Hipertrofi, Kondisi yang Membuat Bibir Labia Vagina Membesar. Normalkah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bentuk fisik tubuh pada dasarnya tidak selalu sama antara satu orang dengan yang lainnya. Tanpa disadari, hal ini juga terjadi pada labia atau bibir vagina wanita. Pada kebanyakan wanita, bentuk dan ukuran bibir vagina umumnya tidak simetris. Ketika bibir vagina menjadi berukuran lebih besar, ini disebut dengan hipertrofi labia atau pembesaran labia. Lantas, apakah hal ini tergolong normal atau justru membahayakan kesehatan? Cari tahu jawabannya lewat ulasan berikut ini.

Apa itu hipertrofi labia atau pembesaran labia?

Labia atau bibir vagina adalah sebuah lipatan kulit yang membentuk vulva di bagian luar alat kelamin wanita. Bibir vagina memiliki dua bagian berbeda, yaitu labia mayora (bibir vagina luar) yang lebih tebal dan agak berlemak isinya, serta labia minora (bibir vagina bagian dalam) yang lebih tipis dan lebih kecil. Fungsi labia adalah untuk melindungi klitoris dan organ internal vagina lainnya dari benda-benda kecil yang bisa masuk, seperti serangga ataupun kotoran.

Sama seperti bagian tubuh lainnya, ukuran dan bentuk bibir vagina umumnya tidak simetris. Satu sisi labia bisa saja memiliki ukuran lebih besar, lebih tebal, atau lebih panjang dari pada sisi lainnya. Hal ini merupakan hal yang normal dan tidak perlu ditakutkan.

Ketika bibir vagina mengembang atau tumbuh membesar dari ukuran semula, kondisi ini disebut dengan hipertrofi labia. Pembesaran labia dapat terjadi pada labia mayora maupun labia minora. Labia mayora yang membesar disebut dengan hipertrofi labia mayora. Sementara bila labia minora yang membesar atau menonjol keluar dari labia mayora, maka ini disebut dengan hipertrofi labia minora.

Apa yang menyebabkan terjadinya pembesaran labia?

Sayangnya, penyebab pembesaran labia atau hipertrofi labia belum diketahui secara pasti. Sebab, ada beberapa wanita yang secara alami terlahir dengan labia besar atau bentuk yang tidak beraturan.

Meski demikian, pembesaran labia dapat disebabkan oleh perubahan hormon estrogen dalam tubuh yang meningkat karena beberapa kondisi. Biasanya, ini terjadi selama masa pubertas, setelah melahirkan, atau sebagai akibat dari penuaan. Namun Anda tak perlu khawatir, pembesaran labia bukan disebabkan oleh keseringan masturbasi maupun pertanda infeksi menular seksual.

Hipertrofi labia lebih umum terjadi pada labia minora. Ini ditandai dengan lapisan labia minora yang melebar hingga keluar dari lapisan labia mayora. Dalam kondisi normal, labia minora akan terlihat membesar atau membengkak saat berhubungan seksual karena pengaruh rangsangan seksual. Jika kondisi pembesaran labia Anda tidak dapat kembali ke ukuran normal, segera konsultasikan pada dokter.

Tanda dan gejala bibir vagina membesar

Kebanyakan wanita umumnya tidak merasakan gejala apapun ketika mengalami pembesaran labia. Namun bagaimanapun, labia minora bersifat lebih sensitif ketimbang labia mayora. Ini sebabnya, labia minora yang membesar dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bila terus dibiarkan.

Tanda dan gejala hipertrofi labia adalah sebagai berikut:

  • Sulit membersihkan labia. Saat menstruasi, labia yang membesar membuat Anda menjadi sulit membersihkan organ intim Anda. Bila terus dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi infeksi kronis.
  • Iritasi. Pembesaran labia umumnya menimbulkan rasa tidak nyaman saat permukaan labia bersentuhan dengan celana dalam. Gesekan yang terus-menerus dapat menyebabkan kulit area organ intim menjadi kasar dan iritasi.
  • Nyeri. Ukuran labia yang membesar umumnya akan menekan area organ intim sehingga menimbulkan rasa sakit selama beraktivitas. Beberapa contohnya adalah saat bersepeda, foreplay, atau berhubungan seksual.

Pengobatan untuk mengatasi pembesaran labia

Bibir vagina yang membesar tidak perlu pengobatan apa-apa jika tidak menggangu aktivitas sehar-hari, termasuk saat berhubungan seks. Namun, bila vagina jadi terasa sakit dan mengganggu, segera konsultasikan ke dokter.

Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan prosedur labiaplasty atau operasi pada bagian labia. Selama operasi, dokter akan mengangkat kelebihan jaringan pada labia dan mengembalikan bentuk labia ke ukuran semula. Sama seperti jenis operasi lainnya, labioalasty juga memiliki beberapa efek samping seperti alergi obat bius, infeksi, perdarahan, hingga timbulnya jaringan parut.

Setelah operasi selesai dilakukan, Anda mungkin mengalami labia membengkak, memar, dan nyeri selama beberapa minggu. Namun, Anda tak perlu khawatir. Jagalah kebersihan area organ intim Anda dengan memakai celana yang longgar dan menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan gesekan di daerah genital.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Tanda Anda Sebentar Lagi Mau Haid

Tidak semua perempuan mengalami nyeri haid dan gejala PMS setiap bulan. Maka, kenali tanda-tanda menstruasi Anda sebentar lagi mau datang.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Wajib Tahu 15 Penyebab Bau Mulut yang Mengganggu!

Mulai dari penyebab secara umum hingga kondisi kesehatan tertentu, berikut 15 hal yang bisa menyebabkan bau mulut. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 27 November 2020 . Waktu baca 9 menit

7 Penyebab Mulut Kering Selain Dehidrasi yang Perlu Diketahui

Mulut kering wajar terjadi saat Anda merasa haus atau dehidrasi. Selain itu, mulut kering bisa disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan, lho.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 27 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Panduan Lengkap Seputar Anatomi Vagina

Tahukah Anda bahwa yang namanya vagina sebenarnya hanya lubang jalan lahir bayi saja? Lalu apa nama organ-organ di sekitarnya? Simak anatomi vagina di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 26 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kloning manusia

Kloning Manusia, Benarkah Bisa Dilakukan? Simak 5 Fakta Unik Seputar Kloning

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit
mood swing saat menstruasi

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat garam untuk kesehatan

6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit
perubahan pola tidur

Mengubah Jam Tidur Ternyata Berpengaruh Pada Kesehatan

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit