3 Penyebab Tidak Seimbangnya Elektrolit dalam Tubuh Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27/10/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Keseimbangan cairan dan elektrolit merupakan kunci dari proses metabolisme yang baik. Jika elektrolit tidak seimbang, tentu dapat berpengaruh besar terhadap kesehatan Anda. Kenali apa saja yang menjadi penyebab dari gangguan elektrolit agar Anda bisa mengurangi risikonya. 

Berbagai penyebab yang menimbulkan gangguan elektrolit

Elektrolit merupakan senyawa dan mineral yang membantu tubuh menghasilkan energi dan membuat kontraksi otot. Biasanya, manusia mendapatkan elektrolit seperti natrium, klorida, kalium, dan kalsium dari makanan dan minuman. 

Nah, itu sebabnya salah satu penyebab Anda mengalami gangguan elektrolit bisa dari makanan dan minuman yang Anda makan. Tak hanya makanan dan minuman, ada beberapa faktor lain yang membuat Anda mengalami gangguan elektrolit

1. Tubuh kehilangan banyak cairan

penyebab diare di pagi hari

Bagi Anda yang menderita diare hebat, dokter biasanya akan selalu mengingatkan untuk menjaga kadar air dalam tubuh agar tidak sampai dehidrasi. Hal ini karena saat diare, tubuh Anda akan terus mengeluarkan cairan dan elektrolit tubuh, seperti kalium, klorida, dan kalsium.

Kondisi inilah yang akhirnya jadi penyebab Anda mengalami gangguan elektrolit, seperti hipokalemia atau hiponatremia.

Selain diare, beberapa kondisi yang juga menyebabkan Anda kehilangan banyak cairan, antara lain:

  • Diare
  • Muntah
  • Berkeringat berlebihan
  • Dehidrasi
  • Kurang makan dan minum

2. pH darah melebihi batas normal

alkalosis kelebihan basa

Kondisi pH darah yang melebihi batas normal biasanya disebut sebagai alkalosis. Alkalosis merupakan sebuah situasi ketika cairan di dalam tubuh mengandung basa yang melebihi batas normal. 

Hal ini mungkin disebabkan oleh penurunan kadar karbondioksida dalam darah yang bersifat asam. Kondisi tersebut dinamakan dengan alkalosis respiratorik

Sebaliknya, peningkatan kadar bikarbonat dalam darah yang bersifat basa juga akan mengubah pH darah. Kondisi ini dikenal dengan alkalosis metabolik. 

Umumnya, alkalosis metabolik dikaitkan dengan beberapa kondisi tertentu, seperti terlalu sering muntah, yang menyebabkan kehilangan elektrolit yang banyak

3. Pengaruh obat-obatan tertentu

Selain kehilangan banyak cairan akibat kondisi tertentu, penyebab lain dari gangguan elektrolit juga bisa berasal dari pengaruh obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat yang membuat kadar elektrolit dalam tubuh jadi tidak seimbang, antara lain: 

a. Kortikosteroid

overdosis kostikosteroid

Kortikosteroid memengaruhi hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, yaitu mineralokortikoid. Hormon ini berperan sebagai pengatur kadar elektrolit dalam tubuh, misalnya, kapan tubuh akan mengeluarkan mineral seperti natrium. 

Obat steroid biasanya akan diserap di saluran pencernaan. Sifatnya yang dapat menahan garam inilah yang berisiko membuat elektrolit dalam tubuh tidak seimbang. 

Selain itu, jenis obat yang satu ini juga dapat meningkatkan kadar natrium sehingga membuat Anda berpotensi mengalami kondisi hipernatremia. Gangguan hipernatremia yang disebabkan oleh kortikosteroid ini dapat menimbulkan kejang dan kejang otot. 

b. Pil KB

menstruasi berlebihan

Selain kortikostreoid, jenis obat yang menjadi penyebab gangguan elektrolit adalah pil KB. 

Penggunaan pil KB ternyata dapat melonjakkan kadar kalium sehingga berpotensi mengalami hiperkalemia. Peningkatan kadar kalium pada tubuh ini dapat mengganggu keseimbangan natrium dalam tubuh Anda. 

Jika obat-obatan seperti ini terlalu banyak dan sering dikonsumsi, dapat mengakibatkan berbagai efek samping, seperti diare dan rasa lemas. 

Maka itu, ketika minum pil KB perhatikan aturan pakainya agar keseimbangan ion elektrolit di dalam tubuh tidak terganggu. 

c. Antibiotik & antifungal

tubuh sudah kebal antibiotik

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2009 dalam jurnal Nature Reviews Nephrology, jenis antibiotik tertentu ternyata termasuk dalam kategori obat yang menjadi penyebab gangguan elektrolit. 

Penggunaan antibiotik, seperti amfoterisin B dan trimetoprim, dapat membuat kadar kalium berkurang. 

Biasanya, amfoterisin B digunakan sebagai obat untuk mengatasi infeksi jamur. Sedangkan trimehoprim dapat digunakan untuk infeksi saluran kemih. 

Pada dasarnya, penyebab gangguan elektrolit dapat diakibatkan oleh kondisi tubuh yang kehilangan banyak cairan, gangguan kadar asam dalam tubuh, atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Konsultasikanlah ke dokter untuk mengetahui penyebab gangguan elektrolit yang Anda alami. Dengan begitu Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ternyata Berbahaya, Ini Gejala Gangguan Elektrolit yang Tak Boleh Diabaikan

Gangguan elektrolit yang tidak diatasi dapat membahayakan kesehatan. Inilah ragam gejala gangguan elektrolit yang tidak boleh Anda abaikan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 09/04/2019 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibatnya Kalau Tubuh Mengalami Gangguan Elektrolit?

Orang yang baru selesai olahraga rentan terkena gangguan elektrolit kalau tidak segera minum atau istirahat. Apa itu gangguan elektrolit dan apa gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 10/01/2019 . Waktu baca 3 menit

Mata Kedutan Itu Normal Atau Harus Diperiksakan ke Dokter?

Mata berkedut memang tidak nyaman, tapi apakah sampai harus dicek ke dokter mata? Atau kedutan mata itu wajar? Yuk, simak penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/05/2018 . Waktu baca 4 menit

Sudah Coba Minum Air Kelapa di Pagi Hari? Ini Manfaatnya Bagi Tubuh

Minum air kelapa umumnya dikonsumsi pada siang hari saat cuaca panas. Lantas, bagaimana jika dikonsumsi pada pagi hari dan apa manfaat yang diberikan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/04/2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

refeeding syndrome

Mengenal Refeeding Syndrome, Kondisi Fatal yang Mengintai Pasien Kurang Gizi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 29/10/2019 . Waktu baca 4 menit
gangguan keseimbangan cairan elektrolit

Gangguan Elektrolit Bisa Berakibat Fatal, Ini 5 Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/07/2019 . Waktu baca 4 menit
efek sering minum air kelapa

Air Kelapa Memang Sehat, Tapi Bahaya Jika Diminum Terlalu Banyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2019 . Waktu baca 5 menit
cara mengobati hiponatremia

Cara Mengobati Hiponatremia, Saat Tubuh Kekurangan Natrium

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2019 . Waktu baca 4 menit