Mata Kedutan Itu Normal Atau Harus Diperiksakan ke Dokter?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22/05/2018
Bagikan sekarang

Anda pernah mengalami kedutan mata? Terkadang, kedutan mata bisa mengganggu aktivitas Anda sehari-hari karena tidak nyaman. Nah, kondisi ini sebetulnya normal atau tidak, sih? Apakah saya harus periksa ke dokter supaya kedutannya berhenti? Untuk menjawabnya, kenali dulu apa saja penyebab umum mata kedutan. Simak penjelasan lebih lengkapnya pada artikel di bawah ini.

Apa saja penyebab mata kedutan?

1. Orbikularis miokimia

Orbikularis miokomia adalah suatu kondisi di mana terjadi kedutan mata secara konstan dan tiba-tiba. Umumnya, kedutan hanya terjadi pada salah satu sisi mata dan lebih sering mengenai daerah kelopak mata bawah.

Kedutan tidak akan terlalu terlihat secara nyata oleh orang lain, tapi akan terasa menganggu oleh yang mengalaminya. Kedutan jenis ini tidak berbahaya dan biasanya akan hilang dengan sendirinya. Namun, Anda dapat mencoba menarik sedikit kelopak mata yang sedang berkedut tersebut untuk mengurangi gejala kedutan yang dirasakan.

Apabila hal ini sering terjadi, cobalah untuk mengelola stres serta mengurangi konsumsi kopi dan minuman beralkohol karena kedutan jenis ini sering kali diperparah oleh hal-hal tersebut.

2. Blefarospasme

Lain halnya dengan orbikularis miokimia yang biasanya hanya mengenai satu sisi mata, blefarospasme sering kali mengenai kedua mata sekaligus. Kedutan mata yang dirasakan tidak disertai dengan rasa nyeri dan lebih sering mengenai bagian kelopak mata atas.

Umumnya kedutan hanya akan berlangsung dalam hitungan detik sampai 1-2 menit, sehingga tidak membahayakan. Namun, jika kedutan berlangsung lebih lama (berjam-jam hingga berminggu-minggu) atau kedutan tersebut sampai membuat mata Anda terpejam sempurna, Anda perlu memeriksakan mata Anda ke dokter untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi mata, kondisi mata kering, atau kelainan lainnya pada jalur saraf wajah.

3. Sindrom Tourette

Beda dengan kedua jenis penyebab kedutan di atas yang bisa hilang dengan sendirinya, kedutan karena sindrom Tourette tidak bisa dihentikan. Anda hanya bisa mengurangi gejalanya.

Kedutan mata sering kali sudah ditemukan sejak usia dini yang tidak hanya berhubungan dengan kedutan di daerah mata, tetapi juga dengan gangguan lainnya. Misalnya gerakan atau hentakan anggota tubuh secara tiba-tiba atau mengeluarkan suara-suara yang tidak bisa dikendalikan.

Kondisi ini berhubungan dengan kelainan pada sistem saraf sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis saraf.

4. Gangguan kadar elektrolit

Gangguan elektrolit dalam tubuh dapat berupa kadar elektrolit (natrium, kalium, magnesium, dan lainnya) yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Umumnya penurunan kadar kalium yang menyebabkan terjadinya kelemahan pada otot-otot anggota gerak dan juga timbulnya kedutan mata atau kedutan pada otot-otot kecil di daerah tubuh lainnya seperti jari. Berkurangnya kadar kalium dalam tubuh bisa terjadi pada Anda yang sedang diare, muntah, atau punya luka bakar yang luas.

Karena itu, diperlukan penanganan dan pemeriksaan menyeluruh untuk mengatasi kedutan dan juga kelemahan otot yang dirasakan.

Jadi, apakah kedutan mata itu berbahaya?

Secara garis besar, kedutan di daerah mata dalam waktu singkat yang tidak disertai dengan kelainan di bagian tubuh lainnya merupakan sebuah kondisi yang tidak membahayakan kesehatan.

Namun, kedutan di daerah mata disertai dengan gangguan pada bagian tubuh lainnya memerlukan perhatian khusus karena mungkin saja merupakan suatu tanda bahaya. Jangan tunda untuk memeriksakan diri Anda ke dokter apabila kedutan mata tersebut menganggu atau kalau Anda punya kekhawatiran tertentu.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020