Kenapa Makanan dan Minuman Manis Bikin Cepat Haus?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/03/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Makanan manis mungkin menjadi salah satu makanan favorit Anda. Pasalnya, kandungan kalori pada gula memberikan sensasi lezat saat dimakan. Namun, kandungan gula dalam makanan cenderung membuat tenggorokan terasa sangat kering. Itu sebabnya Anda menjadi cepat haus dan ingin meneguk lebih banyak cairan. Lantas, mengapa makanan dan minuman manis membuat Anda cepat haus? Berikut penjelasannya.

Kenapa kita bisa merasa haus?

Sederhananya, rasa haus adalah sensasi normal saat tubuh membutuhkan asupan cairan. Naik turunnya rasa haus merupakan hal yang biasa. Umumnya terjadi akibat faktor makanan, cuaca, aktivitas fisik, dan faktor lainnya. Sementara itu, rasa haus yang turun secara drastis biasanya dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan seperti diabetes, dehidrasi akut, gangguan mental, atau cedera kepala.

Sinyal haus yang dihasilkan oleh tubuh berfungsi untuk memberi tahu Anda kapan kadar cairan tubuh harus diisi ulang. Ini karena sistem organ tubuh terbiasa bekerja dengan kadar cairan tertentu. Bila cairan tubuh mulai berkurang, maka otak akan memberikan sinyal haus agar Anda memenuhinya dengan segera. Fungsinya supaya kerja seluruh organ dalam tubuh tidak terganggu.

Penyebab makanan dan minuman manis bikin cepat haus

Rasa haus yang muncul setelah mengonsumsi makanan manis berkaitan dengan lonjakan glukosa (gula) dalam darah. Saat mengonsumsi makanan manis, gula dalam makanan akan masuk ke lambung dan berlanjut ke aliran darah seluruh tubuh. Artinya, kadar glukosa darah menjadi meningkat.

Setelah partikel gula mencapai aliran darah, kandungan air dari dalam sel tubuh akan bergerak keluar sel dan masuk ke dalam darah. Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan cairan dalam darah agar tidak terlalu pekat akibat kelebihan gula. Proses ini disebut dengan osmolaritas dalam darah.

Osmolaritas adalah kondisi yang menggambarkan berapa banyak molekul yang harus dilarutkan dalam cairan. Semakin banyak zat yang dilarutkan maka semakin tinggi osmolaritasnya. Sama halnya dengan asupan gula, semakin banyak gula yang dikonsumsi maka semakin banyak pula molekul gula yang harus dilarutkan dalam cairan.

Otak secara rutin memantau konsentrasi darah untuk mempertahankan kadar yang normal. Ketika sudah terlalu banyak glukosa dalam darah, sel tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa sudah saatnya tubuh mengonsumsi cairan tambahan. Inilah yang menyebabkan munculnya rasa haus.

Sama halnya bila Anda menenggak minuman yang mengandung gula alias minuman manis. Saat Anda merasa haus di tengah cuaca terik, mata Anda lebih tertuju pada jus segar atau minuman manis lainnya untuk melepaskan dahaga. Cara ini justru salah. Minuman manis hanya akan menambah rasa haus Anda. Maka, lebih baik pilih air putih untuk melegakan tenggorokan Anda tanpa menambah dahaga.

Sebenarnya bukan makanan manis saja yang dapat membuat Anda haus. Makanan asin dan pedas pun juga memberikan efek yang sama. Apalagi bila Anda makan makanan manis dan asin secara bersamaan, otomatis sensasi hausnya akan berlipat-lipat.

Segera periksa ke dokter bila Anda sering cepat haus

Rasa haus berlebihan tidak selalu menandakan Anda kecanduan makanan manis. Hal ini juga dapat menandakan kondisi medis tertentu, salah satunya diabetes. Jika Anda juga mengalami penglihatan kabur, kelelahan, perubahan frekuensi buang air kecil setiap hari, maka segera periksa ke dokter untuk diagnosis yang lebih tepat.

Dalam kondisi apa pun, tubuh Anda tetap memerlukan asupan cairan. Bahkan menurut artikel yang diterbitkan pada Physiological Research Center, orang menjadi lebih cepat haus seiring dengan bertambahnya usia. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan cairan Anda terpenuhi walaupun Anda tidak merasa haus.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Tak hanya efektif memangkas gelambir lemak perut, manfaat virgin coconut oil alias minyak kelapa dara sangat menakjubkan untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab infeksi saluran kencing

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
kesehatan kandung kemih

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit