Tanpa bawang putih, makanan yang dimasak rasanya pasti kurang sedap. Manfaat bawang putih tidak hanya sebatas itu. Bawang putih ternyata punya khasiat untuk mendukung program diet.
Tanpa bawang putih, makanan yang dimasak rasanya pasti kurang sedap. Manfaat bawang putih tidak hanya sebatas itu. Bawang putih ternyata punya khasiat untuk mendukung program diet.

Beberapa riset dari penelitian hewan dan manusia menunjukkan bahwa bawang putih dapat membantu menurunkan berat badan.
Salah satu kandungan sulfur yang terdapat dalam bawang putih mentah, yaitu allicin (alisin), berpotensi mencegah obesitas.
Alisin dapat mengaktifkan pembakaran jaringan adiposa cokelat atau lemak cokelat (brown fat).
Jaringan adiposa cokelat merupakan bagian lemak tubuh yang biasanya dibakar ketika tubuh kedinginan.
Pembakaran lemak ini dapat menghasilkan panas yang menghangatkan tubuh, sekaligus tambahan energi. Pasalnya, lemak cokelat mengandung banyak mitokondria, bagian sel penghasil energi.
Oleh karena kemampuan zat aktifnya membakar lemak, konsumsi bawang putih dianggap berpotensi mengurangi berat badan.
Ada pula efek menguntungkan konsumsi suplemen bawang putih pada orang dengan obesitas.
Sebuah meta-analisis terbitan International journal for vitamin and nutrition research (2021) menunjukkan suplemen bawang putih berpotensi mengurangi lingkar pinggang, tetapi tidak menurunkan berat badan dan indeks massa tubuh (IMT).
Studi lain dari Advanced biomedical research (2016) menduga suplemen bubuk bawang putih membantu mengurangi berat badan dan mengatasi perlemakan hati nonalkoholik.

Namun, berat badan turun bukan semata-mata karena makan bawang putih saja.
Khasiat bawang putih berpengaruh sangat kecil pada penurunan berat badan Anda, berbeda dengan efek olahraga rutin dan perubahan pola makan.
Kombinasi aktivitas fisik olahraga, diet sehat, dan konsumsi bawang putih akan menurunkan berat badan lebih efektif.
Alisin dalam bawang putih akan membantu pembakaran lemak cokelat lebih cepat ketika Anda membutuhkan energi cadangan saat berolahraga.
Hal itu sekaligus mengurangi terbentuknya lemak baru, terutama lemak di sekitar perut yang sering menyebabkan perut buncit atau obesitas sentral.
Jika hanya makan bawang putih tanpa olahraga atau bergerak aktif, berat badan tetap susah turun.
Anda dapat menyertakan bawang putih pada menu diet harian sambil rutin olahraga.
Anda bisa makan bawang putih secara langsung, menambahkannya pada makanan, atau minum suplemen ekstrak bawang putih.
Hanya saja, Anda perlu konsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum menggunakan suplemen apa pun, termasuk bawang putih.
Konsumsi bawang putih mentah secara langsung, memberikan manfaat yang lebih besar pada tubuh karena zat allicin yang terkandung di dalamnya masih utuh.
Sementara itu, menumis atau memanggang bawang putih bisa mengubah kandungan allicin bawang putih.
Berikut adalah beberapa ide menu diet bawang putih yang bisa Anda coba.
Jika Anda harus memasaknya, cobalah untuk menghancurkan atau memotong bawang putih dan biarkan selama 10 – 15 menit sebelum menambahkannya ke masakan.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Cavagnaro, P. F., Camargo, A., Galmarini, C. R., & Simon, P. W. (2007). Effect of cooking on garlic (Allium sativum L.) antiplatelet activity and thiosulfinates content. Journal of agricultural and food chemistry, 55(4), 1280–1288. https://doi.org/10.1021/jf062587s
Darooghegi Mofrad, M., Milajerdi, A., Koohdani, F., Surkan, P. J., & Azadbakht, L. (2019). Garlic Supplementation Reduces Circulating C-reactive Protein, Tumor Necrosis Factor, and Interleukin-6 in Adults: A Systematic Review and Meta-analysis of Randomized Controlled Trials. The Journal of nutrition, 149(4), 605–618. https://doi.org/10.1093/jn/nxy310
Lee, H. S., Lim, W. C., Lee, S. J., Lee, S. H., Lee, J. H., & Cho, H. Y. (2016). Antiobesity Effect of Garlic Extract Fermented by Lactobacillus plantarum BL2 in Diet-Induced Obese Mice. Journal of medicinal food, 19(9), 823–829. https://doi.org/10.1089/jmf.2016.3674
Mofrad, M. D., Rahmani, J., Varkaneh, H. K., Teymouri, A., & Mousavi, S. M. (2021). The effects of garlic supplementation on weight loss: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. International journal for vitamin and nutrition research. Internationale Zeitschrift fur Vitamin- und Ernahrungsforschung. Journal international de vitaminologie et de nutrition, 91(3-4), 370–382. https://doi.org/10.1024/0300-9831/a000607
Seo, D. Y., Lee, S. R., Kim, H. K., Baek, Y. H., Kwak, Y. S., Ko, T. H., Kim, N., Rhee, B. D., Ko, K. S., Park, B. J., & Han, J. (2012). Independent beneficial effects of aged garlic extract intake with regular exercise on cardiovascular risk in postmenopausal women. Nutrition research and practice, 6(3), 226–231. https://doi.org/10.4162/nrp.2012.6.3.226
Soleimani, D., Paknahad, Z., Askari, G., Iraj, B., & Feizi, A. (2016). Effect of garlic powder consumption on body composition in patients with nonalcoholic fatty liver disease: A randomized, double-blind, placebo-controlled trial. Advanced biomedical research, 5, 2. https://doi.org/10.4103/2277-9175.174962
Versi Terbaru
16/11/2022
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala