Mungkinkah Seseorang Kehilangan Kemampuan untuk Mencium Bau?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Siapa yang tidak suka aroma bunga melati yang harum semerbak? Sebaliknya, Anda akan menutup hidung atau menjauhi sesuatu yang menyebarkan bau tidak sedap seperti sampah. Namun, mungkinkah hidung tidak bisa mencium bau? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Mungkinkah hidung tidak bisa mencium bau?

Selain untuk mendeteksi bau, hidung juga memengaruhi kemampuan Anda untuk mendeteksi bahaya dan merasakan makanan. Misalnya ketika mencium bau batagor atau gas bocor. Tanpa indra penciuman, kualitas hidup Anda akan sangat menurun.

Nah, tahukah Anda bagaimana cara kerja indra penciuman Anda? Awalnya molekul yang dilepaskan suatu zat, seperti wangi bunga akan merangsang sel-sel saraf khusus yang ada pada hidung. Kemudian, sel-sel saraf akan mengirimkan informasi tersebut pada otak. Selanjutnya, otak akan menerjemahkan informasi tersebut menjadi aroma yang spesifik.

Apa pun yang mengganggu proses penciuman ini akan menyebabkan penciuman Anda bermasalah. Penciuman Anda mungkin tidak setajam biasanya atau bahkan tidak bisa mencium bau sama sekali. Jika Anda tidak bisa membaui apa pun yang ada di sekitar Anda, kemungkinan besar Anda mengalami anosmia.

Apa sebabnya seseorang kehilangan kemampuan untuk mencium bau?

Gangguan pada proses penciuman adalah penyebab utama dari anosmia. Kondisi ini bisa terjadi ketika Anda memiliki beberapa kondisi berikut ini, seperti:

  • Usia sudah tua. Sama seperti mata, hidung Anda juga akan mengalami penurunan fungsi dan jadi lebih lemah. Indra penciuman seseorang diketahui lebih tajam ketika ia berusia 30 tahun. Namun, setelah melewati usia 60 tahun, kemampuan hidung akan jadi melemah.
  • Hidung tersumbat. Gejala hidung tersumbat sering terjadi ketika Anda terserang flu, alergi kambuh, terkena infeksi sinus, atau kualitas udara di ruangan sangat buruk.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu. Ada beberapa obat yang membuat hidung tidak bisa mencium bau apa pun, seperti antidepresan, antibiotik, obat antiinflamasi, dan obat penyakit jantung, dan obat-obatan terlarang.
  • Cedera. Trauma pada hidung yang mengenai saraf pembau atau cedera di kepala bisa bisa menyebabkan anosmia.
  • Pengobatan radiasi kanker. Pasien kanker yang mendapat radiasi di sekitar kepala atau leher bisa mengalami gangguan penciuman, seperti anosmia.
  • Kondisi medis tertentu. Orang dengan penyakit Alzheimer, Parkinson, multiple sclerosis, malnutrisi, atau gangguan hormonal rentan mengalami anosmia.

Lalu, apa efeknya jika seseorang hidup tanpa bisa mencium bau?

Dilansir dari Health Line, seorang pasien kanker yang mengikuti kemoterapi bernama Larry Lanoutte menceritakan bagaimana kehidupannya setelah mengalami anosmia.

Larry merasa semua makanan yang disajikan itu rasanya sama hambar karena hidungnya tidak bisa mendeteksi harumnya makanan. Kondisi ini juga kadang membuatnya tidak bersemangat untuk menyantap makanan.

Selain bau makanan, ia juga tidak bisa mengenali bagaimana harumnya bau bunga dan udara di luar rumah. Ia tidak bisa membedakan mana makanan segar atau yang sudah basi. Parahnya, kehidupan seksual juga ikut terasa hambar karena tidak bisa mencium bau badan pasangan saat bercumbu.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca