Mengapa Anda Merasa Mual Saat Merokok?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Hampir semua orang mengamini bahwa merokok bisa menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang. Bahkan, jauh sebelum itu, Anda bahkan sudah bisa merasakan sejumlah efek pada tubuh. Salah satunya adalah rasa mual saat merokok ataupun setelahnya. Lantas, apa penyebabnya, ya?

Penyebab timbulnya rasa mual saat merokok

Setiap kali merokok, Anda menghirup begitu banyak bahan kimia yang sebenarnya bersifat racun bagi tubuh.

Nikotin, tar, dan karbon monoksida adalah contoh kecil dari banyaknya bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh ketika Anda merokok.

Nikotin dapat merangsang sistem saraf pusat, lalu memicu kenaikan kadar gula darah. Hasilnya, tubuh Anda terasa begitu berenergi.

Di sisi lain, bahan kimia berbahaya ini juga mempersempit pembuluh darah dan berisiko merusak pembuluh arteri.

Mual yang Anda alami saat merokok timbul sebagai efek dari masuknya bahan kimia berbahaya ke dalam tubuh. Rasa mual ini biasanya muncul pada saat Anda mulai mencoba untuk merokok atau pada mereka yang lebih jarang merokok.

Seiring waktu, keluhan ini akan berangsur hilang. Namun, ini justru menandakan bahwa tubuh Anda telah terbiasa terhadap bahan kimia tersebut.

Mual saat merokok bisa dipicu oleh asam lambung

Merokok memengaruhi berbagai sistem pada tubuh, termasuk pencernaan. Nikotin yang Anda isap akan melemahkan otot-otot berbentuk cincin pada bagian bawah kerongkongan.

Otot-otot tersebut memiliki fungsi mencegah naiknya asam lambung.

Senyawa kimia berbahaya ini juga akan mengganggu saluran pencernaan dengan cara:

  • Memicu produksi asam lambung berlebih
  • Menghambat refleks otot saluran kerongkongan
  • Merusak membran mukosa (lendir) saluran pencernaan
  • Menghambat produksi air liur yang seharusnya dapat menetralkan asam lambung

Akibat pengaruh tersebut, asam lambung pun naik menuju kerongkongan dan menyebabkan heartburn. Gejala lain yang menyertai kondisi ini adalah rasa mual, bahkan muntah.

Mual saat merokok bisa jadi tanda keracunan nikotin

Keracunan nikotin terjadi bila jumlahnya dalam tubuh terlalu tinggi. Jumlah nikotin yang bisa menyebabkan overdosis bergantung pada bobot tubuh Anda dan dari mana sumber nikotin tersebut.

Misalnya, dosis 50-60 miligram nikotin dapat menyebabkan kematian pada orang dewasa dengan berat 75 kilogram. Rata-rata, tubuh Anda sebenarnya hanya menyerap sepersepuluh dari total nikotin dalam sebatang rokok, yakni sekitar 1 miligram.

Anda tidak akan mengalami keracunan nikotin parah hanya karena merokok, tapi bayangkan berapa banyak nikotin yang ditimbun tubuh jika Anda menghabiskan berbatang-batang rokok dalam sehari.

Gejala utama dari keracunan nikotin adalah rasa mual pada saat merokok ataupun setelahnya. Rasa mual ini biasanya terasa sangat nyata hingga Anda merasa ingin muntah.

Selain itu, Anda juga dapat mengalami tanda berupa:

  • Sakit perut
  • Napas cepat dan berat
  • Detak jantung dan tekanan darah meningkat
  • Produksi air liur meningkat
  • Kulit pucat
  • Sakit kepala, pusing, atau kebingungan

Hilangnya rasa mual saat merokok tidak selalu berarti pertanda baik. Bisa jadi, hal ini berarti tubuh Anda telah menyesuaikan diri dengan bahan kimia pada rokok.

Lambat laun, Anda akan semakin kecanduan dan sulit melepaskan diri dari kebiasaan merokok.

Menghindari rokok memang menjadi salah satu gaya hidup sehat yang dianjurkan. Untuk itu, tidak ada kata terlambat bagi Anda yang ingin berhenti merokok.

Anda selalu bisa mencoba secara bertahap, mulai dari mengurangi jumlahnya hingga menghentikan penggunaannya sama sekali.

Ingatlah bahwa apa pun efek positif yang Anda rasakan saat merokok, efek negatifnya akan lebih besar dan membahayakan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca