Mata Seperti Melihat Kilatan Cahaya, Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Melihat pantulan sinar dari cermin, pasti membuat mata Anda silau. Sebisa mungkin Anda menjauhi atau menutupi mata dari kilatan cahaya yang mengganggu itu. Namun, pernahkah Anda melihat kilatan cahaya di mata, tapi tidak ada benda apa pun yang membuat Anda silau? Kira-kira, apa penyebabnya?

Fenomena seperti melihat kilatan cahaya di mata

Fenomena seperti melihat kilatan cahaya (flashes) di mata dalam istilah medis dikenal dengan photopsia (fotopsia). Fotopsia adalah kondisi yang dapat memengaruhi satu atau dua mata sekaligus.

Fotopsia bukan merupakan penyakit mata, melainkan sebuah gejala. Fenomena seperti melihat kilatan cahaya dapat menghilang dengan cepat, terjadi sesekali, atau berulang dalam waktu yang lama.

Selain melihat cahaya kilat cepat, photopsia juga menimbulkan beberapa kelainan penglihatan, seperti:

  • Sensasi penglihatan gelap terang dengan cepat seperti lampu berkedip
  • Adanya titik terang yang bergerak pada penglihatan

Apa penyebab photopsia?

Berdasarkan hasil dari sebuah studi yang diterbitkan pada jurnal American Academy of Ophthalmology tahun 2015, terdapat 32 kondisi medis yang diidentifikasi dapat menimbulkan gejala photopsia. Beberapa diantaranya yang paling umum menyebabkan fotopsia adalah:

1. Posterior vitreous detachment (PVD)

mata berair pada lansia

Posterior vitreous detachment (PVD) adalah perubahan alami yang terjadi pada mata secara alami. Kondisi ini terjadi ketika gel vitreous (gel yang mengisi mata) terpisah dari retina (lapisan saraf yang peka cahaya di bagian belakang mata).

Kondisi ini biasanya sering terjadi pada orang yang berusia di atas 60 tahun. Gejala utamanya adalah munculnya perasaan seperti melihat kilatan cahaya di mata.

2. Ablasio retina

Retina berfungsi untuk melapisi bagian dalam mata yang sangat sensitif dengan cahaya. Ketika cahaya masuk, retina akan mengirimkan pesan visual ke otak.

Ablasio retina adalah kondisi bergesernya retina dari posisi normalnya. Ablasio retina juga dapat menyebabkan munculnya perasaan seperti melihat kilatan cahaya di mata. Kondisi ini harus ditangani segera untuk mencegah ablasi permanen yang dapat menyebabkan kebutaan.

3. Degenerasi makula terkait usia

merawat lansia penyakit mata

Degenerasi makula terkait usia atau disebut juga dengan Age-related Macular Degeneration (AMD). Kondisi ini sangat umum terjadi pada orang berusia 50 tahun atau lebih.

Makula adalah bagian mata yang membantu Anda melihat lebih tajam ke depan. Namun, seiring bertambahnya usia, makula akan memburuk dan menyebabkan munculnya sensasi melihat kilatan di mata.

4. Migrain

penyebab sering migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala berulang. Selain sensasi nyeri pada kepala, gangguan penglihatan (perubahan visual) juga bisa terjadi.

Saat Anda migrain dan disertai perubahan visual hal ini disebut dengan aura, yang bisa menyebabkan fotofobia (sensitif dengan cahaya terang) dan photopsia. Fenomena penglihatan akibat migrain biasanya terjadi pada kedua mata sekaligus, tapi fotopsia mungkin tampak lebih besar daripada yang lain.

5. Neuritis optik

penyakit mata pada psoriasis

Neuritis optik adalah peradangan yang menyerang saraf optik alias saraf penglihatan. Kondisi ini umum terjadi pada orang yang memiliki multiple sclerosis (kondisi yang memengaruhi sel saraf otak dan tulang belakang).

Selain sensasi melihat kilatan cahaya di mata, orang dengan multiple sclerosis juga akan sulit mengendalikan gerakan mata. Mata bisa terasa sakit, perasaan seolah melihat warna-warna, bahkan kebutaan.

6. Diabetes

Diabetes melitus tipe 2

Diabetes dapat menyebabkan banyak perubahan pada penglihatan Anda. Floaters, photopsia, atau tirai di atas bidang penglihatan mungkin muncul ketika diabetes memengaruhi fungsi penglihatan. Namun, pasien diabetes biasanya akan kembali melihat dengan normal jika kadar gula darah mereka kembali ke tingkat normal.

7. Phosphene

Phosphene adalah fotopsia yang terlihat tanpa sumber cahaya. Kondisi ini digambarkan sebagai kilatan cahaya atau bintik berwarna. Corak kilatan cahaya phosphene yang menari-nari di depan mata ini diduga disebabkan oleh muatan listrik yang dihasilkan retina dan masih melekat.

Phosphene juga dapat muncul akibat rangsangan sehari-hari yang memberikan tekanan pada mata (retina) seperti bersin yang cukup intens, tertawa, batuk, atau saat Anda berdiri terlalu cepat. Tekanan fisik pada retina kemudian merangsang bagian saraf mata hingga akhirnya menghasilkan phosphenes.

Itu kenapa mengucek atau menekan bola mata saat memejamkan mata juga bisa menghasilkan pola kilatan yang sama. Namun ingat, jangan melakukannya terlalu sering apalagi dengan tekanan yang keras dengan sengaja karena dapat membahayakan mata.

Aktivitas sinyal listrik dan mekanis yang diterima retina ini dapat menciptakan percikan warna atau pola yang dapat berubah secara acak. Frekuensi, durasi, dan jenis efek yang muncul semuanya dipengaruhi oleh bagian neuron mana yang dirangsang di waktu tersebut.

Selain itu, faktor fisik lain seperti tekanan darah rendah atau asupan oksigen yang terlalu sedikit bisa meningkatkan intensitas kilatan cahaya saat memejamkan mata.

Berbahayakah sensasi melihat kilatan cahaya di mata?

Mengalami perasaan seperti melihat kilatan cahaya di mata tidaklah berbahaya jika terjadi sesekali dan cepat menghilang. Namun, sebaiknya Anda harus segera ke dokter, jika photopsia terjadi lebih sering atau bertahan dalam waktu yang lama.

Munculnya gejala tersebut bisa menjadi tanda pertama adanya masalah pada kesehatan mata, seperti degenerasi makula atau ablasio retina.

Apalagi jika perasaan seperti melihat kilatan cahaya di mata diikuti gejala pusing, sakit kepala, atau muntah. Dokter akan melakukan diagnosis untuk mengetahui penyebab pasti keluhan yang Anda alami. Setelah itu, barulah dokter akan menentukan perawatan yang tepat.

Jaga kesehatan mata Anda dengan cara peka terhadap kondisi yang muncul yang ditandai dengan hal yang tidak pernah Anda alami sebelumnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

Kalazion adalah kondisi timbulnya benjolan pada kelopak mata. Perlu cara khusus untuk menghilangkan benjolan di kelopak mata atau kalazion ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 1 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Dampak Polusi Udara pada Kesehatan Mata dan Cara Mencegahnya

Polusi udara tak hanya berbahaya untuk kesehatan pernapasan Anda, tapi juga kesehatan mata. Berikut berbagai cara untuk mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Perawatan di Rumah yang Bisa Dicoba untuk Mengatasi Kelopak Mata Kering

Tahukah Anda jika kulit kelopak mata bisa kering? Ya, untuk mengatasi kulit kelopak mata yang kering ikuti beberapa caranya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 17 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Penyebab Muncul Bintik-Bintik Cokelat (Freckles) di Mata, Plus Tanda-Tandanya

Freckles di kulit adalah hal yang biasa. Namun, bagaimana jika freckles juga ternyata muncul di mata? Yuk kenali penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 16 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
trikiasis

Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Retinopati diabetik

Retinopati Diabetik

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit