Semua Informasi Penting yang Harus Anda Tahu Tentang Golongan Darah O

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Ada empat jenis golongan darah di dunia, yaitu A, B, AB, dan O. Mana yang jadi golongan darah Anda dapat menggambarkan bagaimana kesehatan, kepribadian, hingga bahkan risiko penyakit di masa depan. Nah dari keempat golongan darah ini, golongan darah O termasuk yang cukup spesial karena katanya bisa menyumbangkan darah mereka ke golongan darah mana pun. Benarkah begitu?

Kenapa seseorang bisa punya golongan darah O?

sistem peredaran darah pada manusia

Setiap golongan darah memiliki antigen yang berbeda. Antigen adalah protein khusus yang diproduksi oleh sistem imun tubuh untuk mengenali sel asing berbahaya yang berpotensi bahaya.

Antigen kemudian bergabung dengan antibodi dalam plasma darah untuk membentuk kombinasi molekul unik. Kombinasi antigen dan antibodi inilah yang menentukan golongan darah Anda:

  • Golongan darah A: memiliki antigen A dan antibodi B
  • Golongan darah B: memiliki antigen B dan antibodi A
  • Golongan darah AB: memiliki antigen A dan B, namun tidak memiliki antibodi A maupun B
  • Golongan darah O: tidak memiliki antigen A atau B, namun memiliki antibodi A dan B

Di samping itu, golongan darah juga memiliki antigen tambahan yang disebut dengan rhesus (faktor Rh). Apabila darah Anda ditemukan memiliki faktor Rh artinya darah Anda “positif”, dan dituliskan dengan tanda “plus”. Misalnya A+, B+, AB+, dan O+. Sebaliknya, jika dalam darah Anda tidak mengandung rhesus, artinya golongan darah Anda “negatif” sehingga ditandai dengan simbol minus (-). Misalnya golongan darah A-, B-, AB- atau O-.

Anda bisa mendapatkan golongan darah tipe O apabila salah satu atau kedua orangtua Anda golongan darahnya O. Sebab, antigen diwariskan dari ayah dan ibu Anda.

Golongan darah O bisa menyumbang darah ke semua orang?

Anggapan selama ini selalu menekankan bahwa orang-orang yang punya golongan darah O dapat bebas menyumbang pada siapa pun yang membutuhkan, sehingga sering disebut sebagai golongan darah universal. Sebetulnya anggapan ini kurang tepat secara medis.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, darah tipe O tidak memiliki antigen A maupun antigen B. Teorinya, golongan darah O seharusnya bisa menyumbangkan darah mereka ke siapa pun. Meski demikian, orang-orang yang bergolongan darah O- masih memiliki antibodi yang dapat memicu respon penolakan pada tubuh penerima donor.

Begini, masing-masing darah memiliki antibodi berbeda yang dirancang untuk hanya bisa mengenali komponen darah tertentu. Misalnya Anda bergolongan darah A- (Rhesus negatif), maka antibodi Anda hanya dapat mengenali komponen darah sesama golongan darah A- atau dari O-.

Jika Anda mendapat donor dari O+ yang terbukti memiliki rhesus positif, sistem imun tubuh akan mendeteksi kedatangan rhesus baru tersebut sebagai serangan dan kemudian berbalik menyerangnya. Akibatnya, antibodi Anda akan menghancurkan sel darah merah dalam tubuh Anda.

Respon serangan imun ini akan membuat Anda mengalami demam menggigil, hingga penurunan tekanan darah drastis setelah mendapat donor yang tidak cocok. Salah mendapat donor darah juga bahkan bisa menyebabkan kegagalan fungsi pernapasan dan ginjal serta penggumpalan darah yang dapat berakibat fatal.

Itu kenapa Anda harus tahu pasti apa golongan darah Anda, serta bisa memastikan ke dan dari goldar mana saja Anda bisa mendapat transfusi darah. Anda harus berhati-hati ketika Anda akan menerima donor darah yang tidak sesuai dengan golongan darah sendiri. Jika tidak mendapat yang sesuai, sistem imun tubuh Anda akan menolak darah baru tersebut dan memicu reaksi imun yang berbahaya.

Meski begitu pada saat-saat terdesak, golongan darah O rhesus negatif dapat menjadi pilihan darurat untuk menyelamatkan nyawa membutuhkan.

Kondisi kesehatan yang berhubungan dengan golongan darah O

efek samping cuci darah

1. Risiko rendah mengalami pembekuan darah

Darah golongan O memiliki jumlah protein yang lebih rendah. Ini cukup berguna untuk mencegah pembentukan bekuan darah.

Meski demikian bukan berarti orang dengan darah O lantas serta-merta jadi mengabaikan gejala pembekuan darah. Memiliki golongan darah tertentu tidak membuat Anda otomatis menjadi lebih sehat atau lebih kuat dari orang lainnya. Setiap orang memiliki risiko terhadap gangguan pembekuan darah. 

Maka dari itu, tetaplah waspadai gejala bekuan darah berikut ini:

  • Pembengkakan. Bengak bisa terjadi di mana bekuan darah terbentuk, biasanya di bagian lengan dan kaki yang terlihat membesar.
  • Berubah warna. Lengan atau kaki yang membengkak bisa berubah warna menjadi merah atau biru, dan apabila disentuh akan terasa hangat serta gatal.
  • Nyeri. Ketika bekuan darah semakin memburuk, Anda mungkin akan merasakan nyeri hebat di bagian yang bengkak,
  • Sulit bernapas. Apabila bekuan darah yang Anda alami sampai membuat Anda sesak napas, itu artinya bekuan darah Anda sudah berpindah dari lengan atau kaki ke paru-paru. Ini disebut emboli paru dan bisa berakibat fatal. 

2. Risiko masalah kesuburan wanita

Menurut studi dari Albert Einsten College of Medicine, rata-rata wanita bergolongan darah O memiliki kadar hormon perangsang folikel (FSH) yang lebih banyak dari golongan darah lainnya. Jumlah kadar FSH yang tinggi terkait dengan jumlah cadangan sel telur (ovum) yang rendah.

Di sisi lain, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kualitas sel telur serta meningkatkan kesuburan. Mulai dari berhenti atau menghindari merokok, tidak minum minuman keras dan beralkohol, dan menjaga berat badan sehat dengan pola makan teratur serta olahraga rutin.

Selain genetik, gaya hidup sehat juga memiliki peran besar untuk meningkatkan produksi sel telur.

3. Risiko rendah penyakit jantung

Menurut penelitian dari Harvard School of Public Health, orang dengan golongan darah tipe O berisiko 23% lebih rendah terkena serangan jantung dibandingkan golongan darah lain.

Meski begitu, kesehatan jantung tidak cukup dijamin dengan golongan darah saja jika gaya hidup Anda tetap buruk. Maka terlepas dari apa pun golongan darah Anda, risiko penyakit jantung bisa jauh dikurangi dengan menerapkan gaya hidup sehat. Makanlah makanan yang tinggi serat dan rendah lemak, hindari merokok dan minuman keras, serta rajin berolahraga setiap hari.

4. Berisiko rendah terkena Alzheimer

Sebuah penelitian menunjukkan orang-orang dengan darah golongan O berisiko rendah terkena demensia. Penelitian tersebut menemukan bahwa golongan darah tipe O memiliki lebih banyak volume gray matter di otak mereka dibandingkan dengan golongan darah lainnya.

Gray matter adalah tanda yang berperan dalam memproses informasi dan ingatan di otak. Semakin tua usia Anda, volume gray matter akan semakin menurun.

Artinya, volume gray matter yang lebih tinggi membuat proses penyimpanan informasi di otak dapat bertahan lebih lama seiring bertambahnya usia. Inilah yang diduga kuat membantu seseorang terhindari penyakit yang berhubungan dengan daya ingat, seperti Alzheimer dan demensia.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca