Selalu Mengantuk di Siang Hari? Mungkin Anda Mengidap Hypersomnia

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Bahkan jika Anda sudah tidur cukup setiap malam, Anda selalu saja mengantuk di siang hari. Waspada, bisa jadi gejala hypersomnia. Penyakit apa ini?

Apa itu hypersomnia?

Hypersomnia adalah suatu kondisi yang menyebabkan seseorang terlalu mengantuk di siang hari atau menghabiskan waktu terlalu lama untuk tertidur. Individu yang mengalami hypersomnia dapat tertidur kapan saja meskipun saat sedang melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi, seperti saat sedang bekerja atau mengemudikan kendaraan.

Dampak utama dari hypersomnia adalah gangguan dalam beraktivitas, serta penurunan fungsi kognitif yang signifikan akibat rasa mengantuk.

Apa yang menyebabkan hypersomnia?

Hypersomnia dapat terjadi dengan sendirinya atau dikenal dengan hypersomnia primer, di mana tidak terdapat faktor lain yang menyebabkan rasa ngantuk berlebih. Sedangkan hypersomnia yang disebabkan kondisi kesehatan tertentu dikenal dengan hypersomnia sekunder.

Hypersomnia primer disebabkan oleh fungsi sistem saraf pusat dalam mengatur waktu untuk terjaga dan terlelap. Gejala utama hypersomnia primer adalah merasa rasa mengantuk di siang hari meskipun waktu tidur malam sudah mencukupi. Sedangkan hypersomnia sekunder lebih cenderung disebabkan rasa lelah akibat kekurangan waktu tidur, mengalami gangguan tidur, terdapat riwayat penyakit kronis, konsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu.

Kejadian hypersomnia primer cenderung lebih langka dibandingkan hypersomnia sekunder. Rasa mengantuk tanpa sebab dapat disebabkan karena faktor lingkungan atau keturunan, namun tidak menutup kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh penyakit genetik langka seperti myotonic dystrophy, Prader-Willi syndrome, dan Norrie disease.

Faktor yang membuat Anda berisiko mengalami hypersomnia

Jika dibandingkan dengan perempuan, laki-laki lebih mungkin mengalami hypersomnia, kondisi ini juga lebih mungkin Anda alami jika:

  • Mengalami berbagai gangguan tidur, terutama sleep apnea
  • Mengalami berat badan lebih
  • Merokok dan konsumsi alkohol secara rutin
  • Menggunakan obat-obatan narkotika
  • Menggunakan obat penenang dan antihistamin
  • Kekurangan waktu tidur.
  • Faktor keturunan, terdapat kerabat atau keluarga yang cenderung hypersomnia
  • Mengalami restless leg syndrome
  • Mengalami depresi
  • Mengalami epilepsi
  • Riwayat penyakit multiple sclerosis
  • Mengalami penyakit ginjal
  • Riwayat cedera pada sistem saraf, terutama trauma kepala
  • Riwayat penyakit hipotiroid

Bagaimana cara mendiagnosis hypersomnia?

Gejala hypersomnia merupakan hal yang umum, di mana American Sleep Association memperkirakan 40% penduduk mengalami rasa mengantuk berlebih. Namun untuk mendeteksi hypersomnia primer diperlukan beberapa jenis tes dan instrument seperti:

  • Tes fisik untuk memeriksa kewaspadaan
  • Penilaian rasa mengantuk dengan menggunakan Epworth Sleepiness Scale
  • Penilaian jenis tidur yang dialami pada siang hari dengan multiple sleep latency test
  • Penggunaan polysomnogram untuk memonitor aktivitas otak, pergerakan mata, detak jantung, tingkat oksigen dan pernapasan saat tertidur
  • Pemantauan waktu terjaga dan terlelap untuk mengetahui pola tidur.

Apa saja gejala hypersomnia selain mengantuk di siang hari?

Hypersomnia juga dapat dikenali dengan rasa mengantuk, dan beberapa efek samping dari hypersomnia di antaranya:

  • Merasa lemas
  • Gangguan emosi atau iritabilitas
  • Gangguan kecemasan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kesulitan dalam berpikir atau berbicara
  • Pikiran berkabut
  • Kesulitan mengingat hal sederhana
  • Gelisah atau tidak bisa diam.

Kondisi yang berkaitan dengan hypersomnia

Hypersomnia primer memiliki gejala yang sangat mirip dengan serangan tidur atau narkolepsi. Namun keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Selain itu, hypersomnia tidak menunjukan gejala tidur mendadak seperti yang terjadi pada penderita narkolepsi.

Hypersomnia juga mungkin berkaitan dengan gangguan sistem saraf pusat yang cenderung sulit dikenali seperti tumor otak, gangguan pada hipotalamus dan batang otak. Selain itu, penyakit yang terjadi usia tua seperti Alzheimer dan Parkinson pun memiliki gejala rasa mengantuk berlebih.

Bagaimana cara mengatasi hypersomnia?

Hypersomnia dapat diatasi berdasarkan penyebab terjadinya hypersomnia. Hypersomnia sekunder diatasi dengan menghilangkan kondisi atau penyakit penyebab hypersomnia. Penggunaan obat yang bersifat stimulan juga digunakan untuk mengurangi rasa mengantuk dan membantu agar tetap terjaga.

Perubahan gaya hidup merupakan hal yang penting dalam proses penanggulangan, salah satunya dengan membentuk jadwal tidur yang teratur. Terapkan pola sleep hygiene dengan menghindari aktivitas yang dapat membuat kualitas tidur Anda berkurang ketika akan memasuki waktu tidur. Serta ciptakan kamar tidur yang nyaman dan aman untuk terlelap seperti menggunakan bantal dan jauhkan sumber distraksi.

Individu yang mengalami hypersomnia juga dianjurkan untuk berhenti merokok dan konsumsi alkohol serta mengonsumsi diet seimbang untuk menjaga metabolisme dan tingkat energi. Sebagian besar kondisi hypersomnia dapat teratasi dengan perubahan gaya hidup. Jika tidak berhasil maka dianjurkan untuk konsumsi obat tertentu.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Menghilangkan Kantuk Saat Menyetir Selama Mudik Pulang Kampung

Perjalanan mudik yang panjang tidak jarang membuat tubuh menjadi cepat lelah dan mengantuk. Yuk, menghilangkan kantuk saat menyetir dengan beberapa cara ini

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hari Raya, Ramadan 26/04/2020

Benarkah Udara Kotor Bisa Bikin Susah Tidur?

Selain memberikan dampak buruk untuk kesehatan paru-paru dan jantung, udara kotor ternyata juga dapat mempengaruhi tidur Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Posisi Tidur Menggambarkan Kondisi Hubungan Anda dengan Pasangan

Pergerakan saat tidur memang tidak dilakukan dengan tak sadar, tapi ternyata posisi tidur bisa menggambarkan hubungan Anda dengan pasangan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

4 Cara Menyiasati Jadwal Tidur Anda yang Berbeda Dengan Pasangan

Pasangan yang beda kebiasaan tidur bisa mengurangi keintiman Anda dalam berhubungan. Jangan khawatir, ikuti beberapa tips menghadapinya berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
ngantuk saat puasa

Kenapa Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
susah tidur selama pandemi COVID-19

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
masalah tidur lansia

Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020