Cegukan biasanya muncul ketika Anda selesai makan. Ya, kondisi ini memang tidak berbahaya, tapi cukup mengganggu apalagi jika baru saja selesai makan.  Anda mungkin jadi bertanya-tanya, sebenarnya apa penyebab cegukan setelah makan? Apa benar karena faktor makanan yang baru saja dimakan? Yuk, cari tahu kebenarannya dalam ulasan berikut ini.

Apa itu cegukan?

Cegukan adalah suara yang ditimbulkan oleh kontraksi alias penegangan diafragma. Diafragma itu sendiri adalah dinding otot yang memisahkan antara perut dengan dada, fungsinya untuk mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

Kontraksi otot-otot diafragma menyebabkan udara dari luar masuk ke paru-paru dengan cepat. Akibatnya, katup epiglotis harus segera menutup supaya makanan, minuman, atau air liur tidak ikut terisap ke paru-paru. Penutupan katup epiglotis yang mendadak inilah yang menimbulkan suara ‘hik’ saat cegukan.

Berbagai penyebab cegukan setelah makan

Dilansir dari Healthline, cegukan biasanya berasal dari rangsangan pada organ pencernaan Anda. Entah itu rangsangan pada perut, kerongkongan, atau saraf-saraf pencernaan.

Berikut ini beberapa hal yang mungkin jadi penyebab cegukan setelah makan, yaitu:

1. Makan terlalu cepat dan banyak

bahaya makan cepat

Makan dengan porsi besar, apalagi sambil terburu-buru, adalah penyebab cegukan setelah makan yang paling umum. Makan berlebihan menyebabkan perut cepat membesar dan mendorong diafragma untuk berkontraksi. Nah, hal inilah yang kemudian memicu suara ‘hik’ saat cegukan.

Begitu juga ketika Anda makan terlalu cepat, akan ada banyak udara yang ikut masuk ke dalam tenggorokan saat Anda menelan. Secara bersamaan, diafragma akan berkontraksi secara berlebihan dan epiglotis menutup dengan cepat supaya tidak ada makanan yang masuk ke tenggorokan. Pada saat inilah Anda akan mengalami cegukan setelah makan.

2. Jenis makanan tertentu

makan makanan pedas

Karena seringnya muncul setelah makan, Anda lantas berpikir bahwa penyebab cegukan berasal dari makanan. Ya, beberapa jenis makanan memang bisa memicu cegukan, terutama makanan kering, suhunya terlalu panas, atau yang rasanya pedas..

Makanan kering seperti roti, misalnya, cenderung lebih sulit dikunyah atau ditelan daripada makanan lunak. Karena sulit dikunyah, jenis makanan ini rentan melukai dan mengiritasi lapisan kerongkongan. Sejumlah saraf yang ada di kerongkongan akan terangsang dan memicu kontraksi diafragma, sehingga pada akhirnya menyebabkan cegukan.

Konsumsi makanan dan minuman yang sangat panas, sangat dingin, atau pedas juga memberikan efek serupa. Begitu juga ketika Anda minum minuman bersoda, gelembung udara dari minuman akan memenuhi rongga perut dan merangsang kontraksi diafragma. Alhasil, cegukan tidak bisa dihindari.

3. Perubahan suhu di esofagus

tenggorokan panas

Penyebab cegukan setelah makan juga bisa terjadi karena perubahan suhu di kerongkongan. Suhu yang naik atau turun secara mendadak akan ‘menggelitik’ saraf kerongkongan dan merangsang kontraksi diafragma secara berlebihan.

Saraf kerongkongan itu sendiri terdiri dari saraf frenikus dan saraf vagus. Dua jenis saraf ini sangat sensitif dan cepat bereaksi saat bersentuhan dengan makanan yang sangat panas, pedas, asam, cairan yang sangat dingin, dan alkohol. Bila Anda mengonsumsi makanan atau minuman tersebut, maka tidak heran jika Anda mengalami cegukan setelah makan.

Selain dari faktor makanan, berpindah-pindah tempat juga bisa memengaruhi suhu esofagus, lho. Misalnya, Anda memilih makan di restoran ber-AC, padahal baru saja selesai beraktivitas di bawah sinar matahari. Perubahan suhu mendadak inilah yang bisa jadi penyebab cegukan setelah makan.

4. Stres

jaga kesehatan stres

Siapa yang menyangka bahwa cegukan ternyata juga bisa disebabkan oleh emosi berlebihan. Ya, kondisi terlalu stres atau bahagia berlebihan dapat menyebabkan cegukan.

Para ahli meyakini bahwa orang yang sedang emosi berlebihan cenderung menelan udara lebih banyak. Sebab biasanya, orang yang sedang marah atau sangat bahagia cenderung melampiaskan emosinya dengan makan banyak. Semakin banyak udara yang tertelan, maka diafragma akan semakin berkontraksi dan menyebabkan cegukan.

Cegukan yang normal biasanya terjadi selama kurang dari 48 jam dan akan berhenti dengan sendirinya. Jika lebih dari itu, maka bisa jadi ada masalah kesehatan tertentu yang jadi penyebab cegukan. Segera periksakan diri Anda ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca