Ternyata Ini Perubahan yang Terjadi Pada Otak Saat Main Game Online

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/03/2019
Bagikan sekarang

Maraknya game online sekarang ini, membuat para gamers bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menatap layar gadget. Seakan tidak mengenal usia, game online hampir menjadi candu bagi banyak remaja hingga orang dewasa. Mengingat penggunanya semakin meluas, para ilmuwan telah meneliti bagaimana kecanduan game online memengaruhi otak dan perilaku seseorang. Lantas, apakah main game online memberikan efek positif atau negatif? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Perubahan otak yang terjadi saat main game online

Telah ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa game online dapat memengaruhi otak dan juga menyebabkan perubahan pada bagian tertentu di dalam otak.

Baru-baru ini, para peneliti mengumpulkan dan merangkum hasil dari 116 penelitian ilmiah untuk menentukan bagaimana kecanduan game online bisa mengubah fungsi dan struktur otak, serta memengaruhi perilaku seseorang yang memainkannya.

Berdasarkan berbagai penelitian tersebut, diketahui bahwa video game tidak hanya mengubah cara kerja otak tapi juga strukturnya. Misalnya, penggunaan video game diketahui memengaruhi tingkat fokus dan kemampuan berpikir otak. Selain itu, kebanyakan hasil penelitian menyatakan bahwa orang yang main game online justru bisa lebih fokus ketimbang yang tidak memainkannya.

Penelitian juga menemukan bahwa video game meningkatkan ukuran dan kemampuan bagian otak yang bertanggung jawab atas visuospasial, yaitu kemampuan seseorang untuk menerjemahkan konsep visual (yang dilihat dari mata). Contohnya seperti membaca jarak, membedakan bentuk dan warna, hingga menempatkan suatu benda.

Para gamer juga mengalami perbesaran ukuran bagian otak hippocampus kanan, yang menjadi tempat memori jangka panjang terbentuk di otak.

Jangan sampai kecanduan main game online

Sayangnya, game online tidak selalu memberikan dampak positif. Jika digunakan tanpa aturan, maka orang yang memainkannya akan mengalami kecanduan. Para ahli menyatakan bahwa kecanduan game online bisa menimbulkan gangguan atau masalah kesehatan tertentu.

Pada orang pecandu game, penelitian menemukan adanya perubahan fungsional dan struktural dalam sistem reward saraf. Reward saraf sendiri merupakan kelompok struktur saraf yang berkaitan dengan perasaan senang, pembelajaran, dan motivasi.

Penelitian yang dipublikasikan di Addiction Biology melakukan pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) terhadap 78 remaja laki-laki yang berusia 10-19 tahun yang didiagnosis mengalami gangguan internet gaming, dan 73 peserta lainnya tanpa kondisi gangguan tersebut. Dalam penelitian tersebut, para peneliti membandingkan hubungan antara 25 area yang berbeda dari otak pecandu game dengan kontrolnya.

Hasilnya, para peneliti menemukan adanya peningkatan koordinasi antara bagian kortek prefrontal dorsolateral dan temporoparietal junction di otak,yang diduga membatasi kontrol impuls seseorang. Kondisi ini biasanya ditemukan pada pasien dengan skizofrenia, sindrom Down, dan autisme, dan orang dengan kontrol impuls yang buruk.

Cara jitu agar tidak kecanduan main game online

Game online memang bak pisau bermata dua. Di satu sisi Anda mungkin mendapatkan manfaat, tapi lain sisi kebanyakan main game online justru bisa mendatangkan mudarat. Nah, untuk mencegah berbagai hal negatif yang sudah disebutkan di atas, berikut beberapa cara jitu yang bisa Ada coba.

1. Bulatkan tekad

Bulatkan tekad dan niat merupakan kunci utama sebelum Anda memulai segala sesuatu. Dalam kasus game online, kuncinya adalah bagaimana Anda dapat membuat skala prioritas dalam hidup Anda.

Ketika Anda sudah tau mana hal penting dan mana yang bukan, maka Anda akan lebih mudah untuk tidak main game online sering-sering. Bahkan, Anda bisa saja tidak kepikiran atau tidak ada waktu untuk sekadar bermain game karena banyak kegiatan yang jauh lebih penting ketimbang main game.

2. Tentukan batas waktu main game online tiap hari

Agar Anda lebih disiplin, tentukan berapa lama durasi atau kapan waktu yang tepat untuk main game online. Misalnya, jatah main game online per hari adalah satu jam. Anda boleh langsung habiskan sekaligus di satu waktu, atau dibagi dalam beberapa sesi. Intinya, jangan sampai main lewat dari batas yang sudah ditentukan.

Cara ini akan bekerja efektif dan optimal jika Anda tegas terhadap diri Anda sendiri. Jangan memanjakan diri Anda dengan memenuhi keinginan untuk main game online terus-terusan. Tak boleh ada toleransi tambahan waktu karena sedang seru-serunya main.

Agar tidak lupa, Anda bisa menyalakan alarm sebelum main game. Kalau perlu minta bantuan orang terdekat untuk membantu mengingatkan Anda. Cobalah bersikap tegas dengan menyingkirkan gadget dari hadapan Anda dan menaruhnya di tempat yang jauh dari jangkauan.

3. Lakukan kegiatan produktif

Supaya pikiran tidak lagi terpusat pada game, Anda harus menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas lain. Misalnya, jalan-jalan di taman, main dengan teman-teman, atau bahkan olahraga.

Intinya, lakukannya berbagai kegiatan yang membuat Anda produktif, sehingga tidak ada lagi pikiran atau waktu untuk bermain game.  

3. Hadiahkan diri sendiri

Siapa yang tak suka diberi hadiah? Baik anak-anak maupun orang dewasa tentu sangat suka jika diberi hadiah. Namun, jangan berharap Anda diberi hadiah dari orang lain. Dalam kasus ini, Anda yang justru memberikan hadiah pada diri Anda sendiri sebagai bentuk dari apresiasi diri.

Bila Anda bisa mengendalikan diri Anda untuk berhenti main game tepat pada waktunya atau bahkan mampu menahan untuk tidak bermain game sama sekali, maka Anda berhak untuk dapat hadiah. Hadiah ini bentuknya bisa macam-macam. Bisa dengan melakukan hal-hal lain yang Anda sukai atau makan makanan yang Anda gemari – tentu bukan kembali bermain game lagi, ya!

Anda juga bisa memberikan waktu luang tersebut untuk pasangan, keluarga, dan teman-teman Anda yang mungkin telah Anda tinggalkan selama ini akibat game online.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Dampak Buruk yang Mungkin Terjadi Kalau Anak Keseringan Main Game

Mau si kecil main di konsol game portabel, laptop, atau smartphone, keseringan main game pada dasarnya akan berdampak buruk bagi masa depannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Awas, Keseringan Main Game Action Bisa Bikin Anda Cepat Pikun! Ini Kata Ahli

Main game action sebetulnya boleh saja jika hanya untuk sekadar menyegarkan pikiran. Tapi kalau berlebihan, efek main game action bisa berbahaya bagi otak.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Apakah Main Video Games Tingkatkan Risiko ADHD Pada Anak?

Meski seru dan mengasyikkan, tapi frekuensi bermain video game yang berlebihan telah dikaitkan sebagai ADHD pada anak. Benarkah demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Kecanduan Main Game Bisa Jadi Tanda Gangguan Jiwa

Main game memang tidak seburuk yang selama ini dianggap banyak orang. Namun hati-hati. WHO kini menggolongkan kecanduan main game sebagai gangguan mental.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maggie Nathania

Direkomendasikan untuk Anda

game atau permainan edukasi untuk anak sd

5 Jenis Game Edukasi Anak SD yang Bermanfaat, Coba yuk

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2020
main game mendeteksi demensia

Faktanya, Main Game di Ponsel Bisa Bantu Mendeteksi Demensia Lho!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/11/2019
bermain game dengan pasangan

Tak Sekadar Seru, Ini 5 Manfaat Bermain Game Bersama Pasangan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 21/10/2019
pacar sibuk kecanduan main game

4 Tips Menghadapi Pacar yang Selalu Sibuk Main Game

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2019