.

Polusi udara menyebabkan daya tahan tubuh melemah

Polusi udara berkaitan erat terhadap masalah kesehatan kita, termasuk penurunan daya tahan tubuh. Menurunnya dahan tubuh tentu akan membuat Anda lebih rentan kena berbagai penyakit yang tak jarang dapat mengganggu aktivitas harian Anda.

Particulate matter (PM), atau partikel padat maupun cair yang terdapat di udara, memiliki pengaruh terhadap sel-sel imun. Ukurannya yang tak kasat mata membuat kita akhirnya sulit untuk menghindarinya.

Dampak buruknya, PM bisa masuk ke sistem pernapasan dan pembuluh darah. Hal ini mungkin berlanjut sebagai akibat penurunan daya tahan tubuh.

PM dari hidrokarbon aromatik polisiklik dapat dengan mudah ditemukan di berbagai lingkungan. Zat yang tergolong memiliki sifat racun ini terdapat dalam asap knalpot dan asap rokok.

Aromatik polisiklik ini diketahui berkaitan erat dengan penurunan daya tahan  tubuh. PM juga meningkatkan kerja infeksi virus tertentu. Bila individu terpapar polusi udara, tak heran bila daya tahan tubuhnya berkurang dan mudah terinfeksi penyakit.

Polusi udara juga memiliki efek racun

Efek racun atau toksik polusi lainnya terhadap daya tahan tubuh ialah stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi karena ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan di dalam tubuh. Stres oksidatif juga disebabkan oleh kerja antioksidan yang terganggu ketika tubuh melakukan pertahanan saat mencegah infeksi penyakit.

Secara global, lebih dari 90% populasi dunia berada di area yang terpapar udara tidak sehat. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, tingkat polusi udara di Asia cenderung tinggi. Sekitar 2,2 juta dari 7 juta orang di Asia Pasifik mengalami kematian dini setiap tahunnya akibat dampak polusi udara di dalam dan luar ruangan. WHO memperkirakan 9 dari 10 orang di dunia menghirup udara yang tinggi polutan.

Polutan mikroskopis yang terdapat di udara bisa masuk ke dalam pertahanan tubuh kita, mulai dari sistem pernapasan dan peredaran darah dengan risiko merusak paru-paru, jantung, dan otak.

Cara menghadapi bahaya polusi udara

Agar bahaya polusi udara tak sampai mengganggu kesehatan, Anda tentu perlu meningkatkan daya tahan tubuh. Caranya mudah. Anda dapat melawannya lewat asupan sehari-hari.

Agar dapat merespons bakteri atau virus penyebab penyakit akibat polusi udara semakin baik, daya tahan tubuh memerlukan asupan gizi. Nutrisi seperti vitamin dan mineral memiliki fungsi kompleks dalam melawan kuman penyakit, serta mencegah terjadi infeksi.

Tak hanya dari makanan, seperti sayur dan buah, Anda mungkin perlu mengonsumsi suplemen dengan kandungan vitamin C, zink, dan vitamin D. Ketiga kandungan ini berkontribusi dalam melawan segala penyakit akibat polusi udara dan menunjang daya tahan tubuh.

Vitamin C dapat melindungi tubuh dari radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh. Komponen ini membantu peran daya tahan tubuh secara fisik untuk melawan infeksi.

Tak hanya itu, vitamin C dan zink juga membantu antioksidan dalam melakukan perlindungan daya tahan tubuh dalam menangkal efek buruk polusi udara pada sistem pernapasan.

Sebuah penelitian juga menemukan orang yang tinggal di area terpapar polusi cenderung mengalami defisiensi vitamin D dan mengalami penurunan daya tahan tubuh. Itu sebabnya, suplemen vitamin D juga dibutuhkan oleh tubuh untuk menangkal dampak negatif polusi udara.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Air quality and pollution city ranking. https://www.airvisual.com/world-air-quality-ranking. Diakses 5 September 2019.

Haryanto B, et al. Multivitamin Supplementation Supports Immune Function and Ammelorates Conditions Trigerred by Reduced Air Quality. Vitamin & Minerals. 2015;3:128. Diakses 5 September 2019.

HO TR, et al. P121 Urban Fine and Coarse Mode Particulate Matter Diffrentially After the Maturation of Monocyte-Derived Dendritic Cell. Thorax. 2016;71(Suppl 3):A148-A149. Diakses 5 September 2019.

Vhakraborty S, et al. Nanoparticles Increase Human Bronchial Ephithellal Cell Susceptibillity to Respiratory Syncytial Virus Infection via Nerve Growth Factor-Included Autophagy. Physial Rep. 2017;5(13):e13344. Diakses 5 September 2019.

Laupeze B, et al. Immunosuppressive Effect of Polycylic Aromatic Hydrocarbon by Induction of Apoptosis of pre-B Lumphicytes of Bone Marrow. J Immunal. 2002; 168:2652-2658. Diakses 5 September 2019.

Traboulsl H, et al. Inhealed Pollutants: the Molecular Scene Behind Respiratory and Systemic Diseases Associated with Ultrafine Particulate Matter. Int J Mol Sci. 2017;24:18(2). Diakses 5 September 2019.

Health Effect Institute. 2017. State of Global Air 2017. Special Report. Boston, MA: Health Effects Institute. Diakses 5 September 2019.

European Environment Agency. 2016. Outdoor Air Quality in Urban Areas. Copenhagen, Denmark: European Environment Agency. Diakses 5 September 2019.

Maggini S, et al. Feeding the Immune System: The Role of Mucronutrients in Restoring Resistance to Infections. CAB Reviews: Perspectives in Agriculture, Veterinary Science, Nutrition and Natural Resources. 2008;3(098):1-21. Diakses 5 September 2019.

Romieu I. Nutrition and Lung Health. Int J Tubarc Lung Dis. 2005;9(4):362-374. Diakses 5 September 2019.

Prasad AS. Zinc: Mechanisms of Host Defence. J Nutr. 2007;137(5):1345-1349. Diakses 5 September 2019.

Gammoh NZ & Rink L. Zinc in Infection and Inflammation. Nutrients. 2017;9(6):624. Diakses 5 September 2019.

Hosseinpanah F, et al. The Effects of Air Pollution on Vitamin D Status in Healthy Women: A Cross Sectional Study. BMC Public Health. 2010;10:519. Diakses 5 September 2019.

Agarwai KS, et al. The Impact of Atmospheric Pollution on Vitamin D Status of Infants and Toddlers in Delhi, India. Arch Dis Child. 2002;87(2):111-113. Diakses 5 September 2019.

Felzabad E, et al. Impact of Air Pollution on Vitamin D Deficiency and bone health in adolescents. Arch Osteoporos. 2017;12(1):23. Diakses 5 September 2019.

Zittermann A, et. at. Vitamin D and Airway Infections: a European Perspective. Eur J Med Res. 2016;21:14. Diakses 5 September 2019.

Chandra RK. Nutrition and the Immune System from Birth to Old Age. Eur J Clin Nutr. 2002;56(Suppl3):S73-S76. Diakses 5 September 2019.

One third of global air pollution deaths in Asia Pacific. https://www.who.int/westernpacific/news/detail/02-05-2018-one-third-of-global-air-pollution-deaths-in-asia-pacific. Diakses 5 September 2019.

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Mengatasi Nyeri Karena Growing Pain pada Anak

Nyeri yang menyerang kaki tentu membuat anak-anak tak nyaman dan kerap merengek. Bagaimana cara mengatasi growing pain pada anak?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Penurunan fungsi pendengaran dapat terjadi pada siapa saja. Namun, Anda bisa menurunkan risiko gangguan pendengaran lewat diet sehat, lho.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Nutrisi, Hidup Sehat Mei 25, 2020

Joy of Missing Out (JOMO), Saat Anda Tidak Takut Melewatkan Tren

Berbeda dengan kaum FOMO yang selalu ingin up-to-date, kaum JOMO tak merasa khawatir bila dianggap ketinggalan zaman. Apa itu JOMO?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Hidup Sehat, Fakta Unik Mei 25, 2020

Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

Orang tua sering kali enggan diajak untuk pindah karena tak mau meninggalkan segala kenangan di rumah lama. Bagaimana cara membujuknya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

Mengenal Ometaphobia, Ketika Seseorang Takut Berlebihan pada Mata

Mengenal Ometaphobia, Ketika Seseorang Takut Berlebihan pada Mata

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang Mei 26, 2020
Punya Psoriasis? Waspada, 5 Obat Ini Bisa Jadi Pemicu Gejalanya Makin Parah

Punya Psoriasis? Waspada, 5 Obat Ini Bisa Jadi Pemicu Gejalanya Makin Parah

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 26, 2020
Berbagai Macam Upaya Pencegahan agar Terhindar dari Pneumonia

Berbagai Macam Upaya Pencegahan agar Terhindar dari Pneumonia

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Tanggal tayang Mei 26, 2020
Liburan Cuma di Rumah? Usir Rasa Bosan dengan 5 Kegiatan Seru Ini

Liburan Cuma di Rumah? Usir Rasa Bosan dengan 5 Kegiatan Seru Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Mei 25, 2020