Hipertrofi, Kondisi yang Membuat Bibir Labia Vagina Membesar. Normalkah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bentuk fisik tubuh pada dasarnya tidak selalu sama antara satu orang dengan yang lainnya. Tanpa disadari, hal ini juga terjadi pada labia atau bibir vagina wanita. Pada kebanyakan wanita, bentuk dan ukuran bibir vagina umumnya tidak simetris. Ketika bibir vagina menjadi berukuran lebih besar, ini disebut dengan hipertrofi labia atau pembesaran labia. Lantas, apakah hal ini tergolong normal atau justru membahayakan kesehatan? Cari tahu jawabannya lewat ulasan berikut ini.

Apa itu hipertrofi labia atau pembesaran labia?

Labia atau bibir vagina adalah sebuah lipatan kulit yang membentuk vulva di bagian luar alat kelamin wanita. Bibir vagina memiliki dua bagian berbeda, yaitu labia mayora (bibir vagina luar) yang lebih tebal dan agak berlemak isinya, serta labia minora (bibir vagina bagian dalam) yang lebih tipis dan lebih kecil. Fungsi labia adalah untuk melindungi klitoris dan organ internal vagina lainnya dari benda-benda kecil yang bisa masuk, seperti serangga ataupun kotoran.

Sama seperti bagian tubuh lainnya, ukuran dan bentuk bibir vagina umumnya tidak simetris. Satu sisi labia bisa saja memiliki ukuran lebih besar, lebih tebal, atau lebih panjang dari pada sisi lainnya. Hal ini merupakan hal yang normal dan tidak perlu ditakutkan.

Ketika bibir vagina mengembang atau tumbuh membesar dari ukuran semula, kondisi ini disebut dengan hipertrofi labia. Pembesaran labia dapat terjadi pada labia mayora maupun labia minora. Labia mayora yang membesar disebut dengan hipertrofi labia mayora. Sementara bila labia minora yang membesar atau menonjol keluar dari labia mayora, maka ini disebut dengan hipertrofi labia minora.

Apa yang menyebabkan terjadinya pembesaran labia?

Sayangnya, penyebab pembesaran labia atau hipertrofi labia belum diketahui secara pasti. Sebab, ada beberapa wanita yang secara alami terlahir dengan labia besar atau bentuk yang tidak beraturan.

Meski demikian, pembesaran labia dapat disebabkan oleh perubahan hormon estrogen dalam tubuh yang meningkat karena beberapa kondisi. Biasanya, ini terjadi selama masa pubertas, setelah melahirkan, atau sebagai akibat dari penuaan. Namun Anda tak perlu khawatir, pembesaran labia bukan disebabkan oleh keseringan masturbasi maupun pertanda infeksi menular seksual.

Hipertrofi labia lebih umum terjadi pada labia minora. Ini ditandai dengan lapisan labia minora yang melebar hingga keluar dari lapisan labia mayora. Dalam kondisi normal, labia minora akan terlihat membesar atau membengkak saat berhubungan seksual karena pengaruh rangsangan seksual. Jika kondisi pembesaran labia Anda tidak dapat kembali ke ukuran normal, segera konsultasikan pada dokter.

Tanda dan gejala bibir vagina membesar

Kebanyakan wanita umumnya tidak merasakan gejala apapun ketika mengalami pembesaran labia. Namun bagaimanapun, labia minora bersifat lebih sensitif ketimbang labia mayora. Ini sebabnya, labia minora yang membesar dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bila terus dibiarkan.

Tanda dan gejala hipertrofi labia adalah sebagai berikut:

  • Sulit membersihkan labia. Saat menstruasi, labia yang membesar membuat Anda menjadi sulit membersihkan organ intim Anda. Bila terus dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi infeksi kronis.
  • Iritasi. Pembesaran labia umumnya menimbulkan rasa tidak nyaman saat permukaan labia bersentuhan dengan celana dalam. Gesekan yang terus-menerus dapat menyebabkan kulit area organ intim menjadi kasar dan iritasi.
  • Nyeri. Ukuran labia yang membesar umumnya akan menekan area organ intim sehingga menimbulkan rasa sakit selama beraktivitas. Beberapa contohnya adalah saat bersepeda, foreplay, atau berhubungan seksual.

Pengobatan untuk mengatasi pembesaran labia

Bibir vagina yang membesar tidak perlu pengobatan apa-apa jika tidak menggangu aktivitas sehar-hari, termasuk saat berhubungan seks. Namun, bila vagina jadi terasa sakit dan mengganggu, segera konsultasikan ke dokter.

Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan prosedur labiaplasty atau operasi pada bagian labia. Selama operasi, dokter akan mengangkat kelebihan jaringan pada labia dan mengembalikan bentuk labia ke ukuran semula. Sama seperti jenis operasi lainnya, labioalasty juga memiliki beberapa efek samping seperti alergi obat bius, infeksi, perdarahan, hingga timbulnya jaringan parut.

Setelah operasi selesai dilakukan, Anda mungkin mengalami labia membengkak, memar, dan nyeri selama beberapa minggu. Namun, Anda tak perlu khawatir. Jagalah kebersihan area organ intim Anda dengan memakai celana yang longgar dan menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan gesekan di daerah genital.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit