Penciuman Anda Terganggu? Yuk, Ketahui Dulu Apa Saja Jenisnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Gangguan pada indera penciuman Anda, yaitu hidung, tentu akan mengganggu kemampuan mendeteksi bau di sekitar Anda. Biasanya, kondisi ini terjadi akibat adanya masalah pada saraf olfaktori yang bertugas untuk mengontrol wewangian yang terhirup oleh hidung Anda. Nah, jika saraf olfaktori Anda terganggu, terdapat 4 jenis kelainan yang bisa mengganggu indera penciuman Anda.

  • Hyposmia
  • Parosmia
  • Phantosmia
  • Anosmia

Perhatikan keempat jenis gangguan ini agar Anda mengetahui bagaimana cara mengatasi kondisi yang sedang Anda alami saat ini.

Jenis gangguan penciuman yang paling sering terjadi

Menurunnya kemampuan mendeteksi bau (Hyposmia)

hidung ingusan

Hyposmia adalah sebuah gangguan penciuman yang menyebabkan penurunan kemampuan hidung Anda untuk mendeteksi bau. Hal ini ternyata bisa diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Alergi
  • Cedera di kepala
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Sinus polip
  • Septum hidung yang menyimpang
  • Sinusitis kronis
  • Penggunaan obat-obatan, seperti ampicilin, loratadine, atau amitriptyline.

Selain faktor yang ada di atas, ternyata kebiasaan pada gaya hidup Anda juga dapat menjadi pemicu hyposmia terjadi, lho. Misalnya, kebiasaan merokok dan penggunaan obat-obatan terlarang juga dapat menurunkan kemampuan Anda untuk mendeteksi bau.

Jika Anda mengalami gangguan penciuman, seperti hyposmia, Anda juga harus waspada. Siapa tahu, penyakit ini merupakan pertanda bahwa Anda menderita obesitas, parkinson, atau tekanan darah tinggi. Umumnya, para penderita parkinson mengalami gejala berupa menurunnya fungsi hidung untuk membaui sesuatu.
Oleh karena itu, apabila Anda merasa indera penciuman Anda tidak setajam biasanya, konsultasikan kepada dokter.

Salah mengenali bau (Parosmia)

kentut bau busuk

Tidak hanya kemampuan indera penciuman yang menurun, ternyata salah mengenali bau juga merupakan tanda bahwa ada masalah dengan penciuman Anda. Kondisi ini dikenal dengan parosmia.

Parosmia adalah sebuah keadaan ketika seseorang bisa mendeteksi bau, tetapi salah mengenalinya. Misalnya, wewangian yang sebenarnya tidak cukup bau diartikan sebagai bau yang tidak menyenangkan. Respons penderita parosmia biasanya menggambarkan bahwa sebagian bau yang mereka hirup tidak enak.

Gangguan penciuman ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Kerusakan pada neuron penerima indera penciuman
  • Cedera di kepala
  • Flu
  • Terpapar oleh racun
  • Gangguan pada sistem saraf dan sinus.

Mencium bau yang tidak ada (Phantosmia)

bau kencing menyengat

Sesuai dengan namanya, phantosmia artinya halusinasi terhadap bau-bau yang sebenarnya tidak ada. Misalnya, Anda tiba-tiba mencium bau bawang putih padahal kenyataannya tidak ada wewangian seperti itu.

Penyebab terjadinya gangguan penciuman satu ini hampir sama dengan parosmia. Mulai dari cedera di kepala, flu, kerusakan pada sistem saraf, hingga sinus. Meskipun demikian, keduanya sangat berbeda. Parosmia salah mengenali bau yang ada, sedangkan phantosmia mencium bau yang tidak ada.

Hilangnya kemampuan untuk mendeteksi bau (anosmia)

penyebab anosmia

Nah, kalau ketiga gangguan di atas masih bisa membaui sesuatu, lain lagi dengan anosmia.

Pada anosmia, penderitanya sama sekali tidak bisa mendeteksi bau apapun. Biasanya, hal ini disebabkan oleh cedera pada otak, kondisi hidung, atau memang terlahir seperti itu.

Nah, kalau Anda kehilangan indera penciuman Anda ketika sedang flu atau pilek, biasanya hal tersebut hanya berlangsung sementara saja. Akan tetapi, alangkah baiknya jika berkonsultasi kepada dokter untuk mencegah berbagai komplikasi anosmia yang bisa muncul.

Bagaimana cara mengobati gangguan pada indera penciuman?

Sebenarnya, tidak ada pengobatan yang benar-benar dikhususkan untuk mengatasi gangguan ini. Terkadang, gangguan pada indera penciuman hanya terjadi sementara dan akan sembuh seiring dengan berjalannya waktu.

Seperti yang dilansir oleh Verywell Health, para peneliti melihat bahwa penggunaan vitamin A dan zat besi dalam dosis yang cukup, memang membantu. Akan tetapi, hal ini tidak dapat dikatakan sebagai obat yang cukup ampuh untuk mengobati masalah pada hidung Anda.

Jika kondisi ini sangat mengganggu Anda, Anda bisa menanyakan kepada dokter Anda perawatan apa yang bisa dilakukan. Misalnya, operasi pengangkatan polip atau septum hidung. Atau menggunakan steroid dan antihistamin.

Nah, apabila Anda memiliki gangguan pada hidung Anda, cobalah untuk berkonsultasi dengan ahli gizi. Hal tersebut bertujuan agar Anda tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sesuai dengan kondisi Anda.

Gangguan pada indera penciuman memang dapat memberikan efek buruk terhadap kesehatan dan lingkungan Anda. Mulai dari salah mengenali bau hingga hilangnya kemampuan penciuman Anda. Oleh karena itu, apabila Anda mengalami masalah tersebut, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang lebih lanjut.

Baca Juga:

Sumber