Selain PMS, 8 Hal Ini Bisa Bikin Payudara Membesar dan Terasa Nyeri

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Payudara rentan mengalami perubahan dari waktu waktu. Dimulai sejak memasuki usia puber, peningkatan hormon estrogen membuat payudara membesar dan terasa sakit untuk pertama kalinya. Perubahan ini bertujuan untuk menyempurnakan fungsi payudara sebagai penyedia ASI. Seiring waktu, payudara perempuan dewasa juga dapat sesekali membesar dan terasa nyeri meski sudah tidak lagi puber. Misalnya setiap kali mau haid.

Yuk, cari tahu apa lagi yang bisa membuat payudara membesar dan terasa nyeri!

Penyebab payudara membesar dan nyeri selain pubertas

Pada perempuan dewasa, membesarnya payudara bukan lagi disebabkan oleh perubahan hormon pubertas. Rutinitas harian Anda maupun kondisi medis tertentu mungkin bisa jadi penyebabnya.

1. Minum pil KB

Wanita dewasa yang rutin minum pil KB mungkin akan mendapati payudaranya sedikit membesar dari diabasanya. Sebab, pil KB mengandung estrogen yang tinggi. Penambahan hormon ini di dalam tubuh juga dapat menyebabkan cairan terkumpul di sekitar payudara. Akibatnya, ukuran payudara akan jadi lebih besar dan terasa sangat sensitif.

2. Hamil dan menyusui

Selama kehamilan, hormon estrogen di dalam tubuh akan meningkat cepat sehingga menyebabkan payudara jadi lebih besar.

Perubahan hormon kehamian membuat payudara jadi lebih berat, besar, dan sensitif. Anda pasti menyadarinya saat melihat puting dan areola (area hitam di sekitar puting) jadi lebih mengembang.

Perubahan payudara ini akan masih terus berlanjut sampai Anda menyusui. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan dan meningkatkan produksi ASI.

3. Menopause

Pembesaran payudara juga dapat terjadi setelah wanita menopause. Kebalikan dari masa subur, membesarnya payudara setelah menopause justru diakibatkan oleh surutnya kadar estrogen dalam tubuh. Hal ini membuat jaringan berserat yang menahan bentuk payudara jadi lemah.

Kepadatan payudara juga menurun seiring bertambahnya usia. Itu sebabnya banyak wanita usia 50 tahun ke atas dengan berat badan berlebih merasa payudaranya mengendur dan lebih besar.

4. Seks

Selain perubahan hormon, seks juga dapat membuat payudara membesar. Belaian dan kecupan di sekitar puting atau klitoris dapat meningkatkan aliran darah menuju payudara. Hal ini menyebabkan payudara membengkak selama seks masih berlangsung.

5. Berat badan naik

Anda perlu tahu jika payudara terdiri dari jaringan lemak dan payudara. Saat berat badan Anda naik, ukuran payudara tentu akan jadi lebih besar. Namun, tidak semua wanita mengalami kondisi yang sama.

Wanita dengan payudara yang padat cenderung lebih sedikit jaringan lemaknya sehingga ukuran payudara tidak berubah banyak.

6. Gigitan serangga

Nyamuk, semut, atau serangga kecil lainnya dapat menggigit tubuh Anda, termasuk di sekitar area payudara. Gigitan serangga kecil tersebut dapat menimbulkan rasa gatal.

Jika tangan Anda terus menggaruk bagian yang gatal payudara bisa membengkak dan terasa nyeri. Untungnya, keadaan ini hanya dapat sembuh dengan cepat.

7. Konsumsi kafein

Ternyata ada beberapa jaringan di payudara yang sangat sensitif dengan kafein. Hal ini sangat berpengaruh bagi wanita dengan payudara fibrokistik yaitu pertumbuhan tumor jinak pada kelenjar susu.

Kondisi ini kadang menimbulkan rasa nyeri dan pembengkakan payudara yang dipicu oleh kafein. Jika Anda memiliki kondisi ini, mungkin dokter akan menyarankan Anda untuk membatasi asupan kafein atau menghindarinya sama sekali.

8. Obat-obatan tertentu

Payudara membesar, nyeri, dan terasa tidak nyaman juga dapat terjadi jika Anda mengonsumsi obat antidepresan atau antipsikotik.

Biasanya obat-obatan ini diberikan pada orang-orang yang memiliki gangguan jiwa, seperti gangguan bipolar, depresi, atau gangguan kecemasan.

Risperdal, salah satu obat untuk gangguan bipolar, dapat meningkatkan proklatin. Prolaktin adalah hormon yang berperan meningkatkan produksi susu sehingga ukuran payudara dapat membesar. Hal ini juga dapat menyebabkan puting mengeluarkan susu meskipun Anda tidak sedang menyusui.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca