Mata Kedutan Itu Normal Atau Harus Diperiksakan ke Dokter?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22/05/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda pernah mengalami kedutan mata? Terkadang, kedutan mata bisa mengganggu aktivitas Anda sehari-hari karena tidak nyaman. Nah, kondisi ini sebetulnya normal atau tidak, sih? Apakah saya harus periksa ke dokter supaya kedutannya berhenti? Untuk menjawabnya, kenali dulu apa saja penyebab umum mata kedutan. Simak penjelasan lebih lengkapnya pada artikel di bawah ini.

Apa saja penyebab mata kedutan?

1. Orbikularis miokimia

Orbikularis miokomia adalah suatu kondisi di mana terjadi kedutan mata secara konstan dan tiba-tiba. Umumnya, kedutan hanya terjadi pada salah satu sisi mata dan lebih sering mengenai daerah kelopak mata bawah.

Kedutan tidak akan terlalu terlihat secara nyata oleh orang lain, tapi akan terasa menganggu oleh yang mengalaminya. Kedutan jenis ini tidak berbahaya dan biasanya akan hilang dengan sendirinya. Namun, Anda dapat mencoba menarik sedikit kelopak mata yang sedang berkedut tersebut untuk mengurangi gejala kedutan yang dirasakan.

Apabila hal ini sering terjadi, cobalah untuk mengelola stres serta mengurangi konsumsi kopi dan minuman beralkohol karena kedutan jenis ini sering kali diperparah oleh hal-hal tersebut.

2. Blefarospasme

Lain halnya dengan orbikularis miokimia yang biasanya hanya mengenai satu sisi mata, blefarospasme sering kali mengenai kedua mata sekaligus. Kedutan mata yang dirasakan tidak disertai dengan rasa nyeri dan lebih sering mengenai bagian kelopak mata atas.

Umumnya kedutan hanya akan berlangsung dalam hitungan detik sampai 1-2 menit, sehingga tidak membahayakan. Namun, jika kedutan berlangsung lebih lama (berjam-jam hingga berminggu-minggu) atau kedutan tersebut sampai membuat mata Anda terpejam sempurna, Anda perlu memeriksakan mata Anda ke dokter untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi mata, kondisi mata kering, atau kelainan lainnya pada jalur saraf wajah.

3. Sindrom Tourette

Beda dengan kedua jenis penyebab kedutan di atas yang bisa hilang dengan sendirinya, kedutan karena sindrom Tourette tidak bisa dihentikan. Anda hanya bisa mengurangi gejalanya.

Kedutan mata sering kali sudah ditemukan sejak usia dini yang tidak hanya berhubungan dengan kedutan di daerah mata, tetapi juga dengan gangguan lainnya. Misalnya gerakan atau hentakan anggota tubuh secara tiba-tiba atau mengeluarkan suara-suara yang tidak bisa dikendalikan.

Kondisi ini berhubungan dengan kelainan pada sistem saraf sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis saraf.

4. Gangguan kadar elektrolit

Gangguan elektrolit dalam tubuh dapat berupa kadar elektrolit (natrium, kalium, magnesium, dan lainnya) yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Umumnya penurunan kadar kalium yang menyebabkan terjadinya kelemahan pada otot-otot anggota gerak dan juga timbulnya kedutan mata atau kedutan pada otot-otot kecil di daerah tubuh lainnya seperti jari. Berkurangnya kadar kalium dalam tubuh bisa terjadi pada Anda yang sedang diare, muntah, atau punya luka bakar yang luas.

Karena itu, diperlukan penanganan dan pemeriksaan menyeluruh untuk mengatasi kedutan dan juga kelemahan otot yang dirasakan.

Jadi, apakah kedutan mata itu berbahaya?

Secara garis besar, kedutan di daerah mata dalam waktu singkat yang tidak disertai dengan kelainan di bagian tubuh lainnya merupakan sebuah kondisi yang tidak membahayakan kesehatan.

Namun, kedutan di daerah mata disertai dengan gangguan pada bagian tubuh lainnya memerlukan perhatian khusus karena mungkin saja merupakan suatu tanda bahaya. Jangan tunda untuk memeriksakan diri Anda ke dokter apabila kedutan mata tersebut menganggu atau kalau Anda punya kekhawatiran tertentu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Tak hanya efektif memangkas gelambir lemak perut, manfaat virgin coconut oil alias minyak kelapa dara sangat menakjubkan untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab infeksi saluran kencing

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
kesehatan kandung kemih

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat ginseng buat pria

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit