Detak Jantung Terdengar Jelas di Telinga, Apakah Ini Normal?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Beberapa orang dapat merasakan dengung atau bahkan mendengar detak jantung di telinga pada keadaan hening. Bila Anda mengalaminya, maka hal ini bisa menandakan bahwa Anda mengalami kondisi yang disebut sebagai pulsatile tinnitus. Tidak perlu panik, berikut adalah berbagai penyebab dan cara mengatasi suara detak jantung yang terdengar di telinga Anda.

Mengapa Anda mendengar detak jantung di telinga saat hening?

Pulsatile tinnitus sedikit berbeda dengan kondisi serupa yang disebut tinnitus. Tinnitus memiliki ciri berupa adanya dengung, siulan, desisan, atau suara ‘klik’ pada telinga akibat sel saraf menangkap sinyal abnormal yang bergerak dari telinga menuju otak.

Sementara itu, pulsatile tinnitus punya ciri yang khas seperti mendengar suara detak berirama tetap menyerupai denyut jantung dari dalam tubuh. Suara detak ini merupakan suara dari peredaran darah pada arteri di sekitar area telinga. Biasanya pulsatile tinnitus ini terjadi pada salah satu telinga. Penyebab utamanya dapat berasal dari:

  • Meningkatnya aliran darah di seluruh tubuh, misalnya karena kehamilan, anemia parah, atau meningkatnya aktivitas kelenjar tiroid.
  • Meningkatnya aliran darah pada area leher.
  • Aliran darah tidak teratur karena adanya gangguan pada pembuluh darah seperti aterosklerosis (mengerasnya pembuluh darah akibat penumpukan plak).
  • Meningkatnya kepekaan telinga, misalnya akibat gendang telinga berlubang atau infeksi telinga.
  • Kondisi pembuluh darah kapiler yang tidak normal.
  • Tumor pada kepala atau leher.
  • Hipertensi intrakranial idiopatik, yakni meningkatnya tekanan pada ruang di sekitar otak dan tulang belakang.

Jika Anda merasa mendengar detak jantung di telinga secara terus-menerus, cobalah periksa ke dokter. Dokter akan membantu Anda menemukan penyebabnya dengan melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk pemeriksaan MRI, ultrasound, dan sebagainya untuk mempelajari aliran dan tekanan darah pada pembuluh darah di kepala Anda.

Bagaimana cara menghentikan suara detakan ini?

Saat Anda mendengar detak jantung di telinga, hal ini menandakan bahwa terdapat kondisi lain pada tubuh Anda. Oleh sebab itu, pulsatile tinnitus perlu ditangani sesuai penyebabnya.

1. Jika penyebabnya adalah gangguan sirkulasi darah

Tekanan darah tinggi perlu diatasi dengan mengonsumsi obat dan memperbaiki gaya hidup. Anda perlu menghindari asupan makanan tinggi natrium, rutin berolahraga, berhenti merokok, dan berlatih mengelola stres dengan baik.

Namun, apabila Anda memiliki masalah pada pembuluh darah (misalnya akibat aterosklerosis), Anda mungkin perlu menjalani operasi atau pemasangan kateter guna melancarkan kembali aliran darah.

2. Terapi suara

Terapi suara umumnya digunakan untuk mengatasi pulsatile tinnitus akibat peningkatan kepekaan telinga. Caranya adalah dengan membuat Anda mendengarkan suara yang berasal dari lingkungan sekitar, radio, aplikasi khusus, atau generator suara khusus. Alat-alat tertentu dapat menghasilkan ‘white noise’ yang dapat mengurangi gangguan akibat suara pada telinga yang muncul terus-menerus.

3. Terapi kognitif perilaku

Terkadang, suara yang mengganggu dalam kepala Anda bisa berasal dari kondisi psikologis Anda sendiri. Karenanya, metode ini dilakukan untuk mengatasi pulsatile tinnitus dari sisi tersebut. Alih-alih berusaha menghilangkan suara detak jantung yang terus Anda dengar, psikolog akan membantu mengubah cara Anda bereaksi terhadap suara-suara tersebut.

4. Relaksasi

Terapi relaksasi akan membantu menurunkan denyut jantung, tekanan darah, dan aktivitas otak yang membuat Anda mendengar detak jantung di telinga secara terus-menerus. Terapi ini umumnya melibatkan latihan pernapasan, pemusatan pikiran, dan meditasi.

Sejumlah penyebab pulsatile tinnitus dapat ditangani hingga tuntas, asalkan Anda mendapatkan diagnosis yang tepat. Maka dari itu, segera periksakan kondisi Anda bila Anda merasa mendengar detak jantung di telinga yang berlangsung terus-menerus. Semakin awal Anda memulai terapi, semakin baik hasilnya bagi kualitas hidup Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 28, 2019 | Terakhir Diedit: Februari 24, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca