Mengenal Heterochromia, Kelainan yang Bikin Mata Beda Warna

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Heterochromia adalah perbedaan warna pada kedua iris mata manusia. Seseorang yang memiliki dua mata berwarna berbeda sangat jarang terjadi, di Amerika saja ini terjadi pada hanya 11 dari setiap 1.000 orang. Hal ini biasanya terjadi karena beberapa faktor, dan sebenarnya bisa berkembang seiring berjalannya waktu. Simak penjelasannya di bawah ini. 

Apa itu heterochromia?

Heterochromia

Seperti yang telah disebutkan di atas, heterochromia adalah kondisi ketika seseorang memiliki dua warna yang berbeda pada iris mereka. Iris merupakan bagian mata yang menentukan warna mata.

Warna iris mata manusia beragam jenisnya. Ada yang warna cokelat terang, biru, hijau, sampai hitam. Warna ini tergantung dari jumlah melanin (dihasilkan oleh sel melanosit) pada epitelium pigmen yang terletak di bagian belakang iris, jumlah melanin pada stroma (lapisan iris), dan kepadatan sel di stroma.

Heterochromia juga diartikan sebagai ciri umum dari kelainan genetik turunan. Contohnya sindrom Wardenburg, yang menyebabkan anak-anak mengalami gangguan pendengaran, dan rambut beruban di usia muda. Kelainan mata heterochromia terbagi menjadi dua macam, yaitu:

1. Heterochromia komplit

Jenis heterochromia ini adalah kondisi di mana warna mata yang satu berbeda warnanya dengan mata sebelahnya, jadi perbedaan pigmen terdapat komplit pada satu mata dibanding mata lainnya.

2. Heterochromia parsial

Heterochromia jenis ini merupakan jenis perbedaan warna mata yang terletak pada satu mata. Jadi, seseorang yang mengalami heterochromia parsial, memiliki warna yang beragam pada satu mata. 

Tipe ini kemudian dibagi menjadi sentral dan sektoral. Heterochromia sentral merujuk pada perbedaan warna terletak pada bagian tengah mata. Sementara itu, pada tipe sektoral, akan terlihat perbedaan warna mata pada satu segmen setempat.

Apa penyebab kelainan mata heterochromia?

Heterochromia

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan heterochromia. Seorang bayi bisa lahir dengan kondisi tersebut, atau mengalami heterochromia, sesaat setelah lahir. Dalam kasus seperti itu, heterochromia disebut dengan heterochromia bawaan. 

Pada kebanyakan kasus, anak yang lahir dengan heterochromia tidak mengalami gejala apapun. Mereka biasanya tidak memiliki masalah lain pada mata atau mengalami gangguan kesehatan secara umum. Namun, dalam beberapa kasus, heterochromia dapat menjadi gejala dari kondisi tertentu.

Dikutip dari American Academy of Ophthalmology, beberapa kondisi yang menyebabkan heterochromia pada bayi adalah:

  • Sindrom Horner, yaitu kondisi yang dapat menyebabkan warna pupil mata yang terkena lebih cerah daripada mata lainnya. 
  • Sindrom Sturge-Weber, yaitu suatu kondisi yang mempengaruhi perkembangan pembuluh darah tertentu, menyebabkan kelainan pada otak, kulit, dan mata sejak lahir.
  • Sindrom Waardenburg, yaitu kondisi genetik yang dapat menyebabkan kehilangan pendengaran dan perubahan warna pada rambut, kulit, dan mata. 
  • Piebaldism, yaitu kondisi ketika sel bernama melanosit tidak muncul di beberapa area pada tubuh. 
  • Sindrom Bloch-Sulzberger, yaitu kondisi langka yang mempengaruhi jaringan pada kulit, mata, gigi, dan sistem saraf pusat.
  • Penyakit von Recklinghausen, yaitu kelainan genetik yang ditandai dengan berkembangnya beberapa tumor pada saraf dan kulit. 
  • Penyakit Bourneville, yaitu penyakit yang ditandai dengan perkembangan beberapa tumor jinak ektoderm embrionik (misalnya kulit, mata, dan sistem saraf).
  • Sindrom Parry-Romberg, yaitu kelainan langka yang ditandai dengan kerusakan perlahan pada kulit dan jaringan lunak setengah wajah. 

Jika warna mata Anda berubah menjadi beda warna (bukan didapat sejak lahir), bicarakan dengan dokter mata atau dokter reguler Anda untuk memastikan apakah heterochromia disebabkan oleh penyakit tertentu seperti:

1. Trauma mata

Kondisi mata ini disebabkan oleh cedera mata yang bisa disebabkan oleh pukulan, olahraga atau aktivitas yang mencederai mata Anda.

2. Glaukoma

perawatan implan glaukoma

Glaukoma merupakan kelainan pada mata yang menyebabkan adanya penumpukan cairan pada mata dan akhirnya warna iris mata jadi berbeda. Hal ini pada dasarnya dapat menyebabkan kehilangan penglihatan, namun jika dideteksi dini dan mengambil pengobatan yang tepat, Anda masih bisa mencegahnya.

3. Obat-obatan tertentu

Obat batuk rejan antibiotik

Beberapa obat-obatan, termasuk beberapa obat glaukoma yang menurunkan tekanan di mata Anda, dapat menyebabkan perubahan warna mata.

4. Neuroblastoma 

kanker pada anak

Ini adalah kanker sel saraf yang biasanya menyerang anak-anak di bawah usia 10. Ketika tumor menekan saraf di dada atau leher, terkadang anak-anak memiliki kelopak mata yang terkulai dan pupil kecil sehingga menyebabkan kondisi mata heterochromia.

5. Kanker mata

kanker mata pada anak

Melanoma, atau jenis kanker pada melanosit, dapat memengaruhi warna mata  yang berbeda, tapi jarang terjadi. Itu terjadi pada melanin pigmen yang memberi mata (dan rambut dan kulit) warnanya. Salah satu tanda melanoma atau kanker mata adalah titik gelap pada iris.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

ommetanophobia

Jika bayi Anda mengalami kondisi ini, mereka harus segera diperiksa oleh dokter mata. Dokter akan memastikan penampilan dari heterochromia dan mencari penyebabnya. 

Dalam kebanyakan kasus, tidak ada penyakit atau kondisi yang menyebabkan warna mata bervariasi. Namun, Anda tetap harus menganggap bahwa pemeriksaan ke dokter mata adalah hal penting. 

Anda juga perlu berkonsultasi kepada dokter mata jika mengalami kondisi ini saat dewasa. Dokter mata akan melakukan pemeriksaan mata terperinci untuk menyingkirkan penyebab dan membuat rencana pengobatan, jika perlu. 

Adakah cara untuk menyembuhkan mata heterochromia?

kedutan mata kiri bawah

Sampai saat ini belum ada metode medis tertentu yang dapat menyembukan kelainan mata ini. Pengobatan bisa dilakukan tergantung penyebab dan kondisi faktor yang mendasari terjadinya perubahan warna pada mata Anda. 

Dalam situasi tertentu, lensa kontak yang berwarna dapat digunakan untuk menyesuaikan warna mata yang tampak lebih terang atau meringankan mata yang tampak lebih gelap. Dua lensa kontak berwarna berbeda juga bisa digunakan untuk menyamakan warna iris mata.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit